Tahun Lalu Terekor, Gaikindo Percaya Penjualan Mobil 2026 Capai 850 Ribu Unit -->

Tahun Lalu Terekor, Gaikindo Percaya Penjualan Mobil 2026 Capai 850 Ribu Unit

10 Feb 2026, Selasa, Februari 10, 2026

Penjualan mobil di tingkat nasional mengalami penurunan pada tahun 2025. Namun, Wakil Ketua Pengembangan Pasar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto menyatakan keyakinannya bahwa penjualan mobil pada tahun 2026 dapat mencapai 850 ribu unit.

"Kami memiliki proyeksi penjualan sebesar 850 ribu unit, artinya kami cukup optimis bahwa kondisinya akan membaik dibandingkan tahun 2025," ujar Jongkie kepada bengkalispos.com/saat dijumpai di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Kamis (5/2/2026).

Meskipun demikian, Jongkie menyampaikan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi angka penjualan mobil. Terutama berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

"Banyak sekali faktornya. Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi? Pemerintah menyebutkan 5,2 persen. Alhamdulillah jika memang tercapai," katanya.

Selain itu, perubahan suku bunga bank juga berperan penting, karena memengaruhi kegiatan kredit mobil. "Suku bunga saat ini yaitu BI Rate 4,75, jika turun lagi di pertengahan tahun, akan lebih baik," tambahnya.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga dapat memengaruhi penjualan mobil. Oleh karena itu, menurut Jongkie, target 850 ribu unit merupakan perkiraan dari Gaikindo, namun tetap bisa terganggu oleh beberapa faktor yang telah disebutkan.

Mengamati pasar pada tahun 2025, asosiasi mencatat penjualan eceran sebanyak 803.687 unit. Angka ini mengalami penurunan sebesar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, yang tercatat sebanyak 865.723 unit.

Kondisi serupa juga terlihat pada penjualan ritel. Selama tahun 2025, penjualan dari diler kepada konsumen mencapai 833.692 unit. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6,3 persen dibandingkan penjualan ritel pada tahun 2024 yang berada di tingkat 889.680 unit.

Penurunan kemampuan belanja masyarakat, terutama kalangan menengah, merupakan salah satu faktor yang berdampak pada kinerja pasar.

TerPopuler