bengkalispos.com, JAKARTA -Perjalanan Asia Tenggaramengarah pada pembangunan gedung bertingkat tinggi mencerminkan perubahan perkotaan dan ekonomi yang lebih luas di wilayah ini.
Dilaporkan oleh Seasia.stats, di Asia Tenggara terdapat bangunan-bangunan pertama di masing-masing negara Asia Tenggara yang melebihi ketinggian 100 meter, menjadi tanda sejarah ketika kota-kota mulai berkembang secara vertikal.
Mereka berdiri selama lebih dari lima dekade, mulai dari awal tahun 1970 hingga tahun 2024, menandai momen-momen ketika arsitektur modern, keuangan, dan ambisi perkotaan bertemu.
Di antara para pionir, Gedung Mandarin Singapore (South Tower) menonjol sebagai bangunan pencakar langit pertama yang tertinggi, dengan ketinggian 173 meter ketika selesai dibangun pada tahun 1973.
Diikuti oleh Latsavong Plaza, menara setinggi 138 meter yang selesai dibangun pada tahun 2024, menunjukkan betapa lambat namun cepatnya pertumbuhan bangunan bertingkat di Laos.
Melengkapi tiga bangunan tertinggi adalah Kantor Pusat Bangkok Bank, yang selesai dibangun pada tahun 1982 dengan ketinggian 134 meter, mencerminkan peran awal Bangkok sebagai pusat keuangan dan arsitektur regional.
Di luar tiga peringkat teratas, data menunjukkan bagaimana berbagai negara mencapai titik 100 meter pada waktu yang sangat berbeda.
Malaysia, Indonesia, dan Singapura telah melewatinya pada awal tahun 1970-an, sedangkan Kamboja dan Laos baru melakukannya beberapa dekade setelahnya. Bersama-sama, bangunan-bangunan ini mencerminkan cakrawala Asia Tenggara yang tidak merata tetapi terus berkembang—di mana setiap menara menjadi simbol perubahan dalam keyakinan diri, kemampuan, dan perspektif global sebuah kota.
Berikut adalah daftar 10 bangunan pencakar langit yang pertama dibangun di Asia Tenggara
