Menyambut Ramadan 1447 H dengan Semangat Perbaikan Diri -->

Menyambut Ramadan 1447 H dengan Semangat Perbaikan Diri

18 Feb 2026, Rabu, Februari 18, 2026

bengkalispos.com- Bulan Ramadan selalu datang sebagai kesempatan untuk merenung dan memperbaiki diri. Pada bulan yang penuh berkah ini, setiap umat Muslim diajak untuk kembali merapikan hati, memperbaiki niat, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Suasana yang lebih tenang, waktu yang terasa lebih bermakna, dan dorongan untuk meningkatkan amal kebajikan menjadikan Ramadan sebagai awal perubahan yang dinantikan setiap tahun.

Niat yang sama muncul dalam pikiran setiap Muslim saat menyambut datangnya Ramadan: ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih tekun beribadah. Namun, niat mulia ini sering bertemu dengan kenyataan sehari-hari. Tugas yang menumpuk, energi yang terbagi, serta kehidupan yang dinamis membuat usaha untuk memahami ajaran Al-Qur’an terasa tidak mudah. Bukan karena kurang semangat, tetapi karena sering kali muncul keraguan tentang dari mana memulai dan bagaimana menjaga konsistensi.

Pada titik ini, ngaji.ai menemukan peran yang paling sesuai. Dimulai sebagai aplikasi belajar mengaji, ngaji.ai kini berkembang menjadi teman ibadah harian yang selalu tersedia di tangan pengguna. Sampai saat ini, sebanyak 403 ribu pengguna telah menggunakan ngaji.ai, dengan sekitar 39 ribu di antaranya berlangganan layanan premium. Angka ini bukan hanya sekadar pencapaian, tetapi mencerminkan kebutuhan akan cara beribadah yang terasa lebih dekat, terarah, dan sesuai dengan kehidupan modern.

Fara Abdullah, Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, startup edukasi digital yang mengelola ngaji.ai, melihat masa ini sebagai kesempatan penting. “ngaji.ai ingin berkembang menjadi produk yang matang dari segi strategi, memberikan dampak nyata bagi pengguna, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Antusiasme pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendamping ibadah yang sesuai konteks benar-benar ada. Banyak orang ingin hidupnya lebih selaras dengan nilai Al-Qur’an, tetapi merasa kewalahan. ngaji.ai hadir bukan untuk menghakimi atau membebani, tetapi untuk menemani. Perlahan, konsisten, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” katanya. Berbekal pengalamannya dalam mengelola aplikasi panduan gaya hidup Muslim skala global, Fara optimis bahwa ngaji.ai siap melangkah lebih jauh.

Bagi banyak pengguna, kehadiran ngaji.ai membuat ajaran Al-Qur'an terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak lagi muncul sebagai beban berat yang menakutkan, melainkan sebagai langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan setiap hari. Semua diatur secara rapi, sehingga pengguna tidak perlu merasa kewalahan menghadapi berbagai amalan dan petunjuk. Satu aplikasi, satu fokus, satu usaha dalam satu waktu.

Seiring berjalannya waktu, ngaji.ai berkembang bersama penggunanya. Tidak hanya dari segi jumlah, tetapi juga dari cara penggunaan aplikasi ini. Rata-rata durasi penggunaan harian mencapai lebih dari tujuh menit per pengguna. Angka yang tampak sederhana, namun memiliki makna yang besar karena menunjukkan bahwa ngaji.ai benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan ibadah sehari-hari.

"Ini bukan aplikasi yang hanya dibuka sekali lalu ditinggalkan. Pengguna kembali setiap hari karena merasa didampingi," kata Vanya Sunanto, COO Vokal.ai.

Bersama Adhitya Zulfan, Kepala Pemasaran Vokal.ai, ia memandang keterlibatan ini sebagai tanda bahwa pendekatan yang diterapkan ngaji.ai sesuai dengan kebutuhan pengguna Muslim kontemporer di Indonesia.

Perubahan yang paling terasa muncul melalui peningkatan tampilan halaman beranda dan fitur-fitur baru: Sholat, yang membantu pengguna 'hadir' dalam ibadah wajib lima kali sehari; Doa, Dzikir, serta yang paling menarik, Ikhtiar. Dengan fitur Ikhtiar, pengguna tidak dihadapkan pada daftar panjang amalan yang melelahkan, tetapi diajak memilih satu fokus ikhtiar. Bisa sesederhana menjaga perkataan, lebih disiplin dalam salat tepat waktu, atau menyisihkan waktu untuk dzikir harian. Setiap ikhtiar dibagi ke dalam tugas-tugas kecil selama tujuh hari, sehingga prosesnya terasa ringan dan realistis.

Verti Tri Wahyuni, momfluencer (instagram @ve.idn) yang juga pengguna lama ngaji.ai mengalami perubahan ini secara langsung.

"Yang paling sulit dalam beribadah bukanlah niatnya, melainkan konsistensinya. Upaya di ngaji.ai membuat saya merasa tidak kesepian. Tujuan besar dibagi menjadi langkah-langkah kecil, sehingga terasa tidak memberatkan," katanya.

 

Bagi dia, ngaji.ai membantu menghubungkan antara mempelajari Al-Qur'an dengan menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan ini juga menjadi dasar bagi langkah-langkah ngaji.ai berikutnya. Tahun 2026 dianggap sebagai momen penting. Rencana untuk mengadakan kemitraan strategis dengan lebih banyak lembaga bisnis dan pemerintah telah dimulai dan dilaksanakan tahun ini.

Untuk jangka panjang, ngaji.ai juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas pasar ke Asia Tenggara, kawasan yang memiliki sekitar 290 juta penduduk Muslim. Semakin meningkatnya pemanfaatan teknologi AI, maka metode belajar dan beribadah masyarakat pun turut berubah.

"Kami yakin teknologi ini akan sangat bermanfaat bagi banyak individu dan institusi yang akan kami kembangkan kerja sama dengan mereka," ujar Fara Abdullah.

"Kami juga melihat peluang besar di masa depan untuk menyediakan pendamping ibadah yang memahami konteks budaya, ritme kehidupan, dan kebutuhan umat Muslim saat ini, baik di mana pun mereka berada," katanya lagi.

"Selain mengutamakan pengalaman pengguna, ngaji.ai juga memperluas dampaknya melalui kerja sama sosial. Salah satu kemitraan jangka panjang yang berjalan adalah dengan RumahZakat, yang kini memasuki tahun kedua. Kemitraan ini dimulai dari bantuan kemanusiaan untuk Palestina, melalui alokasi 25 persen dari pembelian langganan premium," kata Adhitya Zulfan.

Dengan berjalannya waktu dan mendapatkan respon yang baik dari pengguna, kerja sama tersebut berkembang ke sektor pendidikan, penanggulangan bencana, serta berbagai program Ramadan. Bagi ngaji.ai, ibadah bukan hanya tentang hubungan pribadi dengan Allah, tetapi juga melibatkan kepedulian sosial yang nyata.

Di sektor pendidikan, ngaji.ai berperan aktif dalam kerja sama dengan lembaga pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung.

Kerja sama dengan komunitas Muslim dan mitra gaya hidup seperti Noore Sport serta One Day One Juz juga dilakukan guna memperluas pemahaman terhadap Al-Qur'an dan menghubungkan ibadah dengan kehidupan sehari-hari Muslim perkotaan.

Menyambut bulan Ramadan 1447 H tahun ini, ngaji.ai mengajak umat Muslim memandang bulan suci ini sebagai awal, bukan titik akhir. Awal untuk menciptakan kebiasaan ibadah yang tetap, teratur, dan terasa dekat.

Kini, untuk hidup lebih dekat dengan Al-Qur'an, tidak perlu menunggu waktu luang yang sempurna. Cukup dengan membuka genggaman, dan berjalan perlahan, satu usaha di satu waktu," tambah Vanya Sunanto.

TerPopuler