Malioboro siap jadi kawasan pejalan kaki, area parkir wajib disiapkan -->

Malioboro siap jadi kawasan pejalan kaki, area parkir wajib disiapkan

6 Feb 2026, Jumat, Februari 06, 2026

jogja.Bengkalispos.com, YOGYAKARTA - Ikon pariwisata Kota Yogyakarta,Malioboro, ditujukan untuk bertransformasi menjadi area pejalan kaki penuh (full pedestrian) pada tahun ini. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari penataan ruang umum sekaligus upaya mengurangi emisi gas buang di pusat kota.

Kepala Sekretariat Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan bahwa rencana tersebut sebelumnya direncanakan terealisasi pada tahun 2025. Namun, situasi di lapangan memaksa pemerintah untuk menyesuaikan jadwal pelaksanaannya.

"Target awal sebenarnya adalah 2025, namun kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk dilaksanakan sepenuhnya. Tahun ini diharapkan sudah ada tanda-tanda kuat menuju kawasan pejalan kaki penuh," kata Ni Made, Selasa (3/2).

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan bahwa peralihan ini tidak akan mengabaikan sisi ekonomi. Ni Made memastikan bahwa kegiatan para pedagang kaki lima (PKL) serta urusan logistik usaha tetap akan diakomodasi melalui sistem pengaturan yang teratur.

“Saat Malioboro berubah menjadi kawasan pejalan kaki yang ramai, perlu dipastikan pengaturan parkir, logistik usaha, serta kegiatan pedagang tetap dapat diakomodasi dengan sistem yang terencana dan rapi,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan bahwa pembatasan ketat akan diberlakukan terhadap kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Selanjutnya, hanya transportasi yang ramah lingkungan yang akan diutamakan melewati kawasan tersebut.

"Jika Jalan Malioboro telah menjadi kawasan pejalan kaki yang penuh, kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar minyak tidak diperbolehkan masuk," katanya.

Penilaian dan Kendala Lahan Parkir

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat tergantung pada penyelesaian masalah kantong parkir.

Ia menyatakan bahwa hasil pengujian sebelumnya telah mengungkapkan masalah nyata yang perlu dicari solusinya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan persetujuannya terhadap hal tersebut. Berdasarkan evaluasi penerapan trotoar pada Desember 2025 lalu, ketersediaan lahan parkir menjadi catatan penting.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah melakukan evaluasi terhadap lokasi-lokasi yang mengalami kemacetan akibat penutupan jalan.

Saat ini sedang menimbang pengadaan ruang tambahan sebagai area parkir tetap.

Kawasan Ketandan dianggap sebagai salah satu pilihan utama sebagai tempat parkir cadangan untuk pengunjung Malioboro.

"Perlu dipersiapkan jauh-jauh hari, mungkin ada lokasi atau ruang yang bisa diperoleh, lalu digunakan sebagai tempat relokasi," tegas Hasto.(mcr25/jpnn)

TerPopuler