Mendekati Ramadhan, ekonom sarankan dua cara kendalikan kenaikan harga pangan -->

Mendekati Ramadhan, ekonom sarankan dua cara kendalikan kenaikan harga pangan

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026

Bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA -- Para ekonom menilai kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran masih dapat dikendalikan dengan memperkuat distribusi serta meningkatkan pasokan. Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menyatakan, dua langkah tersebut menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga di tengah peningkatan permintaan yang bersifat musiman.

"Untuk menekan kenaikan harga bahan pangan, diperlukan upaya mempercepat distribusi bahan pangan dari hulu hingga ke konsumen, serta meningkatkan pasokan bahan pangan melalui peningkatan produksi dan pengelolaan pasar," ujarnya, Senin (2/2/2026).

Esther mengatakan, harga bahan makanan biasanya meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran akibat naiknya permintaan dari masyarakat. Di sisi lain, pasokan cenderung tetap stabil karena kemampuan produksi dalam negeri biasanya tidak berubah seiring waktu.

Pada situasi itu, Esther menganggap Harga Eceran Tertinggi (HET) perlu diperbarui secara berkala dengan mempertimbangkan faktor musiman, seperti Ramadhan, Lebaran, Natal, dan hari besar lainnya. Menurutnya, kebijakan stabilitas pangan sering kali bersifat responsif.

Kebijakan stabilitas pangan sering kali bersifat reaktif karena pemerintah biasanya menerapkanceiling price(HET) sering tidak diindahkan oleh pedagang bahan makanan, karena biasanya harga HET lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga biasanya direspons dengan hilangnya bahan makanan di pasaran," kata Esther.

Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pokok secara langsung memengaruhi kemampuan beli masyarakat dengan penghasilan rendah, di mana sekitar 40-50 persen pendapatan mereka digunakan untuk kebutuhan pangan. Esther menyebutkan bahwa gejolak harga juga disebabkan oleh keterbatasan pasokan, meningkatnya permintaan, serta faktor musiman.

Menurut Esther, hingga saat ini inflasi masih dipengaruhi oleh bahan pangan dan transportasi, meskipun secara relatif sudah terkendali. Namun, di masa depan ada tiga ancaman yang perlu diperhatikan.

Pertama, meningkatnya persaingan geopolitik yang berisiko menaikkan harga energi dan bahan pangan impor seperti gandum, kedelai, serta bawang putih. Kedua, peningkatan permintaan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga, cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan gagal panen dan mengurangi pasokan di pasar.

Oleh karena itu, Esther menganggap tindakan pencegahan harus dilakukan sejak awal dengan menjaga ketersediaan melalui percepatan program swasembada pangan dan energi. Pemerintah juga diharapkan mempercepat distribusi serta mengurangi biaya logistik dengan perbaikan infrastruktur dan pemberian subsidi.

Selain itu, terkait MBG, Esther menyarankan adanya penilaian kembali agar program tersebut lebih fokus pada wilayah yang memiliki tingkat stunting tinggi, sehingga beban tambahan terhadap kebutuhan pangan bisa lebih dapat diatasi.

TerPopuler