
PRIANGAN.COM - Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah ibadah selama Ramadan adalah sesuatu yang harus dilakukan.
Di manakah kesadaran dalam diri seorang muslim untuk beribadah dan mengumpulkan kebaikan sebanyak mungkin perlu ditanamkan.
Karena puasa merupakan ibadah yang pahalanya tidak bisa dibandingkan dengan ibadah lainnya.
Di mana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Rasulullah, dalam hadis yang shahih yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim:
Segala perbuatan baik yang dilakukan keturunan Adam adalah miliknya sendiri, dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali hingga 700 kali lipat. Namun, ibadah puasa adalah milik Allah dan akan langsung dibalas. Karena pahala besar yang diperoleh seseorang yang menahan diri dari makanan dan minuman hanya karena Allah. Terdapat dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, yaitu saat berbuka dan saat bertemu dengan Allah.
Ini menjadi patokan penting bagi setiap umat Islam yang berpuasa, karena ia bukan hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga memiliki peran lain di sisi Tuhan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Banyak perbuatan atau ibadah yang dapat dilakukan pada bulan yang baik ini, salah satunya adalah dengan mendengarkan kultum atau ceramah.
Agar memudahkan pengguna, Priangan.com telah menyusun sebuah naskah khutbah Ramadhan yang dapat digunakan setelah melaksanakan salat lima waktu berjamaah atau saat mendekati shalat tarawih di malam hari Ramadan, dengan judul "Meningkatkan Iman Selama Ramadhan Melalui Puasa Mata".
Perkuat Keyakinan di Bulan Ramadan Melalui Puasa Mata
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Penglihatan adalah salah satu anugerah Tuhan yang sangat besar. Dengan penglihatan, kita mampu melakukan berbagai kegiatan. Penglihatan juga dapat membawa kita ke surga atau menghancurkan kita dengan neraka. Semua tergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan oleh mata.
Salah satu hal yang perlu dihindari oleh mata adalah melihat hal-hal yang tidak halal. Terlebih ketika kita sedang berpuasa, maka puasa mata menjadi sebuah latihan berat dalam mendidik jiwa yang taat. Karena tujuan puasa adalah mencapai tingkat mutaqin.
Jamaah yang berbahagia,
Puasa mata memang lebih berat di masa kini, karena manusia diciptakan untuk tertarik pada lawan jenis. Di zaman sekarang, kebanyakan perempuan telah kehilangan rasa malu. Mereka keluar rumah dengan pakaian yang terbuka auratnya. Mereka bisa ditemui di mana-mana; di televisi, internet, koran, majalah, kendaraan umum, sekolah, kampus, papan iklan, terutama di jalan raya atau pusat perbelanjaan (mall). Sepertinya tidak ada lagi tempat di dunia ini yang tidak dihiasi oleh perempuan yang mengumbar aurat, menunjukkan keindahan dan kecantikan tubuhnya.
Bahkan di tempat-tempat pengajian dan masjid, masih ada wanita yang tidak ragu menunjukkan bentuk tubuhnya dengan menggunakan jilbab yang modern, pakaian yang menggambarkan lekuk tubuh, serta wewangian yang terlalu mencolok. Jelas kondisi seperti ini menjadi tantangan berat bagi seorang muslim yang ingin menjaga kesempurnaan puasanya.
Karena itu, selain diwajibkan menjaga aurat dan penampilan yang sesuai dengan aturan agama, baik laki-laki maupun perempuan juga diharuskan mampu mengendalikan penglihatannya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.
Seperti yang dijelaskan oleh Allah dalam surat An-Nur, ayat 30-31: "Katakanlah kepada laki-laki: Hendaklah mereka menjaga penglihatan mereka dan menjaga kemaluan mereka, yang demikian lebih bersih bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan." Katakanlah kepada perempuan yang beriman: "Hendaklah mereka menjaga penglihatan mereka dan menjaga kemaluan mereka."
Mengendalikan pandangan tidak berarti menutup atau mengedipkan mata hingga tidak melihat sama sekali, atau hanya menunduk ke tanah, karena hal itu bukan maksud yang dimaksudkan, apalagi akan sulit dilakukan.
Namun yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepaskan kendalinya hingga menjadi tidak terkendali, mengawasi, serta menikmati keindahan atau ketampanan seseorang.
Rasulullah bersabda,
"Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak panah-anak panah setan. Siapa saja yang menundukkan matanya dari keindahan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan memasukkan rasa manisnya iman ke dalam hatinya hingga hari kiamat." (HR. Ahmad).
Para muslim dan muslimah yang dihormati oleh Allah,
Penglihatan perlu dijaga, karena banyak sekali dampak buruk yang bisa muncul darinya. Seorang penyair Arab berkata, "Semua bencana berasal dari pandangan, sebagaimana api besar berasal dari percikan api kecil. Betapa banyak pandangan yang masuk ke dalam hati seseorang, seperti panah yang dilepaskan dari busurnya. Semua bahaya bermula dari mata. Mudah untuk melakukannya, dan tampaknya tidak berbahaya saat dilihat. Namun, jangan menyambut gembira kesenangan sesaat yang kembali membawa malapetaka."
Selanjutnya, menurut Ibnul Qayyim, pandangan mata yang dilarang dapat menghasilkan aliran pikiran, sedangkan aliran pikiran melahirkan gagasan, dan gagasan tersebut memunculkan keinginan.
Keinginan dapat memicu hasrat, yang kemudian berkembang menjadi tekad kuat dan sering kali diwujudkan dalam bentuk perbuatan zina. Salah seorang penyair mengatakan, "Dimulai dari pandangan, senyuman, lalu salam, kemudian berbicara, membuat janji, akhirnya bertemu." Selain itu, menurut Hudzaifah, pandangan yang tidak baik dapat merusak amal ibadah. Ia menyatakan, "Siapa saja yang membayangkan bentuk tubuh wanita di balik pakaiannya, maka ia dianggap telah membatalkan puasanya."
Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menjaga mata adalah dengan selalu mengingat kehadiran Tuhan dan menghindari penyebab yang menyebabkan pandangan terbuang. Segera alihkan pandangan ketika secara tidak sengaja melihat sesuatu yang dilarang. (*)
Lihat artikel lain dari Priangan.com di Google News