Strategi Merek Lokal Manfaatkan Peluang Era Social Commerce -->

Strategi Merek Lokal Manfaatkan Peluang Era Social Commerce

13 Feb 2026, Jumat, Februari 13, 2026

bengkalispos.com,JAKARTA - Pendekatan perkembangan merek ataubrandlokal di era digital sedang mengalami perubahan. Jika sebelumnya visibilitas dan penjualan sangat tergantung pada iklan serta pencarian dimarketplace,kini konten menjadi jalur utama dalam transaksi.

Video pendek, live streamingdan konten yang berbasis pengalaman mengajak konsumen menemukan produk secara alami, bahkan sebelum mereka berniat untuk membeli.

Perubahan ini menandai penguatannya social commercesebagai strategi inti dalam pemasaran merek. Kegiatan pembelian kini tidak lagi dimulai dari kebutuhan, tetapi berasal dari paparan konten yang sesuai dengan minat dan gaya hidup konsumen. Dalam hal ini, konten tidak hanya berperan sebagai alat promosi, tetapi telah menjadi bagian dari mesin penjualan.

Pola discovery commercememinta merek untuk mengubah strategi pemasaran. iklan satu arah semakin kehilangan efektivitasnya jika tidak diiringi dengan cerita dan interaksi yang sesuai konteks. merek dituntut mampu menjelaskan nilai produk, cara penggunaan, hingga relevansinya dalam kehidupan sehari-hari secara cepat dan tulus.

Stephanie Susilo, Direktur Eksekutif Tokopedia E-commerce Indonesia, mengatakan perubahan ini mendorong lahirnya sistem digital yang lebih kolaboratif dan saling terhubung.

"Tahun 2025 merupakan tahun perkembangan dan keterhubungan, di mana ekosistem e-commerce semakin memperkuat posisinya dalam menghubungkan jutaan pedagang dengan pelanggan," katanya.

Bagi brand lokal, social commercemenawarkan dua keunggulan utama sekaligus: efektivitas penghematan biaya pemasaran dan kedekatan dengan pelanggan. Konten memungkinkan merek menciptakan kepercayaan tanpa harus bergantung pada pengeluaran iklan yang besar. Interaksi yang terjadi juga memberi merek pemahaman lebih mendalam mengenai selera dan kebiasaan konsumen.

Strategi ini diambil oleh Sakura Baru, merek mukena yang berasal dari Tasikmalaya. Dengan pendekatan berbasis konten, brand ini berhasil memperluas cakupan pasar serta meningkatkan pemahaman konsumen terhadap produknya.

Konten berfungsi sebagai alat pendidikan dengan menunjukkan informasi mengenai bahan, peran, dan kelebihan produk agar memudahkan konsumen dalam membuat keputusan yang lebih percaya diri.

Pembuat Sakura Baru, H. Firman, menyatakan pendekatan ini memudahkan proses pembelian.

"Konsumen dapat memahami produk dengan lebih jelas dan langsung melakukan pembelian. Prosesnya menjadi lebih mudah dan meyakinkan," katanya.

Pendekatan yang sama digunakan oleh Jiniso Jeans,brandmode pakaian lokal yang menargetkan kalangan pemuda. Jiniso memanfaatkan konten visual danlive streaming untuk menampilkan sesi styling, mix-and-match,serta pemanfaatan produk dalam kegiatan sehari-hari. Pendekatan ini membantu pelanggan membayangkan produk secara konkret, sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan merek.

Pendiri dan CEO Jiniso Jeans, Roby Chandra, menganggap interaksi langsung sebagai komponen krusial dalam strategi pemasaran.

“Interaksi real-timemembuat merek lebih dekat dengan audiens serta memberikan wawasan langsung mengenai kebutuhan pelanggan," katanya.

Namun, pertumbuhan berbasis social commercejuga memerlukan dasar kepercayaan yang kokoh. Dari sudut pandang strategi merek, pengelolaan kepercayaan menjadi faktor penentu kelangsungan hidup. Kualitas produk, transparansi informasi, serta ketaatan terhadap aturan harus berjalan seiring dengan agresivitas pemasaran.

Stephanie menekankan bahwa keamanan dan ketaatan menjadi fokus utama dalam sistem digital.

“Dari Januari hingga Juni 2025, lebih dari 250.000 permohonan akun penjual yang tidak memenuhi standar kepatuhan telah diverifikasi, serta jutaan produk ditinjau sebelum dipublikasikan,” katanya.

Aspek perlindungan merek juga merupakan komponen penting dalam strategi perkembangan. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, Hermansyah Siregar, menganggap perlindungan kekayaan intelektual sebagai dasar daya saing merek lokal.

"Peningkatan perlindungan hak kekayaan intelektual merupakan kunci agar UMKM dan merek lokal dapat bertahan serta berkembang dalam ekosistem digital," katanya.

TerPopuler