Pemimpin DPRD Cianjur Tinjau Lokasi Longsor, Dorong Relokasi Warga Terdampak -->

Pemimpin DPRD Cianjur Tinjau Lokasi Longsor, Dorong Relokasi Warga Terdampak

7 Feb 2026, Sabtu, Februari 07, 2026
Pemimpin DPRD Cianjur Tinjau Lokasi Longsor, Dorong Relokasi Warga Terdampak

SURAT KABAR - PEMIKIRAN RAKYAT -Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, mengunjungi langsung tempat bencana longsor yang terjadi di Desa Campakawarna, wilayah Cianjur selatan, pada Jumat, 6 Februari 2026. Selain memberikan bantuan kemanusiaan, Metty menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemindahan penduduk sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga keselamatan warga.

Saat berkunjung, Bendahara Umum DPD Partai Golkar Jawa Barat ini didampingi oleh tim relawan dan tim sosial "Teh Metty Peduli". Mereka memberikan bantuan logistik berupa paket sembako, bantuan uang tunai, serta beberapa kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang terkena dampak.

Metty menyampaikan, kehadirannya di lokasi bencana bukan hanya sekadar tindakan formal, tetapi merupakan wujud tanggung jawab moral agar masyarakat tidak merasa kesepian saat menghadapi situasi sulit.

"Yang paling utama saat ini adalah memastikan masyarakat tetap tangguh, saling mendukung, dan tetap waspada. Kondisi cuaca belakangan ini memang mengharuskan semua pihak siap siaga," kata Metty saat melakukan peninjauan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi dikhawatirkan bisa memicu pergerakan tanah tambahan, khususnya di daerah selatan Cianjur yang memiliki kondisi geografis berbukit dan rentan terhadap bencana.

Dukung Langkah Relokasi

Merupakan tanggapan terhadap penanganan pasca-bencana, Metty menyatakan setuju dengan langkah Pemerintah Kabupaten Cianjur yang mengusulkan relokasi bagi warga yang terkena dampak.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur merencanakan pemindahan sebanyak minimal 15 rumah warga di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi tanah di kawasan tersebut dianggap tidak stabil dan sudah tidak layak untuk ditempati kembali.

"Kepentingan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penanganan pasca-bencana. Kami sepenuhnya mendukung langkah pemindahan penduduk untuk mengurangi kemungkinan bencana terulang," katanya.

Metty berharap, kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah, DPRD, relawan, dan komunitas masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan (recovery), baik dalam hal penyediaan tempat tinggal, pemulihan ekonomi, maupun penanganan trauma psikologis warga.

Menurutnya, maraknya kejadian bencana hidrometeorologi belakangan ini harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak mengenai pentingnya pengaturan ruang yang cerdas serta kesiapan dalam menghadapi perubahan iklim.

TerPopuler