:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260226_Masjid-Muhammad-Cheng-Ho.jpg)
JATENG.COM, PURBALINGGA- Masjid Muhammad Cheng Ho di Kabupaten Purbalingga awalnya didirikan oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Purbalingga.
Penggagasnya bernama Thio Hwa Kong atau Herry Susetyo, seorang mualaf keturunan Tionghoa.
Namun di balik megahnya masjid yang memiliki arsitektur Tiongkok, terdapat peran seorang muslim dermawan dari Kota Pekalongan.
Namanya H Achmad Zaky Arslan Djunaid.
Lalu siapakah sosok tersebut?
Ketua Takmir, Untung Supardjo (83) menyatakan bahwa kedatangan H Achmad Zaky Arslan Djunaid berkontribusi dalam pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho sebagai anugerah dari Allah SWT.
Masjid yang dimulai dibangun pada tahun 2005 pernah terhenti pada tahun 2007 akibat tidak adanya dana.
Namun kemudian mendapatkan bantuan pada tahun 2010 dan dinyatakan selesai pada tahun 2011.
"PITI Purbalingga tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan, akhirnya terhenti di tengah jalan. Alangkah baiknya ada Pak Zaky," katanya kepadabanyumas.com, Kamis (26/2/2026).
Beruntung menyebutkan, Achmad Zaky Arslan Djunaid yang telah berkontribusi dalam pembangunan adalah seorang pengusaha.
Ia juga merupakan pemilik dari Kospin Jasa serta RS HA Zaky Djunaid.
Anaknya menjabat sebagai Wali Kota Pekalongan.
Achmad Alf Arslan Djunaid masa jabatannya 2016-2021, sementara Achmad Afzan Arslan Djunaid menjabat dua periode, yaitu 2021-2024 dan 2024-2029.
"Anak Pak Zaky juga menjabat sebagai Wali Kota Pekalongan," katanya.
Menurut Untung, setelah mendapatkan bantuan, pembangunan masjid selesai dalam jangka waktu 10 hingga 12 bulan.
Ia memperkirakan dana yang disalurkan oleh Pak Zaky pada masa itu sekitar Rp4 miliar.
"Sehingga pembangunan berjalan cepat. Setelah itu peresmian dihadiri oleh 5.000 orang, hal ini juga ditanggung seluruhnya oleh Pak Zaky," katanya. (fba)