
bengkalispos.com–Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyatakan, berbagai kejadian mengerikan yang terjadi belakangan ini, termasuk kasus bunuh diri pada anak dan remaja, menjadi peringatan serius bagi bangsa untuk menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas utama.
"Kali ini, kesehatan mental menjadi prioritas utama dan tanggung jawab bersama," ujar Menteri Muhaimin dalam acara Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik.Meningkatkan Ketahanan Psikososial sebagai Dasar Pemberdayaan Masyarakatdi Kampus Salemba Universitas Indonesia, Jakarta, Jumat (27/2).
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 28 juta penduduk Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental. Angka ini mencerminkan tantangan yang rumit dan berbagai aspek, mulai dari kemiskinan struktural, kelemahan kohesi sosial, hingga kurangnya bantuan psikososial.
"Ini menunjukkan adanya gunung es yang sangat mengkhawatirkan yang setiap saat bisa semakin banyak dan semakin parah," kata Menteri Koordinator PM.
Wakil Perdana Menteri menjelaskan, gangguan kesehatan mental tidak muncul secara terpisah, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang rumit. Seperti kemiskinan struktural, tekanan sosial-ekonomi, lemahnya ikatan sosial, serta kurangnya pemahaman dan bantuan psikososial di tingkat masyarakat.
"Inilah tantangan yang harus kita lakukan bersama untuk mengajak serta menangani dampaknya, sekaligus memulai dari penyebab gangguan kesehatan mental yang sangat rumit ini," ujar Menteri Koordinator Muhaimin.
Ia menekankan perlunya pendekatan menyeluruh, bukan hanya mengatasi dampaknya, tetapi juga menyelesaikan penyebab utamanya secara sistematis dengan memperkuat regulasi, kebijakan anggaran yang tepat sasaran, serta kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan organisasi non-pemerintah.
Menteri Koordinator Muhaimin menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan psikologis. Tanpa ketahanan psikososial, proses pembangunan tidak akan bisa berlangsung secara berkelanjutan.
"Ketika masyarakat mampu bertahan secara psikososial, mereka akan menjadi individu yang tangguh, kreatif, dan pastinya menjadi kekuatan yang berdaya," tegas Menteri Koordinator Muhaimin.
Menteri Koordinator PM mengapresiasi para aktivis, termasuk Ida Fauzia, serta dukungan dari kalangan akademisi di Universitas Indonesia. Pemerintah terus memperkuat akses layanan kesehatan jiwa melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Hari ini, sebagai warga bangsa, kita diharuskan terus bekerja sama untuk memastikan tidak ada yang sendirian menanggung beban, karena kita memiliki saudara, kita memiliki keluarga, dan kita menjadi satu kesatuan," tegas Muhaimin Iskandar.