Detail Honda NSF250RW, Senjata Ringan Veda Ega Pratama di Moto3 -->

Detail Honda NSF250RW, Senjata Ringan Veda Ega Pratama di Moto3

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026

bengkalispos.com- Penampilan luar biasa Veda Ega Pratama dalam seri pembuka Moto3 Thailand, Minggu (1/3), tidak hanya mendapat perhatian karena statusnya sebagai pemula.

Pembalap dari tim Honda Asia berhasil menyelesaikan lomba di posisi lima besar serta meraih gelar pembalap pemula tercepat.

Selain itu, pembalap dengan nomor 9 ini juga menjadi pengemudi Honda NSF250RW yang mencapai posisi terbaik dalam lomba tersebut, sebuah pencapaian signifikan di tengah persaingan sengit Moto3.

Keberhasilan Veda tidak terlepas dari kemampuan motor yang dikendarainya. Honda NSF250RW adalah kendaraan prototipe yang dibuat khusus untuk kelas Moto3, kategori paling mendasar dalam kejuaraan dunia MotoGP. Meskipun berada di level awal kompetisi grand prix, performanya jauh melebihi harapan.

Mesin Kecil, Performa Maksimal

Seperti yang dilaporkan oleh situs resmi MotoGP, motor Moto3 saat ini menggunakan mesin 4-langkah berkapasitas 250 cc, satu silinder, dengan pendingin cair dan transmisi manual 6-percepatan. Secara teori, kapasitasnya memang kecil. Namun jangan terkecoh oleh angka tersebut.

Mesin ini mampu berputar hingga 13.500 rpm dan menghasilkan daya maksimum sekitar 60 PS. Dengan perbandingan gigi yang akurat dan aerodinamika yang optimal, kecepatan maksimum yang dicapai mencapai 250 km/jam—angka yang menakjubkan untuk mesin berkapasitas seperempat liter.

Kepala Departemen Motorsport PT Astra Honda Motor (AHM), Anggono Iriawan, mengungkapkan bahwa NSF250RW versi Moto3 adalah pengembangan lebih lanjut dari dasar motor JuniorGP (sekarang MotoJunior).

"Motor ini dikembangkan dari motor Honda NSF250R yang saat ini digunakan dalam kelas Talent Cup (sekarang Moto4)," katanya.

Maknanya, karakteristik balapnya telah dibentuk sejak tingkat pembinaan dan terus diperbaiki hingga siap berkompetisi di ajang dunia.

Sistem Roda Balap dan Komponen Berkualitas Tinggi

Kinerja NSF250RW tidak hanya didorong oleh mesin. Bagian rangka dilengkapi komponen berkualitas tinggi yang biasanya digunakan pada kelas grand prix. Suspensi depan menggunakan model upside down, sedangkan bagian belakang memakai monosok, keduanya disuplai oleh Öhlins.

Kemudian velg menggunakan merek OZ Racing, brand yang sama dengan motor Honda RC213V milik pembalap MotoGP.

Sistem suspensi ini memungkinkan penyetelan yang sangat presisi, mulai dari penguasaan kompresi hingga rebound, agar sesuai dengan karakter sirkuit dan gaya balap pembalap. Tidak heran jika stabilitas tetap terjaga saat pengereman berat maupun akselerasi setelah keluar tikungan.

Sistem pengereman dihandalkan kepada Brembo. Kaliper dan master rem balap menjamin kemampuan pengereman maksimal dari kecepatan tinggi, sekaligus memberikan sensasi akurasi bagi pembalap saat mengatur titik pengereman.

Di sisi lain, sektor knalpot menggunakan sistem undertail karya MIVV. Desain ini tidak hanya meningkatkan kinerja mesin pada putaran tinggi, tetapi juga membantu mengoptimalkan distribusi berat untuk handling yang lebih gesit.

Berat Ringan dan Aturan Ketat

Salah satu faktor penting dalam kinerjanya adalah berat motor yang hanya 82 kg—lebih ringan dibandingkan motor skutik yang diproduksi secara massal. Namun, aturan Moto3 menetapkan batas minimum kombinasi berat motor dan pembalap sebesar 152 kg, sehingga penyeimbang berat menjadi sangat penting.

Dari segi elektronik, perangkatnya tidak sekompleks MotoGP. Meskipun demikian, sistem seperti Traction Control, Engine Braking Maps, serta Anti-Jerk Control tetap tersedia guna mempertahankan traksi dan stabilitas tenaga.

Aturan juga melarang penggunaan winglet atau perangkat aerodinamis tambahan. Honda memakai rangka Aluminium Twin Spar yang telah disahkan, dan tim dilarang melakukan perubahan besar sepanjang musim.

Dengan paket teknis yang dimiliki, Honda NSF250RW terbukti mampu membawa Veda Ega Pratama tampil kompetitif sejak awal karier. Kombinasi mesin yang ganas, komponen balap berkualitas tinggi, serta kemampuan adaptasi cepat dari pemula ini menjadi tanda kuat bahwa bakat Indonesia siap berlaga di kancah internasional. (*)

TerPopuler