/2023/10/05/1818175781.jpg)
Bengkalispos.comSelama sekitar delapan jam saat beristirahat, tubuh mengalami sedikit kekurangan cairan yang menyebabkan volume darah menurun dan membuat kadar gula darah terlihat lebih tinggi.
Dilaporkan oleh situs Eating Well, pada hari Minggu, 1 Februari 2026, ahli gizi Lindsay Cohen menyatakan bahwa mengonsumsi smoothies yang mengandung protein, buah-buahan, sayuran kaya serat, serta lemak sehat sangat penting dan bernutrisi dalam membantu mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.
"Smoothie menyediakan cairan dalam jumlah yang besar, terutama jika menggunakan air atau susu kacang tanpa tambahan pemanis sebagai bahan utamanya, sehingga membantu menghindari dehidrasi," ujar Cohen.
Hidrasi tidak secara langsung menurunkan kadar gula darah, tetapi dapat membantu secara tidak langsung dengan mendukung kebiasaan yang konsisten, nafsu makan, dan fokus, yang semuanya berpengaruh pada pilihan makanan dan kebiasaan gaya hidup lainnya yang berperan dalam pengendalian gula darah, ujar Serena Pratt MS RDN.
Buah-buahan seperti blueberry, stroberi, dan blackberry memberikan rasa manis pada smoothie sambil menyediakan serat yang membantu memperkuat rasa kenyang serta mengatur kadar gula dalam darah, menurut Kimberly Gomer, MS, RD.
Serat membantu proses pencernaan dan memperlambat pengosongan isi lambung, sehingga memperlahan penyerapan gula ke dalam darah, yang mengakibatkan kenaikan kadar gula darah yang lebih perlahan.
Demikian pula, sayuran seperti bayam, kale, dan kembang kol yang dihancurkan memberikan serat tanpa menambahkan banyak gula.
Pratt menyatakan bahwa menambahkan beberapa jenis lemak sehat bisa membantu, karena lemak tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna dan dipecah, sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
"Menambahkan sumber lemak sehat, seperti selai kacang, biji chia atau biji rami, alpukat, atau yogurt Yunani yang kaya akan lemak dapat membantu memperlambat gerakan lambung, meningkatkan rasa kenyang, serta mendukung peningkatan kadar gula darah yang lebih stabil," ujar Pratt.
Mengonsumsi minuman smoothie yang mengandung protein dari yogurt Yunani, susu kedelai, susu sapi, dan bubuk protein di pagi hari mampu memberikan energi sepanjang hari, sekaligus meningkatkan rasa kenyang dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
"Protein dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat, dan ketika dikonsumsi bersama karbohidrat, bisa membantu mengurangi kenaikan kadar gula darah," ujar Cohen.
Ia juga menjelaskan bahwa protein dapat memicu pelepasan hormon yang memperlambat proses pengosongan lambung dan sebenarnya mampu meningkatkan respons insulin tubuh.
Saran lain mengenai minuman terbaik di pagi hari adalah air yang dapat membantu ginjal mengeluarkan kelebihan gula melalui urin serta menjaga volume darah yang ideal, teh hijau dan kopi tanpa pemanis, atau teh herbal.***