Terungkap! Ada WNI dalam Daftar Pasukan Asing IDF -->

Terungkap! Ada WNI dalam Daftar Pasukan Asing IDF

16 Feb 2026, Senin, Februari 16, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA – Dokumen terbaru mengenai warga negara ganda yang terlibat dalam pasukan pendudukan Israel (IDF) selama aksi pembunuhan massal di Jalur Gaza menunjukkan informasi yang mengejutkan. Seorang anggota IDF diketahui juga memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Dokumen yang dirilis pada 11 Februari lalu diperolehDeclassified UKmelalui permohonan kebebasan informasi yang dikeluarkan oleh pengacara Elad Man dari lembaga Hatzlacha kepada IDF. Data tersebut menjelaskan jumlah individu dengan kewarganegaraan ganda dan lebih dari dua yang menjadi anggota layanan IDF pada Maret 2025.

Dari penelusuran bengkalispos.com, nama negara Indonesia yang dalam aksara Ibrani ditulis “אִינדוֹנֵזִיָה” tercantum dalam dokumen tersebut. Dinyatakan bahwa seseorang yang memiliki kewarganegaraan Indonesia ikut bertugas bersama pasukan IDF.

Tidak dijelaskan secara lebih rinci mengenai nama WNI tersebut serta tempat tugasnya. Mabes TNI dan Kementerian Luar Negeri belum memberikan respons terkait keberadaan WNI Indonesia dalam dokumen tersebut.

Saat perang Iran-Israel meletus pada bulan Juni 2025 lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa terdapat 192 WNI yang berada di Israel. Ia menuturkan bahwa jumlah WNI yang berada di wilayah Tel Aviv, Yerusalem, serta sekitarnya mencapai 167 orang.

Nama Indonesia dalam dokumen soal pasukan asing yang bertugas di IDF. - (Dokumen yang Dibuka UK)

"Beberapa orang memilih untuk tetap berada di sana dan belum menyatakan keinginan untuk pindah, namun kita terus mengawasi situasinya," kata Menteri Luar Negeri pada saat itu. Empat WNI dievakuasi dari Israel melalui Yordania menggunakan UU tersebut pada masa itu.

Kementerian Luar Negeri juga tidak menjelaskan rincian mengenai evakuasi tersebut karena alasan keamanan. "Kita perlu waspada, karena ini berkaitan dengan keselamatan warga kita di sana," katanya.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa puluhan ribu tentara asing dan warga negara ganda telah bergabung dengan IDF selama genosida di Gaza berlangsung. Amerika Serikat menjadi negara yang menyumbangkan jumlah personel terbanyak dalam operasi militer yang hingga kini telah menewaskan 72 ribu penduduk Gaza.

Data yang diungkap oleh Declassified UK menunjukkan bahwa terdapat 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional yang terdaftar dalam IDF. Artinya, sebanyak 47.107 tentara memiliki kewarganegaraan Israel serta setidaknya satu kewarganegaraan tambahan.

Media investigasi tersebut menyebutkan bahwa angka-angka tersebut didapatkan melalui permohonan kebebasan informasi yang diajukan oleh militer Israel.

Kelompok terbesar berasal dari Amerika Serikat, yang terdiri dari 12.135 warga ganda AS-Israel dan 1.207 warga negara ganda AS – jumlah totalnya mencapai 13.342 penduduk Amerika. Prancis mengikuti dengan 6.127 warga ganda dan 337 warga negara ganda.

Angka yang cukup besar juga tercatat di Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), Rumania (1.675), dan Polandia (1.668).

Pasukan IDF mengangkut warga Palestina dari Jalur Gaza ke dalam kamp tahanan. - (IDF/X)

Daftar tersebut juga meliputi rekrutan dari Polandia, Kanada, serta beberapa negara Amerika Latin, serta sejumlah kecil warga negara Arab, termasuk Yaman, Tunisia, Lebanon, Suriah, dan Aljazair. Selain memiliki kewarganegaraan ganda, data menunjukkan bahwa 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing tambahan, sedangkan 162 tentara memiliki tiga atau lebih kewarganegaraan asing.

Sementara lebih dari 2.000 warga negara Inggris berpartisipasi dalam militer Israel selama pembantaian di Gaza. Angka ini terdiri dari 1.686 warga ganda Inggris-Israel dan 383 orang lainnya yang memiliki kewarganegaraan Inggris, Israel, serta setidaknya satu kewarganegaraan tambahan, yang bertugas di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Maret 2025.

Jumlah total anggotanya mencapai 2.069 warga negara Inggris. Kontingen Inggris termasuk dalam kelompok warga asing yang bekerja di militer Israel.

TerPopuler