Malam Nisfu Syaban: 6 Amalan Penuh Keberkahan, Baca Yasin dan Perbanyak Shalat Sunnah -->

Malam Nisfu Syaban: 6 Amalan Penuh Keberkahan, Baca Yasin dan Perbanyak Shalat Sunnah

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026
Malam Nisfu Syaban: 6 Amalan Penuh Keberkahan, Baca Yasin dan Perbanyak Shalat Sunnah

SORONG.COM- Berikut enam kegiatan yang dilakukan pada nisfu Syaban yang bisa dilakukan oleh umat Islam, jangan sampai terlewat.

Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada hari Selasa, 3 Februari 2026, sehingga malam Nisfu Syaban dimulai dari waktu maghrib pada Senin, 2 Februari 2026.

Malam Nisfu Syaban dimulai ketika matahari tenggelam (Maghrib) pada malam ke-15 bulan Syaban.

Secara turun-temurun, nisfu Syaban dianggap sebagai salah satu masa paling baik untuk berdoa kepada Allah.

Banyak ulama mengatakan bahwa malam ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, membaca Al-Qur'an, serta melakukan amalan-amalan sunnah.

Di berbagai wilayah, umat Muslim juga melaksanakan doa bersama guna meminta perlindungan, keselamatan, serta kelancaran rezeki.

Banyak perbuatan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat Islam pada malam Nisfu Syaban.

1. Membaca Kitab Yasin (3 Kali)

Amalan yang sering dilakukan adalah membaca Surat Yasin tiga kali setelah shalat Maghrib atau Isya:

Yasin Pertama: Niat meminta umur panjang dengan tetap taat kepada Allah SWT.

Yasin Kedua: Niat meminta rezeki yang halal, berkah, serta melimpah.

Yasin Ketiga: Niat meminta kekuatan iman dan kematian yang baik.

Setelah selesai membaca, disarankan untuk membaca doa Nisfu Syaban.

2. Meningkatkan pembacaan istighfar dan tobat

Manusia tidak dapat terlepas dari kesalahan, sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa meminta pengampunan kepada Allah SWT pada malam Nisfu Syaban.

3. Melaksanakan Shalat Sunnah

Menghidupkan malam melalui shalat sunnah (2 hingga 8 rakaat atau lebih).

Beberapa jenis shalat yang dapat dilakukan:

Shalat Hajat.

Shalat Tasbih.

Shalat Tahajud.

Niat Sholat Nisfu Syaban (2 Rakaat):

Saya melaksanakan shalat sunnah Nishfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Maknanya: "Aku berniat shalat sunnah nisfu syaban dua rakaat karena Allah Taala".

4. Membaca Doa pada Pertengahan Syaban

Membaca doa khusus pada malam Nisfu Syaban yang berisi permohonan pengampunan, berkah, dan kelimpahan rezeki.

Ya Allah, Tuhan yang memberi nikmat dan tidak menerima nikmat dari siapa pun, Tuhan yang memiliki kemuliaan dan kehormatan, Tuhan yang luas dan penuh kasih sayang. Tidak ada tuhan selain Engkau, pelindung orang-orang yang terlantar, tempat berlindung bagi yang meminta perlindungan, dan tempat berlindung bagi orang-orang yang takut. Ya Allah, jika Engkau telah menulisku di sisi-Mu dalam Kitab yang Agung sebagai orang yang sengsara, terasing, atau terbatas rezekinya, maka hapuslah kesengsaraanku, kehilangan kuasa, dan keterbatasan rezekiku dalam Kitab yang Agung itu. Tuliskanlah aku sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan berhasil melakukan kebaikan. Karena Engkau telah berfirman, dan perkataan-Mu adalah benar dalam Kitab-Mu yang diturunkan melalui lisan Nabi-Mu yang terpilih: "Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya ada Kitab yang Agung." Dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan kepada semua yang mengikuti beliau. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Ya Allah, Tuhan yang memberi kekuatan dan tidak pernah lelah atas-Mu, Tuhan yang memiliki kemuliaan dan kehormatan, Tuhan yang mempunyai kekuatan dan kelimpahan, tiada tuhan selain Engkau, yang menampakkan kebenaran bagi orang-orang yang berdosa dan menjadikan aman bagi para pengungsi serta tempat perlindungan bagi orang-orang yang takut. Ya Allah, jika Engkau telah menuliskanku di sisi-Mu dalam kitab yang penuh kesengsaraan atau terlarang atau ditentukan bagiku dalam rezeki, maka hapuskanlah kesengsaraanku, larangan dan keterbatasan rezekiku, dan tuliskanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang diberi rezeki dan diberi kelancaran untuk melakukan kebaikan. Sesungguhnya Engkau berfirman, dan firman-Mu adalah benar dalam kitab yang diturunkan kepada lisan utusan-Mu, "Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya ada kitab yang asli." Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Maksudnya, "Wahai Tuhanku yang penuh kasih dan memberi, Engkau tidak pernah diberi. Wahai Tuhan yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan yang memberi segala kekayaan dan nikmat. Tidak ada tuhan selain Engkau, pelindung bagi yang memohon pertolongan, tempat perlindungan bagi yang mencari perlindungan, dan tempat aman bagi yang takut. Tuhan-Ku, jika Engkau menulisku di sisi-Mu dalam Lauh Mahfuzh sebagai orang sial, celaka, atau orang yang rezekinya sempit, maka hapuskanlah kesialan, kecelakaan, dan kesempitan rezekiku dari Lauh Mahfuzh. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang beruntung, rezeki lancar, dan diberi kemampuan untuk berbuat baik karena Engkau telah berkata—dan perkataan-Mu adalah benar—dalam kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul-Mu yang terpilih, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya terdapat Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah SWT."

5. Meningkatkan Zikir dan Permohonan Doa

Malam pertengahan Syaban merupakan waktu yang sangat dianjurkan.

Umat Muslim disarankan untuk meningkatkan dzikir, khususnya kalimat tauhid, shalawat kepada Nabi, serta membaca Ayat Kursi.

6. Membersihkan Hati 

Saling mengampuni dan memperbaiki hubungan antar saudara, karena pada malam ini catatan amal diangkat dan dosa-dosa dihapus kecuali bagi orang yang musyrik atau yang bermusuhan.

Pada hari berikutnya, umat Islam dapat menjalankan puasa Nisfu Syaban.

Puasa yang dilakukan secara sunnah pada bulan Syaban memiliki keistimewaan yang besar karena bulan ini merupakan waktu ketika amal baik diangkat kepada Tuhan.

Namun beberapa kelompok menekankan bahwa tidak ada perayaan tertentu yang bersifat wajib dilakukan secara berjamaah.

Namun tetap menyarankan peningkatan dalam ibadah secara umum (puasa, zikir, doa).(Sorong.com / Triroessita)

TerPopuler