
bengkalispos.com, JAKARTA — Menteri PerdaganganJepangRyosei Akazawa memberikan peringatan mengenai kebijakan tarif terbaruAmerika Serikattidak boleh mengurangi posisi Jepang lebih buruk dibanding kesepakatan perdagangan tahun lalu, di tengah ancaman tarif tambahan dari PresidenDonald Trump.
Pernyataan tersebut diungkapkan Akazawa dalam percakapan telepon dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick pada hari Senin (23/2/2026) waktu setempat.
Mengutip Bloomberg pada Selasa (24/2/2026), Kementerian Perdagangan Jepang dalam pernyataannya menyebutkan bahwa percakapan tersebut berlangsung sekitar 40 menit.
Dalam diskusi tersebut, Akazawa dan Lutnick sepakat bahwa Jepang dan Amerika Serikat akan bekerja sama erat guna memastikan pelaksanaan proyek-proyek yang tercakup dalam mekanisme investasi senilai 550 miliar dolar AS berjalan dengan cepat dan lancar.
Dalam diskusi tersebut, Akazawa menekankan bahwa dengan dikeluarkannya kebijakan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat, posisi Jepang tidak boleh mengalami kerugian lebih besar dibandingkan kesepakatan Jepang–AS sebelumnya.
Di dalam kesepakatan tersebut, Jepang setuju untuk membentuk kendaraan investasi sebesar 550 miliar dolar AS, sementara Amerika Serikat mengurangi tarif impor mobil dari Jepang menjadi 15% dari sebelumnya 27,5%.
Pernyataan itu menunjukkan masih adanya ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan Amerika Serikat, hampir setahun setelah Presiden Donald Trump mulai mengancam penerapan berbagai tingkat tarif bea masuk beberapa waktu setelah kembali menjabat pada Januari 2025.
Setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif balasan yang diajukan Trump karena dianggap melanggar hukum, pemerintah AS mengatakan akan tetap menerapkan tarif sebesar 10% mulai Selasa pagi, seperti yang tercantum dalam lembar fakta Gedung Putih. Trump kemudian kembali mengancam akan menaikkan tarif tersebut menjadi 15%.
Secara umum, perkembangan terbaru di Gedung Putih dianggap tidak langsung memperburuk situasi Jepang, mengingat produk-produk Jepang sebelumnya sudah dikenakan pajak impor dari AS sebesar 15%.
“Kami akan terus berupaya menerapkan kesepakatan perdagangan secara konsisten dan jelas, serta mendorong Amerika Serikat untuk melakukan hal yang sama,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara dalam konferensi pers rutin pada Selasa.
Ia menambahkan pemerintah akan mengawasi perkembangan selanjutnya serta dampaknya terhadap perjanjian perdagangan yang telah ada.
Gelombang pertama rencana investasi yang diumumkan Trump minggu lalu meliputi pengembangan infrastruktur data, terminal minyak laut, serta fasilitas produksi berlian sintetis yang digunakan untuk keperluan semikonduktor. Seluruh proyek ini berada di Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan perdagangan yang telah dicapai dengan cepat dan secara jujur.
Di sisi lain, mantan Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, yang sekarang menjabat sebagai ketua kelompok riset pajak partai pemerintah, menyebut kondisi tarif di Amerika Serikat sebagai kekacauan nyata dalam wawancara langsung di Fuji TV pada hari Minggu.
Namun, ia menolak kemungkinan Jepang kembali membuka negosiasi perjanjian perdagangan tersebut. Menurutnya, inti pembicaraan tahun lalu adalah pengurangan tarif mobil, komoditas ekspor terbesar Jepang yang juga menjadi penopang utama lapangan kerja dan investasi.
"Bagi Jepang, fokus utama pada masa itu adalah industri otomotif. Tarif mobil tidak termasuk dalam putusan Mahkamah Agung tersebut. Tidak baik jika dampaknya malah meluas karena kita berusaha meninjau ulang perjanjian," katanya.
Onodera menegaskan, setiap usaha negosiasi ulang memerlukan diskusi yang mendalam dan penuh kehati-hatian.