
PRIANGAN.COM– sahabat, Marhaban Ya Ramadan! Bulan yang suci ini merupakan kesempatan emas untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah), meningkatkan kualitas fisik dan spiritual, serta memperkuat ketakwaan.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga menjadi cara untuk membersihkan jiwa, mengendalikan keinginan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Membicarakan mengenai Jumat hari ini, khususnya pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026, sebagai laki-laki yang beragama Islam, kita akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Jumat, yang disebut sebagai Raja Hari atau Penghulunya Hari, dianggap oleh umat Islam sebagai hari yang penuh berkah.
Khusus untuk khutbah Jumat hari ini, berikut adalah teks khutbah Jumat yang telah diunggah oleh Priangan.com dari berbagai sumber pada 20 Februari 2026 dengan tema "Marhaban Ya Ramadhan, Kesempatan Perbaikan Diri".
Khutbah 1
Alhamdulillah, yang satu lagi Mahakuasa, Yang Mulia lagi Pengampun, yang membalikkan malam atas siang, sebagai peringatan bagi orang-orang yang berhati dan berpandangan, serta pengajaran bagi mereka yang berakal dan berfikir. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Raja yang Pengampun. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, pemimpin segala makhluk dan manusia. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi kami Muhammad beserta keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang suci. Sesudah itu, wahai para muslimin! Aku nasihatkan kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, karena sesungguhnya orang yang bertakwa akan berhasil. Allah Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia dalam surat Al-Baqarah: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yang hijrah, dan berjuang di jalan Allah, mereka mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah adalah Pengampun lagi Penyayang.
Jamaah Jumat yang dihormati oleh Allah
Ucapan terima kasih dan pujian marilah kita hantarkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat iman, agama Islam, serta kesehatan sehingga kita mampu menjalankan shalat Jumat pada siang ini.
Tidak lupa, salawat dan salam, marilah kita sampaikan kepada Nabi Muhammad saw, serta kepada keluarganya dan para sahabatnya. Semoga, kami semua sebagai umatnya mendapatkan manfaatnya dan memperoleh perlindungannya kelak di hari kiamat nanti. Amin ya Rabbal alamin.
Jemaah Jumat yang dihormati oleh Allah
Khatib mengajak jamaah Jumat agar terus berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Karena, modal utama kita dalam menghadap Tuhan Yang Maha Tinggi, tidak lain adalah ketakwaan kita sendiri.
Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan adalah dengan sering atau tekun membaca Al-Qur’an. Kita semua mengetahui bahwa saat ini kita sedang berada di bulan Ramadhan, sebuah bulan yang sangat mulia. Tidak diragukan lagi, dalam bulan ini turun mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Qur’an. Kitab suci umat Islam ini diturunkan sebagai petunjuk bagi kita semua dalam membedakan antara benar dan salah, halal dan haram. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 185 berikut.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Maknanya: "Bulan Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk tersebut serta pemisah antara yang benar dan yang batil. Oleh karena itu, siapa pun dari kalian yang berada di bulan ini, maka wajib berpuasa. Dan siapa yang sakit atau sedang dalam perjalanan, maka ia tidak wajib berpuasa, tetapi harus menggantinya pada hari-hari lain sebanyak hari yang ditinggalkannya. Allah menginginkan kemudahan bagimu, bukan kesulitan. Maka lengkapilah jumlahnya dan puji Allah atas petunjuk-Nya yang telah diberikan kepada kalian, agar kalian bersyukur."
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Petunjuk bagi manusia pada ayat tersebut maksudnya adalah petunjuk dari kesesatan, sedangkan penjelasan tersebut dari halal haram dan had-had, serta hukum-hukum. Hal ini dijelaskan dalam Kitab Al-Kasyfu wal Bayan.
Di sisi lain, dalam kitab Tafsir Al-Qur’anul Azhim karya Imam Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa makna Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam ayat tersebut adalah bagi hamba-hamba yang beriman, yaitu mereka yang percaya atau meyakini kebenaran Al-Qur’an dan menjalankannya. Penjelasan (bayyinat) tersebut juga menjadi bukti yang jelas bagi siapa saja yang memahaminya, sehingga dapat mengetahui mana yang merupakan petunjuk menuju kebaikan, kebatilan, serta perkara halal dan haram.
Sebagai petunjuk, tentu kita tidak akan mengetahuinya tanpa membacanya. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita perlu sering membaca Al-Qur'an agar mendapatkan arahan dalam kehidupan kita. Terlebih lagi, saat ini kita berada di bulan Ramadhan, bulan ketika Al-Qur'an diturunkan. Ini merupakan kesempatan yang sangat tepat bagi kita untuk mulai terbiasa dengan membaca dan mempelajari Al-Qur'an lebih banyak.
Jamaah Jumat yang dihormati oleh Allah
Nabi Muhammad saw menjamin bagi kita, umatnya, bahwa jika banyak membaca Al-Qur’an maka akan merasa aman dan bahagia. Selain karena memang akan mendapatkan petunjuk dari makna yang terkandung dalam setiap ayatnya, membaca Al-Qur’an juga memiliki nilai ibadah. Bahkan, satu huruf dianggap sebagai sepuluh kebaikan. Banyak ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an merupakan dzikir yang paling utama, sarana terbaik dalam mengingat Allah swt. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw bersabda:
Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah tidak mengazab hati yang memahami Al-Qur'an. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah tempat berlindung dari Allah. Barangsiapa memasukinya, maka dia aman. Dan barangsiapa mencintai Al-Qur'an, maka berilah dia kabar gembira.
Maknanya: "Bacalah Al-Qur'an. Sesungguhnya Allah swt tidak akan menyiksa hati yang memuat Al-Qur'an. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah perjamuan Allah. Siapa saja yang masuk ke dalamnya, maka dia aman. Siapa yang mencintai Al-Qur'an, maka ia berbahagia!"
Selain itu, orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an disebut Nabi Muhammad saw sebagai manusia terbaik dalam hadisnya:
Yang terbaik dari kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.
Maknanya: "Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
Jemaah Jumat yang dihormati oleh Allah
Oleh karena itu, Khatib mengajak seluruh hadirin di sini untuk memulai kembali kebiasaan diri dalam membaca Al-Qur’an. Semoga, momentum bulan Ramadhan akan membawa kita pada bulan-bulan berikutnya semakin sering dan terbiasa dalam membaca, belajar, serta mengajarkan Al-Qur’an. Dengan demikian, kita semua mendapatkan manfaat dari Al-Qur’an sehingga merasa aman, bahagia, dan menjadi orang yang terbaik sebagaimana yang ditegaskan Nabi Muhammad saw dalam beberapa haditsnya yang telah disampaikan.
Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur'an yang agung, dan manfaatkan saya serta kalian dengan apa yang ada di dalamnya dari ayat-ayat dan dzikir yang bijaksana. Terimalah dari saya dan kalian bacaan Al-Qur'an tersebut, sesungguhnya Dia adalah Yang Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan saya memohon ampunan kepada Allah yang agung bagi saya dan kalian, serta bagi seluruh kaum muslimin dan muslimat. Wahai keberhasilan para pemaaf, dan wahai keselamatan para orang-orang yang bertobat.
Khutbah 2
Alhamdulillah wa kafya, wa usalliy wa asallimu 'ala sayyidina Muhammad al-Mustafa, wa 'ala aalihi wa ashhabihi ahli al-wafa. Asyhadu an la ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna sayyidina Muhammad abduhu wa rasuluh. Amma ba'du, ya ayyuha al-muslimuna, uwwasiykum wa nafsii bi taqwa Allah al-aliyy al-azhim wa 'alimuu anna Allah amara kum bi amrin azhim, amara kum bil-shalat was-salam 'ala nabiyyihi al-karim fa qala: innallaaha wa malaaikatuhu yusalluuna 'ala al-nabiyyi, ya ayyuha alladzina amanu shaluu 'alaih wa sallimu tasliman. Allahu, shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad kama shallaita 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala aali sayyidina Ibrahim, wa barik 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala aali sayyidina Ibrahim, fi al-'alamina inna ka hamidun majidun. Allahu, maghfir lilmuslimina wal muslimaati wal mu'minina wal mu'minat al-ahyaa minhum wa al-ammwat, allahu dfa' 'annaa al-bala'a wal ghala'a wal wabaa' wal fahsya' wal munkar wal baghy wal suuf al-mukhtalifah wal shidaad wa al-mihna, ma zhahara minhu wa ma batana, min badainaa hadza khassatan wa min buldan al-muslimina 'amman, inna ka 'ala kulli syai'in qadir. Rabbana la tuakhidz na in nasiyina aw akhtha'na rabbana wa la tachmil 'alayna isran kama hamaltahu 'ala al-ladziyna min qablina rabbana wa la tachmilnana ma la taqata lana bihi wa 'afu 'annaa wa ghir lana wa arhamnana anta mawlanaa fansurnaa 'ala al-qawmi al-kafirin. Rabbana atina fi ad-dunya hasanah wa fi al-akhirati hasanah wa qinna 'adzaba an-nari. Walhamdu lillahi rabbil 'alamin. 'Ibadallah, inna Allah ya'muru bial-adli wal ihsani wa i'ta'i dzil qurbaa wa yanha 'ani al-fahsya' wal munkar wal baghy, ya'izzukum la'alla takhtashiruun. Fadzikrullah al-azhim yadzikrukum wa ladzikru Allah akbar.
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News