Kondisi sekolah NTT memburuk, siswa berharap perbaikan -->

Kondisi sekolah NTT memburuk, siswa berharap perbaikan

20 Feb 2026, Jumat, Februari 20, 2026

Sekolah pada dasarnya merupakan tempat yang aman bagi anak-anak dalam belajar, berkembang, serta mengoptimalkan kemampuan diri. Di lokasi ini, anak seharusnya merasa nyaman dan dilindungi agar dapat memperoleh fasilitas yang mendukung proses pembelajaran secara maksimal.

Namun, kenyataannya di berbagai daerah di sebagian wilayah Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan harapan tersebut. Keterbatasan alat dan fasilitas masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil yang ada di beberapa kota di Indonesia.

Kondisi ini kembali menjadi perhatian netizen setelah sebuah video menampilkan suasana belajar di salah satu sekolah di Nusa Tenggara Timur. Video tersebut menunjukkan kondisi ruang kelas SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, yang mengalami kerusakan parah pada atap bangunan dan fondasi yang semakin memprihatinkan.

Untuk memperjelas informasi ini secara lebih mendalam, berikut inibengkalispos.comtelah menggambarkan peristiwa buruknya sekolah yang mengganggu siswa ini. Silakan disimak!

1. Kelas dianggap mengalami kerusakan parah

Melalui video yang diunggah oleh akun TikTok @niamaris97 pada Jumat, (13/2/2026), menampilkan kondisi ruang kelas yang mengkhawatirkan, di mana sebagian besar atap bangunan telah terlepas, sementara kayu-kayu penyangga tampak patah dan berserakan di dalam ruangan, menciptakan kesan kumuh pada seluruh isi ruangan.

Di dalam video tersebut, siswa-siswa terlihat mengikuti pelajaran tanpa adanya meja dan kursi. Mereka duduk di lantai tanah, di tengah puing-puing bangunan yang rusak. Meskipun dalam situasi yang sangat terbatas, proses pembelajaran tetap berjalan dengan nyaman dan penuh semangat serta optimisme dari anak-anak dalam mengejar ilmu pengetahuan.

2. Sekolah belum mengalami perbaikan atau pemugaran

SMPN 48 Sa Ate Gaikiu diketahui baru diresmikan pada bulan Mei 2024. Gedung sekolah yang masih menggunakan bahan bambu dan lantai tanah ini dinilai kurang mampu menahan cuaca buruk yang sering terjadi di daerah tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kondisi bangunan sekolah belum mengalami proses perbaikan atau renovasi.

Ini tentu memicu berbagai respons dari netizen yang mengkritik tindakan pemerintah dan meminta segera melakukan perbaikan di sekolah tersebut.

Sangat menyesal, mereka juga merupakan warga Indonesia, tulis akun @dbsbiy, di halaman Tiktok.

Situasi ini kembali memicu perdebatan masyarakat tentang kesetaraan infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah terpencil di berbagai wilayah negara.

3. Memperoleh dukungan dari Polri

Menanggapi situasi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Nusa Tenggara Timur segera bertindak dengan menempatkan dua unit tenda pleton sebagai ruang kelas sementara serta menyediakan 100 buah meja dan kursi untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

Tindakan ini diambil agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa perlu menunggu selesainya pembangunan kembali gedung sekolah. Keberadaan tenda darurat ini memberikan rasa nyaman bagi siswa dan guru, sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara hingga pemerintah daerah maupun pusat memberikan perhatian dan tindakan lebih lanjut terkait pengembangan sarana pendidikan yang lebih baik dan nyaman.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Itulah, Bu, informasi penting tentang kondisi sekolah di NTT. Melalui peristiwa ini, menjadi pengingat bahwa fasilitas pendidikan yang memadai bukan hanya sebagai tambahan, tetapi merupakan kebutuhan pokok yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, keamanan, dan semangat belajar anak-anak. 2. Inilah, Ibu, informasi penting mengenai situasi sekolah di NTT. Dari kejadian ini, kita diingatkan bahwa fasilitas pendidikan yang layak tidak hanya bersifat pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas perkembangan, keselamatan, serta motivasi belajar siswa. 3. Itu saja, Bu, informasi penting tentang kondisi sekolah di NTT. Kebijakan ini menjadi pengingat bahwa fasilitas pendidikan yang memadai bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi merupakan kebutuhan utama yang sangat berdampak pada tumbuh kembang, keamanan, dan antusiasme belajar anak. 4. Berikutnya, Ibu, informasi penting mengenai keadaan sekolah di NTT. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa fasilitas pendidikan yang baik bukan sekadar tambahan, namun merupakan kebutuhan pokok yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan, keselamatan, dan semangat belajar anak-anak. 5. Demikian, Bu, informasi penting tentang kondisi sekolah di NTT. Dari kejadian ini, kita disadarkan bahwa fasilitas pendidikan yang layak bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan, keamanan, dan motivasi belajar siswa.

TerPopuler