
Bengkalispos.com– PSIS Semarang merupakan tim Championship yang paling sering mengganti pelatih pada musim ini. Secara keseluruhan, tiga pelatih harus meninggalkan posisi kepelatihan Mahesa Jenar. Ketiganya dianggap gagal membawa PSIS meraih hasil terbaik.
Pelatih pertama yang dipecat adalah Kahudi Wahyu. Ia dinilai gagal setelah hanya memimpin PSIS dalam tiga laga awal. Berikutnya, jabatan tersebut diisi oleh Ega Raka, yang mengalami nasib serupa. Dalam delapan pertandingan, PSIS hanya mampu meraih dua hasil imbang, sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.
Kemudian, Jafri Sastra ditunjuk sebagai pelatih ketiga PSIS di musim ini. Harapan besar pun diberikan. Selain memiliki pengalaman, pelatih berusia 60 tahun tersebut mendapatkan dukungan dari manajemen baru, ditambah kedatangan beberapa pemain baru yang berasal dari Persela Lamongan.
Namun, usaha tersebut belum berhasil mengangkat PSIS dari posisi bawah klasemen. Setelah melatih Otavio Dutra dan rekan-rekannya dalam tujuh pertandingan dengan hasil tiga kemenangan dan empat kekalahan, Jafri Sastra akhirnya dipecat oleh manajemen.
"Manajemen PSIS dan Pelatih Jafri Sastra sepakat mengakhiri kerja sama sebagai pelatih utama setelah melalui evaluasi yang telah dilakukan," kata Asisten Manajer PSIS, Reza Handhika.
Evaluasi ini dilakukan setelah PSIS kalah dari Kendal Tornado FC pada Sabtu (30/1) lalu di markas sendiri dengan skor 0-3. Pemecatan Jafri Sastra dianggap sebagai tindakan penyelamatan bagi PSIS menjelang putaran ketiga.
Manajemen tidak menginginkan tim andalan masyarakat Semarang terus berada di dasar klasemen dan menghadapi ancaman degradasi. "Ini dilakukan guna meningkatkan kinerja PSIS pada putaran berikutnya," katanya.