JOGJA.COM, BANYUMAS- Serangan lebah vespa kembali menimbulkan korban jiwa.
Kali ini kejadian menyedihkan tersebut terjadi di Dusun Pecangakan RT 02 RW 04, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Cilacap.
Seorang penduduk bernama Slamet Arifianto meninggal setelah diserang oleh sekumpulan tawon vespa saat sedang membersihkan tangki miliknya.
Kejadian itu berlangsung pada hari Kamis (26/2/2026) siang.
Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa Slamet tidak bisa diselamatkan akibat banyaknya luka bakar di tubuhnya.
Dilansir dari Surya.coid, kejadian menyedihkan ini dimulai ketika Slamet ingin membersihkan tangki miliknya.
Pada saat itu ia tidak menyadari bahwa di area toren miliknya terdapat sarang lebah vespa yang cukup besar.
Tanpa merasa curiga, ia langsung mendekati arah toren.
Tawon vespa yang sedang bersarang langsung menyerang Slamet karena merasa terganggu oleh kehadirannya.
Banyak sekali lebah yang menyerang Slamet.
Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, mengatakan bahwa warga tersebut terjebak di atas rumah sekitar setengah jam.
Ia akhirnya berhasil turun tetapi dalam keadaan menderita.
"Setengah jam belum bisa turun karena digigit lebah, meskipun turun masih bisa berjalan tetapi saat ditanya sudah tidak terasa," kata Sadimun, Jumat (27/2/2026).
Warga segera membawa Slamet ke RS PKU Muhammadiyah Kroya.
Namun, karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk akibat paparan racun dalam jumlah besar, ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.
"Kejadiannya kemarin siang, dibawa ke PKU Kroya lalu dirujuk ke Banyumas, hingga tiba di rumah sakit ia sudah tidak sadar dan meninggal di RSUD Banyumas," kata Sadimun dengan nada sedih.
Jenazah Slamet Arifianto telah dikebumikan pada hari Jumat pagi di tempat pemakaman setempat.
Terhadap kejadian ini, pihak pemerintah desa Mujur Lor memberikan peringatan tajam kepada penduduk agar tidak mengatasi sarang lebah sendirian.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan sarang tawon ke desa agar dapat ditangani oleh Damkar," tegas Sadimun.
Mengapa Tawon Vespa Sangat Berbahaya?
Lebah jenis Vespa affinis bukanlah ancaman yang umum.
Berbeda dengan lebah madu, tawon ini mampu menyengat berulang kali. Kekerasan koloni tersebut diakibatkan oleh senyawa kimia yang dikenal sebagai feromon.
Pada serangan pertama, lebah akan mengeluarkan feromon yang berfungsi sebagai tanda bagi rekan-rekannya untuk menyerang sasaran yang sama secara bersamaan.
Ketika tubuh manusia menghadapi serangan yang dilakukan secara bersamaan, hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat berbahaya:
- Alergi Parah (Anafilaksis): Reaksi sistem imun yang berlebihan yang mengakibatkan kesulitan bernapas.
- Edema Pulmoner: Penumpukan cairan dalam paru-paru.
- Gagal Ginjal Akut: Kerusakan organ yang parah terjadi jika racun tidak segera diatasi dalam jangka waktu 1 hari.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Niat Membersihkan Toren Air di Atap Rumah, Slamet Arifianto Meninggal Diterkam Tawon Vespa,https://surabaya.news.com/news/1932393/niat-bersihkan-toren-air-di-atap-rumah-slamet-arifianto-meninggal-diserang-tawon-vespa?page=all.