Syakban Berakhir, Wahyu Khafidah Ajak Umat Persiapkan Ramadhan -->

Syakban Berakhir, Wahyu Khafidah Ajak Umat Persiapkan Ramadhan

6 Feb 2026, Jumat, Februari 06, 2026
Syakban Berakhir, Wahyu Khafidah Ajak Umat Persiapkan Ramadhan

Syakban Segera Berakhir, Dr Wahyu Khafidah Ajak Umat Islam Bersiap Menghadapi Ramadhann

Bengkalispos.comMemasuki minggu ketiga bulan Syakban, umat Muslim diingatkan untuk mulai mempersiapkan diri menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Bulan yang sering kali diabaikan ini sebenarnya memiliki makna yang penting sebagai masa peralihan dan persiapan rohani sebelum memasuki bulan penuh dengan pengampunan, kasih sayang, dan berkah.

Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr Wahyu Khafidah MA, mengingatkan umat Muslim agar tidak melupakan bulan Sya’ban sebagai tahap penting dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, memasuki minggu ketiga bulan Sya'ban menunjukkan bahwa Ramadhan semakin dekat.

Namun dalam kenyataannya, bulan Sya'ban sering kali tidak mendapat perhatian dari banyak orang, padahal Nabi Muhammad SAW justru sangat menghormati bulan ini.

"Jangan menyambut Ramadhan dengan biasa-biasa saja. Sambutlah ia dengan hati yang rindu, jiwa yang berkeinginan untuk berubah menuju kebaikan, dan tekad untuk kembali kepada Allah dengan lebih baik," kata Dr Wahyu, Kamis (5/2/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD) menyampaikan bahwa Sya’ban adalah masa menunggu atau tahap persiapan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Bulan ini merupakan masa peralihan dari hari-hari biasa menuju bulan yang penuh dengan pengampunan, kasih karunia, dan pembebasan dari api neraka.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah hati kita sudah siap menyambut bulan Ramadhan? Padahal para ulama terdahulu telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan,

"Bukan dengan semangat yang berlebihan, tetapi dengan melakukan taubat, membersihkan hati, memperbaiki shalat, serta berlatih berpuasa sunnah," jelasnya.

Al-Qur'an menekankan kehormatan bulan Ramadhan sebagai masa penurunan wahyu kepada umat manusia.

Bulan Ramadan merupakan (bulan) di mana Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia serta penjelasan mengenai petunjuk tersebut dan pemisah antara yang benar dan yang salah,QS Al-Baqarah ayat 185.

Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW dikenal sering melakukan puasa sunnah pada bulan Sya'ban.

Dalam sebuah hadis yang dikumpulkan oleh An-Nasa’i, “Rasulullah bersabda: Sya'ban merupakan bulan yang sering diabaikan oleh manusia, berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini, amal perbuatan dibawa kepada Allah, dan aku menginginkan ketika amalku dibawa, aku sedang dalam keadaan berpuasa.

Oleh karena itu, Dr Wahyu mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa bulan Sya’ban dengan beberapa aktivitas keagamaan, seperti meningkatkan istighfar dan tobat, melakukan evaluasi diri, merencanakan target ibadah yang sederhana, menjaga kualitas ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Jika selama ini kita terpisah, Ramadhan menjadi jembatan kembali. Jika selama ini kita lalai, Ramadhan merupakan alarm untuk menyadari. Jika selama ini kita lelah, Ramadhan adalah pelukan penuh berkah dari Allah,

"Maka sambutlah bulan Ramadhan dengan hati yang penuh kerinduan, jiwa yang siap berubah, dan tekad untuk menjadi hamba yang lebih baik," katanya.

Ia berharap bulan Ramadhan tahun ini tidak hanya menjadi kebiasaan biasa, tetapi menjadi titik perubahan dalam kehidupan bagi setiap umat Islam.

"Semoga Allah melimpahkan berkah pada sisa bulan Sya'ban kita, mengantarkan kita menuju Ramadhan, serta menjadikan Ramadhan ini sebagai kesempatan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik," ujar Dr Wahyu.(ar)

TerPopuler