Bang Tigor Kesulitan Berbicara Bahasa Madura di Film The Hostage’s Hero, Bingungkan Sutradara -->

Bang Tigor Kesulitan Berbicara Bahasa Madura di Film The Hostage’s Hero, Bingungkan Sutradara

31 Mar 2026, Selasa, Maret 31, 2026
Bang Tigor Kesulitan Berbicara Bahasa Madura di Film The Hostage’s Hero, Bingungkan Sutradara

bengkalispos.com, JAKARTA -Bintang film Bang Tigor kembali memperkuat dunia perfilman Indonesia melalui film berjudul 'The Hostage's Hero', karya sutradara Revo S Rurut.

Dalam film drama aksi ini, Bang Tigor tampil dengan nama aslinya, berperan sebagai orang tua Intan yang diperankan oleh Model Ritassya Wellgreat.

Alasan Bang Tigor ingin terlibat dalam film yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 2 April 2026, karena merasa masyarakat perlu mengetahui tentang perjuangan TNI AL di laut.

Karena, film 'The Hostage's Hero' mengisahkan kisah nyata mengenai operasi TNI AL dalam menyelamatkan Sandra di Selat Malaka, ketika sebuah kapal diserang perompak pada tahun 2004.

"Buat aku perjuangan TNI AL ini perlu diketahui. Tidak mudah bagi mereka dalam menjaga keamanan Indonesia di laut," ujar Bang Tigor saat diwawancara di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).

Di sisi lain, Tigor kembali menjadi suami dari Asri Welas, lawan mainnya dalam sitkom Suami Suami Takut Istri yang memberikan popularitas besar baginya di dunia hiburan.

Tidak sulit bagi Tigor untuk menciptakan kimiawi dengan Asri Welas, karena mereka sudah saling mengenal sejak lama.

"Kalau bersama Asri, cukup main saja, ikuti alur ceritanya saja, tidak perlu repot-repot," kata pria berusia 57 tahun itu.

Laki-laki dengan nama asli Sumaisy Djaitov Yanda ini hanya mengalami kesulitan dalam mempelajari logat atau dialek Madura, Surabaya, Jawa Timur karena ia sudah sangat terbiasa dengan cara berbicara Batak atau Sumatera.

"Saya berasal dari Batak, di sini harus berperilaku seperti orang Madura. Belajar dialek Madura sangat sulit, sering membuat bingung. Saya sampai belajar langsung dari orang setempat. Dialeknya unik, seperti 'ser-bajha, ser-bajha' begitu," jelasnya.

Karena mengalami kesulitan yang sangat, Bang Tigor membuat sutradara merasa kerepotan. Hal ini terjadi karena ia sering kali tidak sengaja menggunakan dialek Batak.

"Banyak sekali Madura berbicara dalam bahasa Batak. Sampai sutradara bingung, 'Wah ini sedang berbicara Madura atau Batak?'. Saya harus fokus sepenuhnya dulu, baru bisa mengambil adegan," kata Bang Tigor.

Film karya sutradara Revo S Rurut mengangkat kisah nyata perjuangan TNI AL dalam menghadapi perompak di Selat Malaka pada tahun 2004.

Operasi penyelamatan Sandra dari para perompak di Selat Malaka dipimpin langsung oleh Laksamana Madya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrochman, yang saat itu berangkat sebagai Letkol.

Film ini dibintangi oleh Donny Alamsyah, Bang Tigor, Asri Welas, Ritassya Wellgreat, serta banyak lagi. (Ari)

TerPopuler