Pemerintahan Pekalongan Raya Belajar dari PSEL Bogor Raya -->

Pemerintahan Pekalongan Raya Belajar dari PSEL Bogor Raya

7 Feb 2026, Sabtu, Februari 07, 2026

EMPAT wilayah di Jawa Tengah berencana mengadopsi inisiatif Kota Bogor dalam pengelolaan sampah menjadi sumber energi listrik atauPSEL. Hal tersebut terlihat ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kunjungan dari perwakilan pemerintah daerah di kawasan Pekalongan Raya yang terdiri dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.

Kepala Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menerima empat pemerintah daerah yang masing-masing diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepada Sekda Kota Bogor, para Kepala DLH menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan studi banding mengenai program PSEL.

Mereka menyampaikan bahwa para pemimpin daerah di wilayah Pekalongan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah sampah. Oleh karena itu, mereka melakukan kunjungan dan ingin mengambil pelajaran dari pengalaman Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan sampah yang berbasis teknologi.

Merespons hal tersebut, Denny Mulyadi menyampaikan bahwa pembangunan PSEL di Kota Bogor direncanakan akan dilakukan di dua tempat pengelolaan sampah, yaitu TPA Galuga dan TPPAS Lulut.NamboUntuk pengelolaan sampah di Bogor Raya. Saat ini telah terjalin perjanjian kerja sama (MoU) antara empat pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah tersebut, dengan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dari segi kepemimpinan sudah jelas, yang belum sepenuhnya selesai adalah teknis pelaksanaannya," ujarnya dalam keterangan di Balai Kota Bogor, Sabtu 7 Februari 2026. Ia menambahkan, "Koordinasi dengan pemerintah daerah yang terlibat dalam MoU, khususnya dari sisi administrasi, sudah baik. Harapan Bapak Wali Kota agar PSEL segera dibangun, sehingga dapat secepatnya dimanfaatkan oleh masyarakat.”

Denny menyampaikan bahwa masih ada beberapa wilayah di Jawa Barat yang belum memiliki area pengelolaan sampah. Agar operasional berjalan lancar, dilakukan pemeriksaan terhadap jumlah armada pengangkut sampah agar sesuai dengan kebutuhan, sekaligus memastikan kondisi kendaraan tetap dalam keadaan siap pakai.

Dalam pelaksanaan pemantauan, petugas kebersihan dan pengemudi angkutan sampah diminta untuk memanfaatkan sistem berbasis digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga pengelolaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

TerPopuler