
Ringkasan Berita:
- Nurul Akmal secara resmi ditunjuk sebagai PPPK Paruh Waktu, tetapi posisi ini menimbulkan ketidakpuasan.
- Atlet tersebut merasa perlakuan yang diterimanya tidak sebanding dengan prestasi internasional yang telah dicapainya.
- Nurul Akmal adalah atlet Aceh pertama yang tampil di Olimpiade setelah 33 tahun dengan prestasi yang mengesankan.
JATENG.COM - Atlet angkat besi andalan Indonesia yang berasal dari Aceh, Nurul Akmal, secara resmi ditunjuk sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Pengangkatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (29/1/2026) di Banda Aceh. Meskipun demikian, posisi yang diperolehnya justru menimbulkan rasa kekecewaan dalam hati atlet angkat besi nasional tersebut.
Perasaan itu terlihat dari unggahan Nurul Akmal melalui akun Instagram pribadinya, @nurulakmal_12.
Di unggahan tersebut, Nurul yang lulusan pendidikan tampak memakai seragam Korpri.
Ia mengekspresikan rasa terima kasih terhadap posisi yang diperolehnya, tetapi dengan menggunakan emoji sedih yang menggambarkan kekecewaan.
Kekesalan ini muncul karena Nurul merasa perlakuan yang diterimanya tidak sesuai dengan prestasi yang telah ia raih untuk Indonesia.
Beberapa atlet berprestasi lainnya dikenal menduduki posisi penting sebagai perwira TNI, anggota Polri, atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), sedangkan Nurul hanya memiliki status PPPK Paruh Waktu.
Keadaan itu juga mendapat perhatian dari pihak keluarga.
Ayah Nurul, Hasballah, menyampaikan harapannya agar perhatian pemerintah pusat lebih condong kepada atlet yang telah membanggakan nama bangsa di tingkat internasional.
Harapan Presiden RI Prabowo Subianto mendengar kisah ini.
Beberapa putra bangsa yang diabaikan meskipun telah memberi seluruh jiwa dan raganya untuk negara ini," ujar Hasballah, ayah Nurul Akmal, Sabtu (31/1/2026).
Pengalaman Nurul Akmal dalam olahraga angkat besi dimulai sejak tahun 2010, saat ia masih duduk di kelas satu SMA.
Kemampuannya pertama kali dikenali oleh pelatih angkat besi Aceh, Efendi Eria, yang melihat bakat luar biasa Nurul saat membantu mengangkut padi di desanya, Desa Serbajaman Tunong.
Ketekunan dan disiplin dalam berlatih membuat Nurul menciptakan sejarah yang penting.
Ia menjadi atlet angkat besi putri pertama Indonesia yang berhasil memenuhi syarat tampil di Olimpiade Tokyo 2020 di kelas berat, pencapaian yang jarang terjadi mengingat Indonesia biasanya lebih dikenal meloloskan atlet di kelas ringan.
Selain itu, partisipasi Nurul dalam Olimpiade juga menjadi momen penting bagi Aceh.
Ia menjadi atlet dari Aceh pertama yang tampil dalam ajang Olimpiade setelah menunggu selama 33 tahun.
Kumpulan prestasi Nurul Akmal semakin memperkuat perannya dalam dunia olahraga nasional.
Ia pernah memperoleh medali emas dalam Asian Games 2018 pada nomor uji coba, medali perak di Islamic Solidarity Games 2017, serta beberapa medali dalam SEA Games 2021 dan 2023.
Hasballah mengakui telah melakukan berbagai usaha agar putrinya dapat memperoleh jaminan masa depan sebagai pegawai negeri sipil.
Harapan yang pernah diharapkan kepada Presiden Joko Widodo sejak Olimpiade 2021 menghilang hingga masa jabatannya berakhir.
Harapan terakhir saya berada di tangan Presiden Prabowo.
Semoga diperoleh penyelesaian terbaik bagi Nurul.
Menjamin masa depan dan hari tua, kata Hasballah.
Bagi keluarga, posisi PPPK Paruh Waktu terasa tidak setara dengan pengorbanan Nurul yang telah membanggakan negara di tingkat internasional selama lebih dari satu dekade.
Profil Nurul Akmal
Nama: Nurul Akmal Tempat Lahir: Aceh, Tanggal Lahir: 12 Februari 1993
Cabang: Angkat Berat (lebih dari 87 kg)
Pencapaian Terkemuka: Medali Emas dalam Uji Coba Asian Games 2018, Medali Perak Islamic Solidarity Games 2017, Medali Perak SEA Games 2021 dan 2023, serta Peserta Olimpiade Tokyo 2020.
Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.com