Waspada Virus Nipah, Jangan Konsumsi Buah yang Digigit Kelelawar! -->

Waspada Virus Nipah, Jangan Konsumsi Buah yang Digigit Kelelawar!

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026

Bengkalispos.com- Pemerintah memberi peringatan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dalam memilih dan mengonsumsi buah sebagai langkah pencegahan penyebaran Virus Nipah, penyakit zoonotik yang berbahaya dan dapat menular dari hewan ke manusia.

Salah satu cara penyebaran yang perlu diwaspadai adalah mengonsumsi buah atau minuman yang tercemar oleh kelelawar buah.

Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Murti Utami menjelaskan, virus Nipah diketahui memiliki inang alami pada kelelawar buah yang dapat mengkontaminasi makanan, minuman, atau lingkungan sekitar tanpa disadari. Oleh karena itu, kewaspadaan dalam pola konsumsi harian sangat diperlukan.

Jangan mengonsumsi air nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar mungkin dapat

mencemari air nira di malam hari. Oleh karena itu diperlukan

dihidangkan sebelum dikonsumsi," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/1).

Selain itu, masyarakat diharapkan mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar sebaiknya segera dibuang dan tidak boleh dimakan, meskipun tampak masih layak secara fisik.

Tantangannya, sebagian masyarakat masih menggemari buah yang pernah digigit kelelawar, karena dianggap lebih matang. bahkan terdapat orang yang percaya pada mitos tertentu mengenai manfaat buah yang pernah digigit kelelawar.

Tindakan pencegahan juga berlaku terhadap penggunaan produk hewani. Murti menegaskan bahwa daging ternak perlu dimasak hingga matang sempurna, serta menghindari mengonsumsi hewan yang diduga terkena Virus Nipah.

Hubungan langsung dengan hewan ternak seperti babi dan kuda yang mungkin terkena infeksi juga harus dihindari. Jika kontak tidak bisa dihindari, penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi wajib.

Kementerian Kesehatan juga menekankan perlunya penerapan protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjalankan etika batuk dan bersin, hingga memakai masker jika mengalami gejala, terutama untuk kelompok yang rentan.

Dengan meningkatkan kesadaran dan melakukan langkah pencegahan yang mudah dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Virus Nipah sejak awal.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan penyebaran Virus Nipah, penyakit menular yang berbahaya dan kembali dilaporkan muncul di kawasan Asia Selatan, khususnya di India.

Meskipun hingga saat ini Indonesia belum melaporkan kasus pada manusia, risiko penyebaran tetap perlu diwaspadai karena tingkat kematian yang cukup tinggi.

Virus Nipah adalah penyakit zoonotik yang muncul dan menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini berasal dari kelelawar buah (Pteropus sp.) sebagai inang alami, kemudian dapat menular kepada manusia.

Baik secara langsung, melalui hewan penular seperti babi, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang tercemar, misalnya buah atau nira. Penyebaran antar manusia juga dilaporkan, khususnya melalui kontak dekat dengan penderita.

Secara medis, gejala yang ditimbulkan oleh Virus Nipah sangat beragam. Pada tahap awal, penderita mungkin mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan keluhan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hingga kesulitan bernapas.

Gejala infeksi virus Nipah mencakup demam, nyeri tenggorokan, kehilangan kesadaran, sakit kepala, nyeri otot, serta muntah.

Jika kondisi semakin parah, infeksi bisa berkembang menjadi radang otak (ensefalitis) yang ditandai dengan nyeri kepala parah, gangguan kesadaran, kejang, hingga koma. Tingkat kematian akibat penyakit ini dilaporkan mencapai 40 sampai 75 persen.

TerPopuler