Menikmati Massimo Freddo di Roemah Koffie, Kopi Dingin yang Memiliki Nuansa Budaya -->

Menikmati Massimo Freddo di Roemah Koffie, Kopi Dingin yang Memiliki Nuansa Budaya

1 Feb 2026, Minggu, Februari 01, 2026

Bengkalispos.com, JAKARTA - Di tengah dunia industrikopisemakin kompetitif, inovasi tidak cukup mengandalkan rasa saja. Konsumen saat ini mencari pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari kisah di balik produk, nilai budaya yang dihadirkan, hingga dampak sosial yang ditimbulkan.

Inilah pendekatan yang diambil oleh Roemah Koffie melalui produk Massimo Freddo, seri kopi dingin yang menggabungkan pengaruh internasional dengan ciri khas Nusantara. Massimo Freddo terinspirasi dariFreddo, kopi tradisional Yunani berbasis espresso yang difrothhingga memiliki tekstur krim dan disajikan dalam keadaan dingin.

Namun, alih-alih hanya meniru resep dari luar, Roemah Koffie memutuskan untuk menggunakan biji kopi Indonesia, menciptakan versi yang baru namun tetap berakar pada kekayaan lokal.

Ide Massimo Freddo lahir dari partisipasi Roemah Koffie dalam HORECA Expo di Athena, Yunani, pada Februari 2025. Pada acara tersebut, Roemah Koffie memperkenalkan kopi Indonesia kepada para pemangku industri hotel, restoran, dan kafe Eropa. Di sana, tim Roemah Koffie bertemu dengan Massimo, orang yang kemudian menjadi inspirasi penamaan menu ini.

Massimo memperkenalkan metode pembuatan Freddo sambil mendorong eksplorasi penggunaan biji kopi Indonesia. Campuran ini mendapatkan respons yang baik dan diperkenalkan kepada komunitas profesional kopi di Eropa. Pengalaman ini membuka wawasan baru bagi Roemah Koffie mengenai potensi kopi Nusantara di kancah internasional.

"Pengalaman di Athena memperluas wawasan kami bahwa kopi Indonesia memiliki ciri khas yang sangat kuat dan cocok untuk pasar global, selama diolah dengan metode yang tepat," kata Felix TJ, CEO Roemah Koffie.

Setelah kembali dari Yunani, konsep Freddo dikembangkan menjadi Massimo Freddo, minuman kopi dingin yang tidak hanya mengikuti tren minuman.cold brew atau iced coffeenamun juga menyajikan cerita lintas budaya.

Massimo Freddo hadir dalam tiga pilihan rasa, yaitu Aren yang menawarkan rasa manis seimbang dari gula aren; Orange yang memberikan pengalaman segar berkat campuran espresso dan jeruk; serta Coconut dengan karakteristik tropis yang lembut. Menu ini bisa dipesan sebagai minuman individual atau dalam paket lengkap bersama scarf.

Massimo Freddo tersedia dalam paket bundling dengan harga Rp219.000 yang mencakup satu scarf dan satu jenis minuman kopi Massimo Freddo. Di sisi lain, bagi yang hanya ingin menikmati minumannya saja, Massimo Freddo bisa dibeli dengan harga Rp59.000.

Berbeda dengan peluncuran menu biasanya, Massimo Freddo sejak awal ditempatkan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial. Melalui inisiatif ini, Roemah Koffie mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemulihan petani kopi yang terkena dampak bencana di Sumatra.

Setiap pembelian Massimo Freddo menyisihkan dana sebesar Rp30.000 untuk mendukung proses pemulihan para petani kopi di Sumatra yang terkena dampak bencana. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kampanyeCup for Purposeyang sudah dijalankan oleh Roemah Koffie.

"Bagi kami, bisnis kopi tidak dapat dipisahkan dari para petani sebagai sumber utama. Dengan Massimo Freddo, kami berharap menghubungkan penggunaan di hilir dengan pemulihan kehidupan di hulu," ujar Felix.

Untuk memperkuat jati diri budaya, Roemah Koffie bekerja sama dengan Ghea Resort by Amanda Janna, merek mode yang terkenal konsisten dalam mengangkat motif tradisional Indonesia dalam desain yang modern. Kerja sama ini melahirkan scarf eksklusif dengan motif ulos, ditambahkan sentuhan geometris serta elemen alam seperti burung dan daun-daunan.

Sarung itu dikemas bersama Massimo Freddo, menciptakan pengalaman menikmati kopi yang tidak hanya bersifat konsumsi, tetapi juga penuh makna emosional dan kolektif.

"Kami berharap Massimo Freddo tetap membawa nuansa Indonesia, meskipun terinspirasi dari budaya luar. Kerja sama ini memudahkan penjelmaan nilai tersebut dalam bentuk visual dan pengalaman," kata Felix.

Pengalaman menikmati Massimo Freddo semakin luas berkat pendekatan yang melibatkan berbagai indra. Roemah Koffie bekerja sama dengan Boemi Botanicals dalam workshop pembuatanspray scentyang dipasangkan dengan syal Massimo Freddo. Workshop ini mengajak peserta untuk menjelajahi aroma yang terinspirasi dari biji kopi dan elemen alam, menciptakan pengalaman yang lebih pribadi dan kompleks.

Denis Surya, Manajer Komunikasi Pemasaran Roemah Koffie menyampaikan, Massimo Freddo menjadi simbol bahwa kebaikan tidak berhenti pada satu titik.

"Melalui kampanye ini, kami berharap dapat mengembalikan harapan bagi para petani kopi di Sumatra yang telah memberikan hasil terbaiknya untuk kita semua. Setiap cangkir dan setiap scarf yang terjual merupakan dukungan nyata dalam memperbaiki kehidupan para pahlawan asli kami," katanya.

TerPopuler