Di Bawah Bayang Perang, Iran Tetap Rayakan Salat Idulfitri -->

Di Bawah Bayang Perang, Iran Tetap Rayakan Salat Idulfitri

21 Mar 2026, Sabtu, Maret 21, 2026

Ratusan umat Islam melaksanakan salat Idulfitri di Iran pada 21 Maret meskipun konflik masih berlangsung antara negara tersebut dengan Amerika Serikat dan Israel. Iran, yang sebagian besar penduduknya menganut agama Syiah, merayakan Idulfitri satu hari lebih lambat dibandingkan sebagian besar negara Muslim lainnya yang mayoritas Sunni.

Berdasarkan laporan AFP, pemimpin tertinggi Iran seharusnya memimpin salat Id. Namun, Ayatollah Mojtaba Khamenei tidak terlihat menghadiri acara tersebut. Mojtaba belum muncul di depan umum sejak dilantik pada awal Maret, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika dan Israel di akhir Februari lalu.

Kepala lembaga peradilan Gholam Hossein Mohseni Ejei hadir dalam salat yang diselenggarakan di Masjid Agung Imam Khomeini, pusat ibu kota Iran, Teheran. Banyak jemaah mengikuti salat dari luar area masjid karena keterbatasan ruang. Televisi pemerintah menampilkan kerumunan besar di sekitar lokasi, meskipun ada risiko serangan.

Stasiun televisi Iran juga menyiarkan pelaksanaan salat Id di berbagai daerah, seperti Arak di bagian tengah, Zahedan di sebelah timur laut, serta Abadan di wilayah barat.

Negara-negara yang sedang berselisih terus saling menyerang meskipun sedang merayakan Idulfitri. Kantor berita di IranFars News Agency melaporkan serangan udara kembali terjadi pada malam penutupan puasa, menargetkan sejumlah wilayah di Teheran dan sekitarnya, serta kota Isfahan di bagian tengah Iran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap lebih dari 55 basis milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut. Lima fasilitas militer Amerika Serikat menjadi target dalam operasi tersebut, yaitu pangkalan di Al-Kharj (Arab Saudi), Al-Dhafra (Uni Emirat Arab), Ali Al-Salem (Kuwait), Erbil (Kurdistan Irak), serta Markas Armada Kelima AS (Bahrain).

IRGC mengatakan serangan dilakukan dengan menggunakan sistem rudal Qiam dan Emad, serta dronepertempuran. IRGC menyatakan bahwa operasi militer juga ditujukan pada wilayah-wilayah penting, yaitu pelabuhan Haifa yang dikuasai oleh Israel serta kota Tel Aviv.

TerPopuler