Teks Misa Minggu 1 Februari 2026, Pekan IV Tahun A -->

Teks Misa Minggu 1 Februari 2026, Pekan IV Tahun A

1 Feb 2026, Minggu, Februari 01, 2026
Teks Misa Minggu 1 Februari 2026, Pekan IV Tahun A

Oleh: P. Petrus Kristologus Dhogo, SVD

FLORES.COM, MAUMERE - Mari kita perhatikan teks misa sore hari Minggu tanggal 1 Februari 2026.

Misa sore hari Minggu lengkap dengan renungan harian Katolik.

Misa sore hari Minggu disusun untuk Masa Biasa IV Tahun A dengan warna liturgi hijau.

Misa sore hari Minggu disusun oleh Romo Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti perayaan misa pada sore hari Minggu dengan penuh keyakinan.

PERSIAPAN MISA

 

Petugas liturgi berkumpul di ruang jubah. Di atas meja perayaan tersedia lilin yang menyala mengelilingi salib.

Untuk membaca, siapkan Kitab Suci. Untuk lagu, bisa persiapkan buku lagu.

Sebisa mungkin, agar suasana lebih khusyuk, perangkat komunikasi dimatikan.

Saat memulai, Pemimpin (P) mengatakan, "Pembantu kita adalah Tuhan," dan yang lain menjawab, "Yang menciptakan langit dan bumi."

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka

01. Tanda Salib dan Sapaan

P : Dengan nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

U : Amin. 

P : Berkat rahmat Yesus Kristus, kasih Allah, dan kebersamaan Roh Kudus menyertai kita.

Sekarang dan selamanya.

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini kita merayakan Minggu Keempat dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk mencari Tuhan dan berbuat benar. Bacaan pertama menyampaikan tentang sisa Israel, yaitu mereka yang setia kepada Yahweh. Mereka menjalani kehidupan dengan kejujuran dan kesederhanaan. Kita diajak menjadi sisa Israel yang tulus, tidak berbohong, dan hidup sesuai dengan diri sendiri. Dalam bacaan kedua, kita akan mendengarkan refleksi Rasul Paulus tentang karya besar Allah. Allah tidak memilih orang yang kuat, tetapi mereka yang lemah agar kekuatan-Nya semakin terlihat. Kita semua adalah rekan kerja Allah. Kesediaan kita untuk digunakan oleh Allah merupakan awal dari pelaksanaan karya besar-Nya melalui kita. Meskipun mungkin kita lemah dan tidak dianggap penting oleh manusia, jika kita bersedia, maka Tuhan akan melengkapi apa yang masih kurang pada kita. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan sabda berbahagia. Yesus menyatakan berbahagia bagi mereka yang melakukan kebenaran, kebaikan, keadilan, dan setia kepada Tuhan. Kita diajak untuk setia kepada Tuhan agar dapat menikmati kebahagiaan dalam hidup di dunia ini dan kelak di surga. [hening sejenak]

03. PENYESALAN DAN PELAYUAN MAAF

P : Mari kita menyesali dan mengakui bahwa kita telah berbuat dosa, agar kita siap mendengarkan Firman Allah, yang merupakan terang dan petunjuk dalam hidup kita.

Saya mengakui kepada Allah yang Maha Kuasa, serta kepada saudara-saudari sekalian, bahwa saya telah berdosa, baik dalam pikiran maupun perkataan, baik dalam tindakan maupun kelalaian. Saya bersalah, saya bersalah, saya benar-benar bersalah. Oleh karena itu, saya memohon kepada Santa Perawan Maria, para malaikat dan orang kudus, serta kepada saudara-saudari, agar mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merahmati kita, mengampuni kesalahan kita, dan membawa kita menuju kehidupan abadi.

U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Disarankan menggunakan Madah Kemuliaan berikut ini.]

P : Keagungan kepada Tuhan di surga

dan perdamaian di bumi bagi mereka yang berkenan kepada-Nya.

P : Kami memuji Engkau,

Kami menghormati Engkau.

P : Kami menyembah Engkau,

Kami menghormati Engkau.

P : Kami mengucapkan terima kasih kepada-Mu, karena kebesaran-Mu yang luar biasa.

Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, Raja Surgawi, Allah Bapa yang Agung.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Anak yang satu-satunya.

Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

Engkau yang menghapus kesalahan dunia, kabulkanlah permohonan kami.

P : Engkau yang berada di samping Bapa, kasihanilah kami.

Karena hanya Engkau yang suci.

P : Hanya Kau-lah Tuhan.

Hanya Kau-lah Yang Maha Tinggi, ya Yesus Kristus.

P: bersama dengan Roh Kudus,

U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki agar kami semua selamat dan menikmati kebahagiaan kekal bersama-Mu. Semoga kami selalu hidup benar dan baik sesuai dengan perintah-Mu, agar kami dapat menikmati kebahagiaan hidup kami di dunia ini dan kelak di surga bersama-Mu.Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Mari kita membuka hati kita untuk mendengarkan Firman Tuhan dan menerimanya sehingga Firman Tuhan menjadi penerang iman kita dan alat bantu dalam menjalani kehidupan kita.

[Pembacaan dibacakan dari Kitab Suci atau Lectionarium]

07. BACAAN PERTAMA (Zefaria 2:3; 3:12-13)

L : Bacaan dari Kitab Sofonia.

Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di tanah, hai semua yang menjalankan hukum-Nya: carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kalian akan dilindungi pada hari murka Tuhan." Dan Tuhan berkata, "Di antara kalian Aku biarkan hidup sebuah umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan dengan nama Tuhan. Mereka itulah sisa dari Israel. Mereka tidak akan berlaku tidak adil atau berbicara palsu. Di mulut mereka tidak akan ada ucapan yang menipu. Sebaliknya mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggunya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 

 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mat. 5:3) 

Berbahagia orang yang suci hatinya sebab bagi mereka Kerajaan Surga.

Mzm 146:1.7.8-9a.9b-10 Ia yang menegakkan keadilan,

bagi mereka yang ditindas, dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar, Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. (Refren)

Tuhan mengembalikan penglihatan kepada orang yang buta,

Tuhan membangkitkan orang yang sedang merundung,

Tuhan mengasihi orang-orang benar. 

Tuhan melindungi orang-orang asing. (Refren)

Anak yatim dan janda diangkat-Nya kembali, tetapi jalan orang-orang yang tidak benar dibelokkan-Nya.

Tuhan adalah Raja untuk selamanya, Ya Allah-Mu, hai Sion, dari generasi ke generasi! (Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Kor. 1:26-31)

L : Ayat dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

Saudara-saudara, cobalah ingat bagaimana keadaan kalian ketika kalian dipanggil: menurut ukuran manusia, tidak banyak orang yang bijaksana, tidak banyak orang yang berkuasa, dan tidak banyak orang yang terkenal. Namun apa yang dianggap bodoh oleh dunia, Allah pilih untuk memalukan orang-orang yang mengira dirinya bijaksana, dan apa yang lemah di mata dunia, Allah pilih untuk memalukan apa yang kuat. Apa yang tidak terhormat dan hina di mata dunia, Allah pilih, bahkan apa yang dianggap tidak berarti, Allah pilih untuk menghilangkan apa yang dianggap berarti, agar tidak ada seorang pun manusia yang dapat bermegah di hadapan Allah. Tetapi melalui Dia, kalian berada dalam Kristus Yesus, yang dari Allah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan, menguduskan, dan menebus kita. Oleh karena itu, seperti tertulis: "Siapa saja yang ingin bermegah, hendaklah ia bermegah dalam Tuhan."

Demikianlah Sabda Tuhan.

Terima kasih kepada Allah.

10. ALLELUIA (Mat. 5:12a) 

P : Alleluia

U : Alleluia

P : Bersuka cita dan bersenang hatilah, * karena pahalamu besar di surga.

U : Alleluia

11. INJIL (Mat. 5:1-12a) 

P : Mari kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus berdasarkan Matius.

Pemimpin dan seluruh hadirin membuat tanda salib dengan jari telunjuk di dahi, mulut, dan dada. Selanjutnya, Pemimpin membacakan Injil. Pada suatu hari, Yesus naik ke puncak gunung karena melihat banyak orang. Setelah Ia duduk, murid-murid-Nya datang menghadap-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran-Nya kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang akan memiliki Kerajaan Surga."

Bahagialah mereka yang sedang berduka, karena mereka akan diberi penghiburan. Bahagialah orang yang lembut dan rendah hati, karena mereka akan mewarisi bumi. Bahagialah orang yang rindu akan kebenaran, karena mereka akan diberi kepuasan. Bahagialah orang yang penuh belas kasihan, karena mereka akan mendapatkan belas kasihan. Bahagialah orang yang jujur dan bersih hatinya, karena mereka akan melihat Tuhan. Bahagialah orang yang menciptakan perdamaian, karena mereka akan disebut sebagai anak-anak Allah. Bahagialah mereka yang ditindas karena kebenaran, karena merekalah yang memiliki Kerajaan Surga. Bahagialah kalian, jika kalian dicela dan ditindas karena Aku, serta difitnah dengan segala kejahatan. Bersukacitalah dan bersoraklah, karena ganjaranmu besar di surga.

Itulah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Kita baru saja mendengarkan bacaan Injil mengenai kotbah Yesus di atas bukit. Pengajaran Yesus ini sangat luhur karena menyentuh hal-hal paling mendasar dari kebutuhan rohani manusia. Kita akan memahami beberapa pokok yang dapat membantu kita menjadi orang yang bahagia. Pertama, tempat kotbah, yaitu di atas bukit. Para penginjil mencatat bahwa Yesus naik ke atas bukit agar Ia bisa melihat banyak orang dan orang-orang juga bisa melihat-Nya. Selanjutnya, Ia mengajarkan mereka tentang hal-hal yang lebih tinggi. Pengajaran-Nya sangat berwibawa karena Ia memuji orang-orang yang melakukan hal-hal baik. Pemilihan tempat di bukit ini memiliki makna tertentu. Pertama, hal ini mengingatkan para pendengar-Nya akan pemberian Sepuluh Perintah Allah di Sinai. Di Sinai, Tuhan memberikan petunjuk hidup yang baik dengan mengundang Musa sebagai wakil umat Israel untuk menerima dua loh batu di atas gunung Sinai. Kini, Tuhan sendiri yang berjalan di depan para pendengar-Nya dan memberikan petunjuk hidup yang bahagia. Berbeda dengan hukum di Sinai yang berisi larangan-larangan (seperti jangan mencuri, jangan membunuh, dan seterusnya), di sini hukum diberikan dalam bentuk positif yang mengajak dan meneguhkan. Tuhan hadir untuk meneguhkan mereka yang berbuat baik. Dengan berada di tempat yang lebih tinggi, Yesus ingin menyatakan bahwa Tuhan memperhatikan segalanya. Dia juga melihat penderitaan kita dan membantu kita untuk menjalaninya dengan kuat. Ketika kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah bahwa Tuhan tetap ada di atas bukit, melihat dan meneguhkan kita. Kedua, isi pengajaran, yaitu kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ingin dicari oleh manusia. Selama seseorang belum merasa bahagia, hatinya tidak tenang dan ia terus hidup dalam kegelisahan. Dalam Injil, Yesus memulai pengajarannya dengan mengucapkan kata "berbahagialah!". Kata ini mengandung dua arti, yaitu memuji mereka yang melakukan perbuatan baik sekaligus mengundang semua orang untuk melakukan kebaikan. Kebahagiaan terletak pada kemiskinan batin yang sepenuhnya bergantung kepada Tuhan. Ia tidak memiliki apa-apa selain Tuhan yang tidak boleh dilepaskannya. Kebahagiaan juga terletak dalam kelemahlembutan yang mengalahkan kekerasan. Kelemahlembutan membawa kedamaian dan merangkul atau mempersatukan semua pihak, sedangkan kekerasan menyebabkan kerusakan dan perpecahan dalam kebersamaan. Kebahagiaan juga terletak dalam melakukan hal yang benar meskipun penuh perjuangan dan penderitaan. Terkadang seseorang berbohong dan tampak bahagia sesaat, namun dalam jangka panjang, ia menderita karena tidak mengatakan kebenaran. Mari kita berusaha untuk tekun mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan agar kita dapat merasakan kebahagiaan hidup di dunia ini dan dihantar dalam kedamaian batin untuk kelak menikmati kebahagiaan kekal. Tuhan membantu semua orang yang berbuat baik. Tuhan memberkati.

13. HENING SEJENAK 

14. SYAHADAT 

P : Mari merespons Firman Tuhan dan menunjukkan iman serta keyakinan kita kepada

Tuhan menyampaikan Syahadat. Aku beriman kepada Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Saudara-saudara yang tercinta, marilah kita mengangkat doa kepada Bapa yang berkenan

mendengarkan permohonan kita kepada-Nya.

P : Untuk para pemimpin Gereja. Semoga Tuhan berkenan menurunkan Roh Kudus-Nya agar para

Para pemimpin Gereja dapat menjalankan tugas pelayanan mereka dengan rendah hati sesuai teladan Yesus Kristus, yang datang untuk melayani.

Marilah kita mohon…

P : Bagi masyarakat kita. Semoga Tuhan berkenan mendampingi masyarakat kita agar semakin mampu untuk saling memperhatikan dan melayani satu sama lain dengan rendah hati. Marilah kita mohon… 

P : Bagi mereka yang kurang mampu. Semoga teladan hidup dan karya Tuhan Yesus memberikan semangat bagi mereka yang kurang mampu untuk terus berusaha mencari serta berupaya memperbaiki kehidupan diri dan keluarganya. Marilah kita mohon….

P : Bagi seluruh kita. Semoga Firman Tuhan hari ini membuka hati kita agar lebih menghargai sikap rendah hati, yang akan memperkuat kerja sama yang baik di antara kita. Semoga Roh Kudus memberikan pencerahan kepada kita semua. Marilah kita berdoa…

P : Kita berhenti sejenak untuk menyampaikan doa dan permohonan pribadi masing-masing. [berhenti sejenak lalu lanjut].

P : Demikianlah ya Bapa, permohonan-permohonan yang kami sampaikan di hadapan-Mu. Penuhilahlah segala keinginan kami melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong kami.

U : Amin

16. KOLEKTE 

[Selanjutnya dilakukan pengumpulan dana sebagai wujud kasih terhadap Sang Sabda dan sesama yang membutuhkan, disertai dengan lagu yang sesuai. Dana dikumpulkan kemudian dibawa dan ditempatkan di depan mimbar] didampingi lagu persembahan dengan nada Syukur kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

17. DOA PUJIAN 

[Setelah Kolekte, Pemimpin menyampaikan Doa Puji dengan berdiri di depan jemaat, menghadap ke meja perjamuan, dan jemaat juga berdiri serta bersama-sama mengucapkan aklamasi.]

P : Saudara-saudari yang tercinta, Tuhan begitu baik kepada kita umat-Nya. Dengan kebaikan-Nya, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru: Ya Allah yang abadi, Engkau benar-benar baik.

Ya Tuhan yang abadi, Engkau benar-benar baik.

P : Allah adalah Sang Pemurah dan Pengasih, Engkau yang menjaga segala sesuatu dalam kehidupan kami. Dengan kasih-Mu yang tak terbatas, Engkau menciptakan kami dan memberi kami kehidupan. Oleh karena itu, kami memuji-Mu:

Ya Tuhan yang abadi, Engkau benar-benar baik.

P : Ayah, begitu besar kasih-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami terjatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk saling mencintai. Engkau menyerahkan Dia sebagai ganti agar kami memuji-Mu.

Ya Tuhan yang abadi, Engkau benar-benar baik.

P : Betapa besar kasih dan kebaikan-Mu kepada kami. Engkau mengalirkan Roh Kudus-Mu untuk melengkapi rencana keselamatan-Mu di dalam diri kami.

Maka kami memuji Engkau.

Ya Tuhan yang abadi, Engkau benar-benar baik.

P : Setiap hari Engkau berikan kepada kami berbagai anugerah dan rahmat, sehingga kami mampu menjalankan tugas sehari-hari, yaitu berbakti kepada-Mu dan melayani sesama melalui karya-karya kami. Oleh karena itu, kami memuji Engkau.

Ya Tuhan yang abadi, Engkau benar-benar baik.

P: Maka, bersama seluruh umat beriman, serta dalam persatuan dengan Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat], dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami mengangkat lagu pujian kepada-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Mengikuti RITUS KOMUNI, dalam Ibadah Sabda terdapat dua pilihan, yaitu (1) menerima komuni (lihat cara A), dan (2) tidak menerima komuni, tetapi umat diajak merenungkan makna komuni rohani atau keinginan (lihat cara B). 2. Setelah RITUS KOMUNI, dalam Ibadah Sabda ada dua kemungkinan, yakni (1) menghadiri komuni (lihat cara A), atau (2) tidak menghadiri komuni, namun umat diajak memahami makna komuni batin atau kerinduan (lihat cara B). 3. Diikuti oleh RITUS KOMUNI, dalam Ibadah Sabda terdapat dua opsi, yaitu (1) menerima komuni (lihat cara A), dan (2) tidak menerima komuni, tetapi jemaat diajak merenungkan makna komuni rohani atau rasa rindu (lihat cara B). 4. Menyusul RITUS KOMUNI, dalam Ibadah Sabda terdapat dua alternatif, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), atau (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak merasakan makna komuni batin atau keinginan (lihat cara B). 5. Setelah RITUS KOMUNI, dalam Ibadah Sabda terdapat dua pilihan, yaitu (1) menerima komuni (lihat cara A), atau (2) tidak menerima komuni, namun jemaat diajak memahami arti komuni rohani atau kerinduan (lihat cara B).

18A. Cara A: DENGAN PERSEMBAHYANGAN

Setelah Doa Pujian, Pemimpin berjalan ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia menghamparkan kain korporale di atas altar, kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan meletakkannya di atas kain tersebut. Setelah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama dengan para pelayan dan umat beriman berlutut dalam kesunyian untuk menyembah sejenak. Setelah itu, Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, dalam perayaan ini kita memperoleh

kesempatan untuk menerima Komuni Kudus, maka dengan bersatu dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita mempersiapkan hati di hadapan Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Berdasarkan petunjuk Juruselamat kita dan sesuai dengan ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

Bapa kami yang berada di surga, hormatilah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, terlaksanalah kehendak-Mu di bumi sebagaimana di surga. Berikanlah kami rezeki hari ini dan maafkanlah kesalahan kami, sebagaimana kami juga memaafkan orang yang bersalah kepada kami; janganlah membawa kami ke dalam ujian, tetapi lepaskanlah kami dari kejahatan. Setelah doa Bapa Kami, dapat juga dilakukan salam damai.

19A. SELAMAT DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

Ya Tuhan, saya tidak layak, Engkau datang kepadaku, tetapi cukuplah berfirman, maka saya akan sembuh. Dengan penuh hormat, Pemimpin menerima Tubuh Tuhan terlebih dahulu. Setelah itu, ia memberikan komuni kepada umat, sambil setiap kali mengucapkan:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penerimaan komuni diiringi dengan lagu komuni.

---------------------------------------------------------------------------------

18B. Metode B. TANPA KOMUNI

P : Dalam perayaan ini kita tidak menerima Komuni kudus. Namun, marilah kita merasakan kehadiran Tuhan yang kita rindukan dalam hati masing-masing.

19B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudara yang tercinta, kita telah bersatu melalui iman yang sama. Oleh karena itu, sebagai Anak-Anak Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sesuai dengan ajaran Putra-Nya

sendiri.

Bapa kami yang berada di surga, hormatilah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, terlaksanalah kehendak-Mu di bumi sebagaimana di surga. Berikanlah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, sebagaimana kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; janganlah masukkan kami ke dalam ujian, tetapi lepaskanlah kami dari kejahatan. Dapatlah salam damai.

P: Mari kita saling memberikan salam perdamaian. Jemaat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada di sekitar saja.

20B. DOA KOMUNI ROHANI Berlutut/berdiri

Kepala mengajak seluruh peserta yang hadir untuk melakukan Komuni Batin dengan beberapa ajakan yang dirumuskan sebagai berikut:

P : Sekarang, marilah kita persiapkan hati kita untuk menerima kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P: Yesus berkata, "Kamu sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Seperti cabang yang tidak mungkin menghasilkan buah jika tidak tinggal pada tanaman anggur, demikian pula kamu tidak akan berbuah jika tidak tinggal di dalam Aku." (Yoh. 15:3-4). [diam sejenak]

P : Yesusku, aku percaya bahwa Engkau benar-benar hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, dan aku rindu kehadiran-Mu dalam seluruh jiwa ku. Karena saat ini aku tidak bisa menerima-Mu dalam Perjamuan Kudus, datanglah setidaknya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau telah selalu hadir. Aku memeluk-Mu dan menyatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah dari-Mu. Amin. [diam sejenak]

P : Dalam kesunyian, marilah kita masing-masing menghubungkan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah kepada-Nya secara langsung dengan berkata:

P : Yesus, datanglah dan tinggalkanlah tempat di dalam hatiku. Jadikanlah hatiku sama seperti hati-Mu.

Ya Tuhan, datanglah dan tinggallah di dalam hatiku. Jadikanlah hatiku sama seperti hati-Mu.

▪ Pemimpin mengulangi seruan tersebut dan diikuti oleh peserta sebanyak tiga kali.

▪ Kemudian diberikan kesempatan untuk diam sejenak.

▪ Setelah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur atau Pujian.

21. MENDOAKAN MAZMUR 1 

[Bisa didoakan bersama]

Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, yang tidak berada di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk bersama para penghina, tetapi yang menyukai hukum Tuhan, dan yang merenungkannya siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada waktunya, dan daunnya tidak layu; segala sesuatu yang ia lakukan berhasil.

Bukan demikian keadaan orang durhaka: mereka seperti biji padi yang terbawa angin.

Oleh karena itu, orang jahat tidak akan mampu bertahan dalam pengadilan, demikian juga dengan orang berdosa.

dalam kumpulan orang yang benar; karena Tuhan mengenal jalan orang yang benar,

namun jalan orang yang tidak benar mengarah pada kehancuran. Kemuliaan bagi Bapa, Putra, dan Roh Kudus,

Seperti di awal, kini, selalu, dan untuk selama-lamanya. Amin

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari yang tercinta, kita telah mendengar Sabda Bahagia. Di dalamnya kita diajak untuk menjadi pribadi yang lembut dan murah hati. Mari kita berusaha menghindari kekerasan dalam kehidupan kita bersama. Kekerasan tidak menyelesaikan masalah, justru menciptakan masalah baru. Mari saling membantu agar kelembutan dan sikap murah hati tumbuh dalam masyarakat kita.

23. DOA PENUTUP 

P : Mari kita berdoa, Allah yang abadi dan perkasa, kami telah merenungkan Firman-Mu. Kami dikuatkan untuk melanjutkan hidup kami dengan memperhatikan hal-hal yang baik dan benar, sesuai dengan perintah-Mu. Semoga kami setia saling mendukung, sehingga Firman-Mu hidup di tengah kami. Dengan nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penebus kami.

U : Amin

24. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum menyelesaikan perayaan ini, marilah kita merendahkan kepala dan memohon berkat dari Tuhan. [diam sejenak]

P : Semoga Tuhan mengasihi kita, menjaga kita dari dosa, dan membawa kita menuju kehidupan abadi.

[sambil menggambar salib di tubuhnya]

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

 

U : Amin. 

P : Perayaan Firman kita ini telah berakhir.

Terima kasih kepada Allah.

25. PENGUTUSAN 

P: Mari pergi, kita telah diberi tugas.

U : Amin. 

26. LAGU PENUTUP. 

(Sumber: P. Petrus Kristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita Lainnya di FLORES.COM pada Google News

TerPopuler