JATENG.COM, SEMARANG- Libur setelah Lebaran belum benar-benar selesai jika belum menyelesaikan satu hal, yaitu mencari makanan khas kota.
Di Semarang, arus balik bukan hanya tentang kembali ke kebiasaan sehari-hari, tetapi juga kesempatan untuk berhenti sejenak dan merenungkan kenangan yang selalu terasa segar.
Salah satu lokasi yang selalu penting untuk hal tersebut adalah Pasar Johar.
Dari Bandara Ahmad Yani, perjalanan ke kawasan tersebut memerlukan waktu sekitar 45 hingga 60 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Sementara dari Stasiun Tawang atau Stasiun Poncol, aksesnya lebih dekat sekitar 15 hingga 30 menit dengan menggunakan BRT Trans Semarang, angkutan feeder, atau layanan transportasi online.
Pasar Johar bukan hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga pusat sejarah kota yang pernah mengalami kejatuhan akibat kebakaran, kemudian bangkit kembali melalui proses pembaruan.
Bangunan kini lebih rapi, namun masih terasa kehidupan lamanya melalui lorong-lorong, suara tawar-menawar, hingga aroma masakan yang menyebar.
Berikut lima hidangan yang dapat kamu jadikan tempat berhenti untuk menikmati rasa setelah Lebaran:
Sate Kambing dan Gule Bu Amini
Terletak di Pasar Johar Tengah Lantai 2. Menu ini berupa hidangan pembuka yang kuat. Daging kambing dipanggang hingga matang sempurna tanpa terasa keras.
"Saya menggunakan daging kambing muda, agar lebih lembut. Saya sudah berada di sini sejak tahun 1976-an. Rasa dan bumbu saya tetap pertahankan," kata Bu Amini saat diwawancarai Jateng, Jumat (27/3/2026).
Bukan hanya dua menu, Amini juga menawarkan berbagai hidangan olahan daging kambing seperti tengkleng, tongseng, bistik, dan lain-lain.
Untuk hidangan berkuah, rasa yang kaya dan hangat bumbu siap memuaskan lidah para pencinta makanan di Kota Semarang.
Kisaran harga sekitar Rp20.000 hingga Rp50.000.
Soto Pak No (Darsono) Johar
Jika yang satu ini lebih tenang, justru itulah kekhasannya. Kaldu bening dengan rasa gurih yang bersih dan kaya rempah, diisi potongan ayam, tauge, serta taburan bawang goreng.
Tidak ketinggalan pelengkap lauk seperti gorengan, perkedel sate-satean soto berupa telur puyuh, daging ayam, jeroan ayam dan sebagainya memperkaya rasa makanan soto.
"Ini yang memulai usaha kakek dulu sejak tahun 1970-an, penjualannya dulu di bawah sekarang berada di sini (Djohar lantai 2) yang terkenal dari kuah bening dan kaldu khasnya. Sekarang sudah memiliki tiga cabang di Semarang," katanya Puji, pewaris Soto Pak No, Jumat (27/3/2026).
Es Gempol Kencono
Setelah mengonsumsi makanan berat, di tempat yang sama, semangkuk es ini menjadi penyeimbang. Kombinasi santan dan gula putih menciptakan rasa manis yang lembut, sejuk, dan menenangkan.
"Isi utamanya adalah gempol dan pleret, keduanya terbuat dari bahan dasar tepung beras. Gempol berbentuk bulat putih, sedangkan pleret berwarna merah muda," kata Nurul, pemilik Es Gempol Kencono.
Meski makanan Gempol Pleret dianggap sebagai hidangan ikonik, banyak kalangan muda yang datang bukan hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga menginginkan pengalaman baru dalam menyantap jajanan pasar khas di area yang memiliki nilai sejarah.
Harga satu mangkuk es Gempol adalah Rp10.000, di warung ini juga tersedia camilan khas lama yang siap mengajak bermain-main dengan kenangan.
Kofi Djohar
Tidak jauh dari pasar Johar Tengah, terdapat tempat istirahat di tengah keramaian pasar. Kofi Djohar berada di antara los-los penjual dengan konsep kios yang sederhana.
Konsep ini sengaja dijaga agar suasana pasar tetap asli.
Sementara pesanan yang paling sering dipesan, katanya, adalah kopi susu mentega.
Selain kopi, terdapat pula roti panggang, telur setengah matang, dan milktea.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Minuman dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp7.000 hingga Rp19.000.
Toko Kue Gambang Djohar
Pengunjung baru yang menjadi viral di media sosial, berada di Pasar Johar Utara yang terletak di sudut dengan posisi hook, membuat lokasi ini menjadi spot foto favorit yang menampilkan keunikan warisan pasar Johar.
Roti rel dengan tekstur padat dan aroma kayu manis yang khas menjadi favorit di toko tersebut. (Rad)