
bengkalispos.com, PEKANBARU - Kota Dumai di Provinsi Riaumemiliki potensi yang besar sebagai tempat penyelenggaraan kegiatanwisatainternasional, karena berada di lokasi yang strategis dan dekat dengan negara tetangga, seperti wilayah Malaka, Malaysia.
Potensi tersebut semakin meningkat dan perlu dimanfaatkan secara maksimal, setelah izin operasional bandara di kawasan pesisir timur Sumatra kembali dikeluarkan.
Asosiasi Perusahaan Tour dan Travel Indonesia (Asita) Riau mengajak maskapai penerbangan untuk membuka jalur penerbangan ke Bandara Pinang Kampai Dumai agar membangkitkan sektor pariwisata serta perekonomian daerah.
Ketua Asita Riau Dede Firmansyah menyatakan bahwa Dumai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata serta pusat kegiatan yang berskala nasional maupun internasional. Namun, pemanfaatan potensi tersebut memerlukan adanya dukungan koneksi udara yang memadai.
"Pada masa sebelum wabah Covid19, sudah terdapat rute penerbangan Dumai–Batam dan Dumai–Medan, bahkan Dumai–Jakarta melalui Halim Perdana Kusuma oleh TransNusa. Artinya, secara pasar sebenarnya sudah pernah ada," kata Dede, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, ASITA Riau dalam waktu dekat juga akan mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota Dumai guna membahas strategi pengembangan pariwisata serta keterhubungan udara.
Ia menilai, kerja sama antara asosiasi, maskapai penerbangan, dan pemerintah daerah menjadi kunci pemulihan operasional bandara tersebut.
"Kami berkeinginan untuk bertemu dengan Wali Kota Dumai karena di sana terdapat banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Bahkan kami rencanakan akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASITA di Dumai pada tahun 2027, insya Allah," ujarnya.
Dede menambahkan, letak geografis Dumai yang dekat dengan Malaysia menjadi keunggulan tersendiri. Masa depannya, ia berharap bisa melibatkan negara tetangga seperti Malaysia dan Malaka dalam berbagai kegiatan atau acara di Dumai.
"Dumai berdekatan dengan Malaysia. Jika banyak acara internasional diadakan, tentu sangat berpotensi menarik para wisatawan asing. Rute internasional yang pendek seperti ke Subang atau Malaka bisa menjadi kesempatan," katanya.
Selain itu, akses darat antara Dumai dan Pekanbaru yang kini semakin mudah melalui jalan tol juga menjadi salah satu faktor pendukung. Namun, ia mengakui masih ada keterbatasan di sisi infrastruktur bandara Dumai, khususnya panjang landasan hanya mencapai 1.800 meter yang memengaruhi jenis pesawat yang dapat beroperasi. Selain itu, kemudahan akses darat dari Dumai ke Pekanbaru melalui jalan tol juga turut mendukung perkembangan wilayah tersebut. Namun, ia mengakui bahwa infrastruktur bandara Dumai masih memiliki keterbatasan, terutama panjang landasan yang hanya sepanjang 1.800 meter, sehingga membatasi jenis pesawat yang bisa mendarat. Selain itu, akses darat antara Dumai dan Pekanbaru yang kini lebih mudah karena adanya jalan tol juga menjadi salah satu faktor pendukung. Namun, ia mengakui bahwa infrastruktur bandara Dumai masih memiliki keterbatasan, khususnya panjang landasan yang hanya mencapai 1.800 meter, yang memengaruhi jenis pesawat yang dapat beroperasi.
“Pesawat jenis ATR memiliki kapasitas sekitar 78–80 penumpang dan cocok beroperasi di Bandara Dumai. Jika ada acara besar yang sering diadakan dan menarik banyak wisatawan, maka potensi pengembangannya sangat besar. Oleh karena itu, kami juga akan mengundang maskapai seperti TransNusa dan Wings Air untuk melihat peluang ini,” katanya.
Ia memberikan contoh berbagai kegiatan di Dumai yang berhasil menarik perhatian masyarakat, termasuk dengan mengundang artis nasional seperti Wali Band yang memiliki basis penggemar yang cukup besar di Malaysia.
"Jika artis yang memiliki banyak penggemar di Malaysia diundang tampil di Dumai, mengapa tidak sekaligus kita ajak wisatawan dari Malaysia datang langsung? Ini bisa menjadi strategi yang kuat dalam bidang pariwisata acara," tambahnya.
ASITA Riau berharap, melalui kolaborasi yang terjalin dan jadwal kegiatan yang terorganisir, operasional penerbangan di Dumai dapat kembali pulih dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah pesisir tersebut.
Sebelumnya telah diumumkan bahwa izin operasional Bandara Pinang Kampai secara resmi dikeluarkan. Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bekerja sama dengan Pelita Air Service yang ditunjuk oleh Pertamina akan berkolaborasi dalam pengelolaan operasional bandara tersebut.
Meskipun izin telah diperoleh, Pemko Dumai kini mengambil tindakan cepat dengan melakukan langkah strategis guna menarik perhatian maskapai untuk segera membuka rute penerbangan dari dan ke Dumai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Said Effendi, menjelaskan secara teknis bahwa Bandara Pinang Kampai memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 1.800 meter. Berdasarkan spesifikasi tersebut, bandara saat ini mampu melayani pesawat jenis Fokker maupun jet pribadi serta jet regional.
"Untuk pesawat dengan badan lebar seperti Boeing atau Airbus memang belum mungkin. Namun, infrastruktur yang tersedia sudah cukup memadai untuk pesawat jet regional dan Fokker," kata Said.
Saat ini, Dinas Perhubungan Dumai sedang melakukan komunikasi yang intensif dengan beberapa maskapai nasional untuk mengisi jadwal penerbangan di Bandara Pinang Kampai. Beberapa maskapai yang terlibat dalam pembicaraan antara lain TransNusa dan Lion Air.
Sementara rute rencana yang sedang dipertimbangkan mencakup Dumai–Batam (PP), Dumai–Medan (PP), dan Dumai–Jakarta (PP) apabila secara teknis dapat dilakukan.
Said berharap komunikasi dengan maskapai dapat menghasilkan keputusan dalam waktu dekat, khususnya untuk memanfaatkan momentum mudik Lebaran tahun ini.
"Tujuan kami, semoga menjelang mudik Lebaran, maskapai sudah mulai beroperasi sehingga mempermudah masyarakat Dumai yang ingin kembali ke kampung halaman dengan lebih efisien," tambahnya.
Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menyambut baik penerbitan izin operasional tersebut. Ia menegaskan bahwa kembali beroperasinya Bandara Pinang Kampai menjadi prioritas pemerintah daerah karena memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan masyarakat dan perkembangan ekonomi.
"Bandara ini masih sangat diperlukan oleh masyarakat. Dengan pengelolaan bandara oleh Pelita Air Service bersama Pemko Dumai, kita berharap koneksi udara di Kota Dumai segera pulih," ujar Sugiyarto.