MGPA gelar Pertamina Six Hours Endurance, lomba ketahanan 6 jam pertama di Mandalika -->

MGPA gelar Pertamina Six Hours Endurance, lomba ketahanan 6 jam pertama di Mandalika

1 Feb 2026, Minggu, Februari 01, 2026
MGPA gelar Pertamina Six Hours Endurance, lomba ketahanan 6 jam pertama di Mandalika
Ringkasan Berita:
  • MGPA menyelenggarakan Pertamina Six Hours Endurance pada 1 Februari 2026, menjadi lomba ketahanan 6 jam pertama di Sirkuit Mandalika.
  • Lomba yang diikuti oleh 29 pembalap menggunakan sistem tim yang terdiri dari 2 hingga 3 pembalap per mobil dalam kelas 1.200 cc dan 1.500 cc.

Pengarang berita Lombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

LOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH –Mandala Grand Prix Association (MGPA) pada kali pertamanya menyelenggarakan lomba balap mobil dengan nama Pertamina Six Hours Endurance yang diadakan pada 1 Februari 2026 di Sirkuit Mandalika.

Lomba mobil tahan lama selama enam jam ini menjadi babak baru bagi industri otomotif di Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus menandai kembalinya even balapan tahan lama di Indonesia.

Meski berlangsung selama enam jam, lomba ini tidak dijalani secara terus-menerus oleh satu pembalap.

Setiap kendaraan diisi oleh dua hingga tiga pembalap yang bergantian mengemudikan mobil, termasuk melakukan strategi pergantian ban dan pengisian bahan bakar.

Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah lari terbanyak yang berhasil diselesaikan dalam waktu enam jam balapan.

"Ini merupakan ajang balap endurance enam jam pertama yang diselenggarakan di Mandalika. Sebelumnya memang pernah diadakan di Indonesia, khususnya di Sirkuit Sentul," kata Vice President Business Development MGPA, Rully Habibie, saat diwawancarai Lombok.com, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Rully, tim saat ini masih dalam proses penyesuaian terhadap ritme balapan yang berbeda dibandingkan dengan balapan sprint biasanya.

"Walaupun selama enam jam, satu mobil dapat diisi oleh dua atau tiga pembalap. Terdapat waktu untuk pergantian pembalap, ganti ban, serta strategi lainnya," katanya.

Ada sebanyak 29 pembalap yang ikut berpartisipasi dalam ajang pertama ini. Mobil yang diperlombakan dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu kelas 1.200 cc dan 1.500 cc.

Semua kendaraan dan tim pendukung disiapkan secara mandiri oleh setiap tim. Menariknya, meskipun sebagian besar peserta berasal dari Indonesia, beberapa tim juga menggandeng mitra atau pembalap kedua dari Asia hingga Eropa.

"Para pesertanya sebagian besar adalah orang Indonesia, tetapi juga ada yang membawa mitra dari Asia, bahkan Eropa," kata Rully.

Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi latihan yang digunakan untuk mencoba dan belajar, khususnya dalam menentukan waktu pergantian pembalap serta teknik pit stop.

Mengenai kondisi sirkuit, pihak penyelenggara mengatakan tidak ada keluhan signifikan dari para pembalap.

"Secara umum belum ada keluhan, hanya masalah penyesuaian waktu dan ritme balapan," katanya.

Pelaksanaan ini berawal dari keinginan pihak penyelenggara untuk membangkitkan kembali tradisi lomba balap tahanan di Indonesia.

Karena kondisi sirkuit lain belum siap, Mandalika menjadi tempat yang spesial untuk memulai kembali momentum ini.

Panitia penyelenggara berharap keberhasilan ajang pertama ini mampu menarik lebih banyak peserta pada masa depan.

"Harapan kami ke depan, kami dapat lebih meningkatkan aktivitas daya tahan lainnya," tutupnya.

TerPopuler