Kisah Umu Kulsum: 20 Tahun Jaga Tradisi Ramadan di Belakang Pasar Jepara -->

Kisah Umu Kulsum: 20 Tahun Jaga Tradisi Ramadan di Belakang Pasar Jepara

24 Feb 2026, Selasa, Februari 24, 2026
Kisah Umu Kulsum: 20 Tahun Jaga Tradisi Ramadan di Belakang Pasar Jepara

JATENG.COM, JEPARA - Suara kendaraan bermotor yang saling bersinggungan menghiasi persimpangan di belakang Pasar Jepara 1 Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara setiap sore Ramadan.

Wilayah itu tiba-tiba tampak seperti pasar sementara yang menawarkan berbagai macam hidangan berbuka puasa.

Setiap pukul 16.00 WIB hingga tiba waktu shalat Maghrib, persimpangan Jalan Patimura, Jalan Pelabuhan, dan Jalan Kyai Ronggo Mulyo di sebelah Kali Wiso ramai dikunjungi ribuan warga yang datang secara bergantian.

Mereka datang dengan tujuan yang sama, yaitu mencari hidangan takjil. Mulai dari camilan ringan, makanan utama, hingga berbagai jenis minuman sebagai hidangan berbuka puasa.

Momen mendekati waktu berbuka puasa menjadi puncak aktivitas masyarakat yang melakukan ngabuburit dengan mencari takjil di wilayah tersebut.

Bahkan para pedagang seringkali tak terlihat karena dikelilingi warga yang antusias memilih takjil.

Terdapat sate ayam, berbagai olahan ikan laut, gorengan, beragam lauk-pauk, serta minuman segar yang disajikan.

Beberapa orang juga fokus menjual berbagai menu khas yang direbus. Misalnya, ketela rebus, singkong rebus, getuk, serta berbagai jenis kacang-kacangan yang direbus.

Berburu takjil selama ngabuburit sering dimanfaatkan oleh masyarakat Muslim untuk menunggu tiba waktu berbuka puasa dengan menyediakan makanan di luar rumah.

Saat menunggu tiba waktu berbuka puasa, waktu terasa berlalu lebih cepat dengan ngabuburit.

Seperti yang diungkapkan Eni Lestari (24) warga Jepara yang turut serta mencari takjil di lokasi ngabuburit di kawasan Pasar Jepara 1.

Datang sendirian tidak mengurangi semangatnya dalam mencari hidangan berbuka puasa.

Dimulai dari makanan pasar, berbagai jenis lauk-pauk, dan es buah tidak terlewat dari sasarannya.

Eni mengakui lebih suka mencari takjil yang memiliki nuansa kehidupan rakyat dengan harga terjangkau dalam bentuk masakan yang jelas.

Ia menghindari berbagai makanan ringan yang dianggap tidak sehat untuk disajikan sebagai hidangan berbuka puasa.

"Kalau berbuka puasa, saya membeli makanan yang biasa saja. Misalnya makanan yang tidak pedas, bukan jenis junk food, dan saya menghindari makanan yang terlalu asin. Jika ada, lebih baik memilih jajanan yang direbus, karena lebih sehat. Karena seharian perut kosong, kalau makan sembarangan bisa menyebabkan sakit perut," katanya, Selasa (24/2/2026) sore.

Umu Kulsum, salah satu pedagang yang menjual hidangan berbuka puasa di bagian belakang Pasar Jepara 1.

Ia telah 20 tahun menjual berbagai jenis makanan pasar hingga lauk pauk.

Setiap hari selama bulan Ramadan, ia dibantu oleh putrinya yang aktif berdagang di lokasi yang sama saat siang hingga sore hari.

Khususnya pada momen Ramadan ini, jam operasionalnya dimulai dari sore hari hingga pukul 21.00 WIB di lokasi yang sama.

Sebagai seorang pedagang, hal yang paling menggembirakan adalah ketika seluruh barang dagangannya terjual habis.

Dan hal itu pernah dirasakan langsung oleh Umu Kulsum pada dua hari pertama bulan Ramadan.

"Beberapa hari pertama Ramadan kemarin telah berlalu. Kini mulai menurun, biasanya akan meningkat kembali menjelang Lebaran," katanya.

Setiap bulan Ramadan, Umu Kulsum selalu hadir menjajakan hidangan berbuka puasa.

Bahkan, ia tetap berdagang ketika malam Lebaran tiba dengan menawarkan berbagai jenis makanan khas perayaan Idulfitri, seperti lontong opor dan kupat opor.

Bagi dia, berdagang adalah aktivitas yang menyenangkan meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Terlebih lagi, ia berjualan didampingi putrinya yang dengan tulus membantu orangtuanya mencari rezeki.

"Sore saat menjelang berbuka puasa ramai, sedangkan saat waktu berbuka puasa justru sepi. Nanti setelah shalat Isya, biasanya setelah salat Tarawih, kembali ramai karena orang-orang membeli untuk sahur," katanya.

Umu Kulsum berharap pekerjaan yang dilakukannya setiap hari membawa berkah bagi keluarganya. Juga mampu tetap konsisten menjadi pedagang yang ramah terhadap masyarakat. (Sam)

TerPopuler