Umbi-umbian yang dikukus dan makanan kukusan lainnya kini menjadi tren di berbagai kalangan, banyak diminati oleh kalangan muda baik saat puasa maupun di bulan-bulan lainnya.
Telah banyak studi yang menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan dalamNutrition Reviews (Oxford Academic): Sebuah tinjauan terpadu dan analisis meta dari meta-analisis mengenai dampak puasa Ramadan terhadap komponen sindrom metabolikpada tahun 2025 lalu. Penelitian ini menyatakan bahwa puasa Ramadan memiliki dampak positif terhadap risiko sindrom metabolik (obesitas, dislipidemia, tekanan darah).
Namun, hal ini tidak berarti kamu boleh bebas mengonsumsi apa saja saat berbuka. Banyak orang sering berbuka dengan makanan gorengan, makanan manis, serta hidangan yang kaya akan kalori. Pernahkah kamu tergoda untuk berbuka puasa dengan berbagai jenis masakan yang direbus?
Umbi-umbian yang dikukus dan hidangan kukusan lainnya kini sedang menjadi tren di berbagai kalangan. Makanan yang dianggap sehat ini semakin diminati oleh generasi muda, baik saat puasa maupun di bulan-bulan lainnya.
"Minatnya cukup besar, dan yang tertarik saat ini bukan hanya orang dewasa, anak muda juga banyak yang mulai belajar mengonsumsi makanan sehat," ujar Idwan Satria, pemilik katering.Kue dan Restoran Kelezatan Manis Kue dan Dapur Kelezatan Manis Tempat Kue dan Restoran Rasa Manis Dapur Kue dan Restoran Kesukaan Ruang Kue dan Restoran Rasa Lezatyang juga menawarkan pilihan makanan yang dikukus.
Makanan yang dijual oleh Idwan dan istrinya berupa masakan kukus dengan berbagai jenis seperti jagung manis, ubi ungu, pisang, telur ayam, dan singkong, dengan harga dimulai dari Rp12.000 untuk dua buah.
Kami mengikuti keinginan pelanggan, satu per satu, terlihat ada yang menyukai makanan pedas, ada yang tidak suka pedas, dan ada yang sedang menjalani program diet sehat. Kami memutuskan untuk menjual makanan sehat juga, seperti berbagai jenis kukusan, salad buah, dan salad sayur. Akhirnya pelanggan senang dan alhamdulillah banyak yang...order."
Berbuka dengan makanan kukus
Makanan yang semua bahan dikukus ini sangat diminati karena dianggap sebagai makanan bergizi, bahkan menjadi tren yang menyebar belakangan ini. Kepopulerannya juga menjadi salah satu bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia semakin memperhatikan kesehatan.
Tren yang sedang diminati oleh kalangan pemuda saat ini adalahself-caredan semakin banyaknya media sosial yang beredar dengan pengaruh dari idola yang memiliki tubuh ideal dan rutin berolahraga serta mengonsumsi makanan diet yang lebih sering direbus, tanpa menggunakan minyak, membatasi asupan gula dan lemak," ujar Ika Setyani, ahli gizi dan humas ASDI (Asosiasi Dietitian Indonesia) Jakarta, kepada DW Indonesia.
Lalu apakah makanan yang dikukus ini menjadi pilihan yang tepat untuk berbuka puasa?
Ika sepakat bahwa berbagai hidangan yang dikukus cocok disajikan selama bulan puasa, baik saat sahur maupun berbuka. Ia menjelaskan bahwa setelah berpuasa sehari penuh, tubuh manusia mengalami dehidrasi ringan, penurunan kadar gula darah, serta perut kosong sehingga makanan yang dianjurkan adalah yang mampu memulihkan energi secara cepat, memberi kelembapan pada tubuh, tidak memberatkan lambung, dan mengandung gizi seimbang.
"Baiknya hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kadar gula yang terlalu tinggi secara langsung, makanan yang mengandung kadar lemak tinggi, makanan yang terlalu pedas," katanya.
Ika juga menyampaikan beberapa alasan mengapa makanan yang direbus cocok dihidangkan saat bulan puasa.
Alasan pertama, makanan yang direbus tidak mengandung lemak tambahan sehingga lebih mudah dicerna, serta mengurangi kemungkinan perut kembung, mual, atau asam lambung meningkat.
Alasan yang kedua, makanan yang dikukus seperti jagung, ubi, dan singkong mengandung serat yang mampu memperlambat penyerapan glukosa. Hal ini membuat pelepasan energi menjadi lebih stabil.
Namun, saat sahur selain makanan yang direbus dan mengandung karbohidrat (ubi, singkong, jagung), tambahkan pula protein agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
Makanan yang dikukus bisa terlihat tidak sehat jika...
Salah satu metode memasak yang dianggap paling sehat adalah mengukus. Mengukus merupakan proses memasak menggunakan uap air panas tanpa langsung bersentuhan dengan air. Makanan yang dikukus tetap mempertahankan bentuknya dan rasanya lebih alami karena hampir tidak ada nutrisi yang terbuang. Sebaliknya, memasak dengan cara merebus melibatkan penggunaan air yang dimasukkan ke dalam bahan makanan. Air tersebut akan menyerap sari dan nutrisi dari bahan makanan, sehingga beberapa zat gizi larut dalam air.
Namun, Ika menyebut bahwa mengonsumsi makanan kukus juga harus memperhatikan porsi, komposisi, dan jenis makanan itu sendiri agar benar-benar memenuhi kebutuhan gizi harian.
Menjelaskan lebih lanjut, Septi Rizkiana, ahli gizi dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi mengatakan bahwa keseimbangan nilai gizi dalam hidangan kukusan yang dimakan juga harus jadi perhatian.
Saat ini, kebanyakan makanan yang dijual kurang bernutrisi dan biasanya hanya mengandung karbohidrat. Dalam satu kali makan, jangan hanya mengonsumsi ubi, singkong, jagung, atau pisang, tetapi harus seimbang dengan adanya protein dan sayuran," katanya kepada DW Indonesia.
Beberapa pilihan sumber protein antara lain telur rebus, ayam panggang, tahu, tempe, serta sayuran seperti brokoli, atau bahkan buah-buahan segar seperti mentimun atau selada. Porsi dan kandungan gizi dari makanan tersebut juga yang direkomendasikan Septi untuk dinikmati saat sahur maupun berbuka puasa.
Selain itu, hidangan yang dikukus ini bisa menjadi tidak sehat jika ditambahkan beberapa bahan tertentu. Ia memberikan contoh, hidangan yang dikukus tidak akan memberikan efek optimal jika dimakan bersama makanan gorengan,toppingyang terlalu manis atau mengandung kalori tinggi, dikonsumsi berulang kali dalam sehari hingga melebihi batas.
Sebagai contoh, jika yang dikukus adalah kentang, tetapi dimakan dengan tambahan keju dan saus yang banyak, atau siomay. Siomay memang dikukus, tetapi saat menyantapnya kamu menggunakan bumbu kacang, saus sambal, kecap, dan sering kali dalam porsi besar, jadi akhirnya sama saja tidak jujur," katanya.
Apa yang harus diperhatikan?
Seperti makanan lainnya, makanan yang direbus juga tidak dapat dinikmati oleh orang-orang yang memiliki kondisi atau gangguan kesehatan tertentu. Mengonsumsi berbagai jenis makanan kukusan juga memiliki aturan tertentu.
Contohnya, seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sepertipenyakit ginjaltidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang direbus, khususnya sayuran yang direbus dan karbohidrat lainnya yang juga direbus. Dibandingkan dengan cara dikukus, lebih baik mengonsumsi berbagai jenis masakan rebus agar dapat menurunkan kadar kalium dalam makanan.
Perhatikan pasien dengan DM (diabetes melitus) dengan hati-hatidouble"karbohidrat saat membeli makanan kukusan, khususnya yang isinya hanya kentang kukus, jagung, dan ubi," ujar Septi.
Selain itu, Ika dan Septi juga menyampaikan bahwa mengonsumsi makanan yang direbus, khususnya umbi-umbian yang direbus, tidak boleh berlebihan. Terdapat beberapa dampak yang bisa terjadi jika mengonsumsi umbi rebus secara berlebihan, seperti perut kembung, lonjakan kadar gula darah, hingga peningkatan berat badan.
"Jika seseorang sedang menjalani diet, ia perlu memahami jumlah maksimal makanan (umbi rebus) yang boleh dikonsumsi," kata Septi.
Editor: Arti Ekawati
ind:content_author: C. Andhika S.