Trump: Iran Mulai Terbuka Berbicara dengan AS -->

Trump: Iran Mulai Terbuka Berbicara dengan AS

1 Feb 2026, Minggu, Februari 01, 2026

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Iran siap berunding dengan AS. Meskipun sebelumnya, Iran akan memberikan tanggapan tegas jika AS melakukan serangan.

"Iran mulai berkomunikasi dengan kami, mari kita lihat apakah kita bisa meraih sesuatu. Jika tidak, kita tunggu saja apa yang akan terjadi. Kami memiliki armada yang sedang bergerak ke sana," kata Trump, kepadaFoxNews.

"Mereka akan melakukan negosiasi," tambah Trump.

Sementara itu, Trump juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat sengaja tidak memberi tahu rencana apa pun kepada sekutu-sekutu mereka di kawasan Timur Tengah. Termasuk rencana apakah akan ada serangan dalam waktu dekat.

Trump menyatakan, ini merupakan alasan keamanan dari operasi tersebut. Karena, ia sering kali mengancam Iran terkait tindakan keras yang mereka lakukan dalam menangani demonstrasi besar.

"Ya, kita tidak dapat memberitahu mereka rencana kita. Jika kita memberitahu, itu sama saja seperti saya memberi tahu rencana ini kepada kalian. Hal itu bisa berdampak buruk," kata Trump.

Saat ini, Trump telah mengirimkan pasukan tempurnya mendekati Iran. Terdapat satuan tugas militer yang terdiri dari Kapal Induk USS Abraham Lincoln, beserta kapal perang dan kapal selam yang membawa rudal yang sedang berlayar di sekitar Iran.

Sikap Iran: Terdapat Pembicaraan, Perang Bukan Tujuan Iran

Dilansir AFP, Kepala Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani juga menyampaikan pesan yang sama dengan Trump. Ia mengatakan, akan terjadi negosiasi.

"Berbeda dengan apa yang terjadi dan menjadi perhatian di media, struktur perjanjian dalam proses negosiasi sedang ditangani," kata Larijani, sehari setelah bertemu dengan Presiden Putin di Moskow.

Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa konflik hanya menyebabkan kerugian, baik bagi Iran maupun bagi Amerika Serikat.

"Iran tidak pernah mencari jalan menuju perang. Jelas bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, AS, atau kawasan," kata Pezeshkian, setelah berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

TerPopuler