Efraim Membangun Warung Soto dari Cinta Kuliner -->

Efraim Membangun Warung Soto dari Cinta Kuliner

28 Mar 2026, Sabtu, Maret 28, 2026

NEWS.COM - Di tengah semangat dunia kuliner di kawasan Solo Raya, sebuah kedai sederhana berada di Dusun Winong, Kelurahan Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyimpan cerita tentang keberanian memulai dari awal.

Warung tersebut adalah Soto Winong Mas Bagong, yang didirikan oleh Efraim Andhanny Chrisanto Soeyoedi, yang akrab disapa Mas Bagong.

Efraim lahir dan tumbuh di Solo, khususnya di wilayah Banyuanyar.

Lingkungan yang kaya akan budaya dan masakan tradisional memperkuat rasa cintanya terhadap makanan, khususnya soto.

Sejak kecil, ia memiliki kebiasaan melakukan perjalanan untuk mencoba berbagai jenis soto, baik di dalam kota maupun di luar wilayah.

"Saya memang selalu menyukai makan soto. Hampir setiap kesempatan saya mencoba warung soto yang berbeda, baik di Solo maupun luar kota," kata Efraim saat diwawancarai.newsdi Soto Winong Mas Bagong, Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan kebiasaan tersebut, timbul keinginan untuk membuka usaha kuliner sendiri.

Peluang muncul ketika keluarganya memiliki lahan kosong di kawasan Jatikuwung.

Meskipun lokasi tersebut berada di dalam gang dan tidak termasuk area yang strategis, Efraim melihat peluang yang dapat dikembangkan.

Awalnya memang sederhana, saya hanya ingin memiliki usaha kuliner. Karena kebetulan orang tua memiliki lahan kosong, akhirnya saya coba manfaatkan untuk membuka warung soto," katanya.

Nama Soto Winong Mas Bagong secara pribadi memiliki makna.

"Winong" diambil dari nama desa tempat warung berdiri, sedangkan "Mas Bagong" merupakan panggilan akrab yang sudah melekat sejak masa sekolah.

"Temannya dari SMP hingga kini memanggil saya Bagong, jadi saya juga menggunakan nama tersebut sebagai identitas bisnis," katanya.

Dalam tahap membangun bisnis, Efraim juga memperhatikan kebutuhan lingkungan sekitar.

Ia melihat belum ada tempat makan soto yang nyaman dan luas di kawasan tersebut, terutama untuk keperluan berkumpul atau rapat.

Namun, tantangan terbesar justru berasal dari lokasi yang tidak strategis.

"Dari awal kami sudah memahami bahwa lokasi ini termasuk dalam, jadi tantangannya adalah bagaimana mengundang orang untuk datang ke sini," katanya.

Masa depannya, Efraim berharap Soto Winong Mas Bagong terus berkembang.

Ia berencana meningkatkan pemasaran digital serta membuka cabang baru.

"Harapan kami tentu dapat terus mempertahankan kualitas, dikenal lebih luas, dan jika memungkinkan bisa membuka cabang di lokasi lain," tutupnya.

(news.com/Falza)

TerPopuler