
bengkalispos.com- 43.000 peserta yang mendaftar - Sebanyak 43.000 pendaftar - Ada 43.000 calon yang mengajukan - Terdapat 43.000 orang yang mendaftar - Jumlah calon sebanyak 43.000 orang - Ada sekitar 43.000 calon yang terdaftar - Sebanyak 43.000 orang berstatus sebagai calon - Total calon yang mendaftar mencapai 43.000 - Ada 43.000 calon yang telah mendaftar - Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 43.000jemaah umrahdalam situasi menunggu dan melihat setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Bagaimana nasib ibadah haji tahun 2026?
Departemen Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memantau perubahan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dengan memperkuat kerja sama bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk menjamin keselamatan jemaah umrah serta kesiapan pelaksanaan haji 2026.
Beberapa jemaah telah pulang ke Negeri, sementara yang lain masih menunggu kepastian penerbangan, khususnya bagi mereka yang menggunakan maskapai transit. Sampai saat ini, tercatat sebanyak 7.782 jemaah telah kembali ke Tanah Air, antara tanggal 28 Februari hingga 2 Maret 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa keselamatan para jemaah menjadi fokus utama pemerintah."Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan semua pihak yang terkait agar jemaah dapat kembali dengan aman," katanya, Rabu (4/3).
Sebagai tindakan pencegahan, Kemenhaj mengimbau penundaan keberangkatan umrah dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan peningkatan situasi serta hasil koordinasi antar kementerian. Hingga penutupan musim umrah pada April mendatang, tercatat lebih dari 43 ribu calon jemaah yang direncanakan berangkat pada masa Maret–April.
"Kami mengajak calon jemaah umrah untuk menunda pemberangkatan sementara. Tindakan ini diambil hanya demi keselamatan dan perlindungan jemaah," katanya.
Untuk mendukung proses pemulangan jemaah, Kemenhaj menyediakan dua cara, yaitu meminta penambahan armada Garuda Indonesia selama masa Ramadan serta menyiapkan perubahan rencana penerbangan jika situasi semakin memburuk."Kami telah menyiapkan beberapa tindakan pencegahan. Jika diperlukan, akan dilakukan penambahan kendaraan serta penyesuaian jalur agar jemaah dapat kembali ke Negeri Sendiri secara aman dan tepat waktu," katanya.
Di sisi lain, Kemenhaj memastikan seluruh alat pelayanan haji 2026 telah disiapkan lebih awal. Pemerintah percaya diri dalam penyelenggaraanhaji 2026dapat beroperasi dengan baik sambil tetap mempersiapkan beberapa skenario pencegahan.
"Kami telah mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih dini agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan dengan baik. Namun, kami tetap menyiapkan berbagai skenario penanggulangan sebagai tindakan pencegahan," ujar Wakil Menteri.Presiden Prabowo Subianto juga menekankan bahwa penyelenggaraan haji harus bebas dari tindakan rente, kartel, atau pemalsuan.
"Pesan Presiden sangat jelas, wajah Kementerian harus mencerminkan integritas, bersih, dan transparan. Tidak boleh ada tindakan yang merusak kepercayaan rakyat," tegas Wakil Menteri mengutip petunjuk Presiden.(esy/jpnn)