
Perasaan kehilangan masih terasa dalam diri Sarwendah setelah kepergian ayahnya. Aktris yang lahir pada tahun 1989 ini mengakui masih menyimpan rasa sedih yang mendalam atas kematian ayahnya, Hendrik Lo, yang biasa dipanggil Yeye olehnya.
Ia menyampaikan, rasa sedih sering muncul setiap kali melihat gambar ayahnya yang telah meninggal.
"Setiap kali aku melihat foto Yeye, masih sangat menyedihkan bagi aku. Jadi terkadang, ketika melihatnya, aku berkata 'Ya, sudahlah' seperti itu," kata Sarwendah saat diwawancarai di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/2).

Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, rasa kehilangan juga terasa pada momen perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini. Sarwendah mengatakan suasana menjadi berbeda tanpa kehadiran ayahnya yang dikenal penuh semangat dan selalu memperkaya suasana keluarga.
Tentu saja (berbeda), mereka juga sudah mengatakan pasti bahwa ada Yeye yang lebih heboh lagi, lebih seru lagi, lebih meriah lagi. Karena Yeye adalah orangnyacheerful banget,” tuturnya.
Ia juga tidak menyangkal adanya kekosongan dalam perayaan tersebut.
"Jadi pasti ada rasa kehilangan, tapi tetap harus dijalani juga," tambahnya.

Meskipun demikian, Sarwendah menyatakan bahwa tradisi Tahun Baru Imlek di keluarganya tetap berlangsung seperti biasa. Hanya saja, menurutnya, ada perasaan yang berbeda tanpa kehadiran Yeye.
"Sebenarnya tradisinya masih sama saja. Hanya saja, ada perbedaan yang jelas, apakah Yeye hadir atau tidak," tutupnya.
Sebelumnya, ayah Sarwendah meninggal pada 19 Juli 2025 di usia 63 tahun. Berita duka ini diumumkan oleh Sarwendah melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.