
bengkalispos.com, SEMARANG - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Wilayah VII Jawa Tengah-DIY memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan perbankan untuk mendukung perpindahan masyarakat selama masa libur Lebaran 2026.
Perusahaan telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp4,1 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, mengingat peran penting Jawa Tengah sebagai pusat pergerakan penduduk selama lebaran 2026.
Kepala Eksekutif Regional Mandiri Jateng-DIY Iwan Tri Imawan menyatakan bahwa kedua provinsi tersebut tidak hanya menjadi tujuan akhir para pemudik, tetapi juga sebagai jalur utama perlintasan.
"Jawa Tengah-DI Yogyakarta tidak hanya menjadi tujuan pulang kampung, tetapi juga jalur yang dilalui oleh banyak orang. Mandiri telah siap menyambut Hari Raya Idulfitri serta para pengunjung yang melakukan mudik," kata Iwan Tri Imawan, dikutip Jumat (13/3/2026).
Selain ketersediaan uang tunai, Bank Mandiri juga memaksimalkan infrastruktur fisik dengan menempatkan 3.102 mesin ATM. Untuk transaksi non-tunai di toko-toko, sebanyak 31.000 mesin Electronic Data Capture (EDC) telah disediakan di berbagai lokasi penting di Jawa Tengah-DIY.
Persiapan perbankan ini sesuai dengan proyeksi pemerintah provinsi mengenai peningkatan pergerakan masyarakat. Berdasarkan data Operasi Ketupat Candi 2026, diperkirakan ada sebanyak 38,71 juta orang yang akan berpindah menuju Jawa Tengah selama periode tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan sebanyak 17,7 juta penduduk akan memasuki wilayah tersebut. Kondisi ini menuntut kesiapan layanan publik, termasuk akses perbankan di Jalur Tol Trans Jawa, Jalur Pantura, dan jalur selatan.
Bank Mandiri berkomitmen memastikan keandalan layanan digital melalui aplikasi Livin' yang menjadi pilihan utama nasabah. Iwan menegaskan bahwa sistem digital perusahaan akan berjalan sepenuhnya tanpa hambatan untuk kenyamanan nasabah yang melakukan perjalanan jauh.
Living sudah menjadi ikon, tidak terbantahkan. Insyaallah siap, istilah kamizero downtime. Tidak ada jeda, sistem kami berjalan tanpa henti 24 jam sehari, 7 hari seminggu," tegas Iwan.
Meskipun ada hari libur nasional pada 24 Maret 2026 mendatang, Bank Mandiri tetap membuka 25 kantor cabang dengan operasional terbatas. Tindakan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan nasabah yang memerlukan layanan penyetoran uang tunai maupun keperluan perbankan darurat lainnya.
Menurut Iwan, kehadiran kantor cabang secara langsung tetap penting meskipun mesin Cash Recycle Machine (CRM) sudah banyak tersedia. Perusahaan berupaya memastikan kegiatan ekonomi para pelaku usaha tetap berjalan lancar meski dalam masa libur lebaran.
Selain kebutuhan uang tunai, Bank Mandiri menyediakan 1,1 juta lembar kartue-moneyuntuk memastikan kelancaran transaksi di jalan tol dan area umum. Fasilitas ini disediakan guna mempermudah para pemudik dalam melakukan pembayaran parkir hingga berbelanja direst area.
Iwan memastikan seluruh sistem layanan Mandiri siap melayani masyarakat. "Kami telah menyiapkan uang tunai sekitar Rp4,1 triliun untuk melayani nasabah dan masyarakat yang akan mengambil uang tunai melalui ATM maupun platform lainnya," tambahnya.