bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA,– Korps Marinir TNI AL menegaskan bahwa pelatihan komponen cadangan (Komcad) untuk pegawai negeri sipil (PNS) bukan dimaksudkan agar mereka menjadi prajurit aktif. Tujuan dari pelatihan ini adalah membentuk kesiapan, disiplin, serta pemahaman mengenai sistem pertahanan negara.Kepala Dinas Komunikasi Korps Marinir,Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan bahwa pendidikan Komcad bertujuan memberikan dasar pembekalan yang cukup bagi ASN jika negara memanggil. Pihaknya akan menyesuaikan materi dan fasilitas yang disediakan oleh Pasmar I untuk pelatihan ini.
Beberapa materi khusus yang akan diberikan oleh Korps Marinir antara lain penguatan karakter disiplin yang tinggi, kesetiaan, semangat pantang menyerah, ketangguhan di medan lapangan, serta pemahaman mengenai kekompakan tim (esprit de corps). Rana menekankan kepentingan pemahaman tentang kohesi tim meskipun peserta berasal dari latar belakang aparatur sipil negara.
Selain materi, fasilitas terbaik yang dimiliki Korps Marinir seperti lapangan, asrama, ruang kelas, serta tenaga medis juga akan digunakan. Rana memastikan adanya penyesuaian di segi kenyamanan dan keamanan mengingat peserta berasal dari kalangan sipil.
Sebelumnya, Kementerian Pertahananmenyatakan bahwa 2.000 Aparatur Sipil Negara akan mengikuti pelatihan di lima lokasi pelatihan TNI. Pelatihan tahap pertama direncanakan dimulai pada April 2026 dan berlangsung selama 1,5 bulan.
Kepala Divisi Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan,Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Siraitmenyatakan bahwa pelatihan ini akan diselenggarakan baik secara praktik maupun teori. Kemhan menyiapkan kuota sebanyak 4.000 peserta untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan pegawai negerinya.
Setiap hari Kamis, terdapat 987 Aparatur Sipil Negara yang telah terdaftar untuk mengikuti pelatihan gelombang pertama. Diharapkan pelatihan ini mampu membangkitkan semangat nasionalisme serta dedikasi dalam pelayanan kepada masyarakat dan negara di kalangan ASN.
Isi ini disusun dengan dukungan teknologi AI.