Eks Anggota DPRD Sebut Pungli Pantai Selatan Garut Bukan Cuci Tangan dan Kambing Hitamkan Bupati -->

Eks Anggota DPRD Sebut Pungli Pantai Selatan Garut Bukan Cuci Tangan dan Kambing Hitamkan Bupati

31 Mar 2026, Selasa, Maret 31, 2026
Eks Anggota DPRD Sebut Pungli Pantai Selatan Garut Bukan Cuci Tangan dan Kambing Hitamkan Bupati

KABAR GARUT. COM - Dedi Kurniawan, mantan anggota DPRD Garut dari Fraksi PPP, menyatakan bahwa pungutan liar di objek wisata Pantai Selatan Garut bukanlah cara untuk melempar tanggung jawab dan menjadikan Bupati sebagai kambing hitam.

Hal itu disampaikannya sebagai tanggapan terhadap pernyataan Wakil Bupati mengenai batas wewenang, ketika merespons terjadinya pungutan liar di pantai Santolo dan pantai Sayangheulang.

Menurut tokoh muda asal Garut Selatan, kejadian ini terus berulang mengapa tidak dilakukan mitigasi dan deteksi dini di lapangan. Hal ini sudah terjadi dari tahun ke tahun. Artinya, saat Bupati Garut sebelumnya juga sudah terjadi.

"Bukan justru dijadikan ajang menyalahkan bupati, ini bukan ajang mencari kambing hitam, tetapi bagaimana penerapan hukum saat ini dan pengelolaan pariwisata ke depan. Itu yang utama," katanya.

"Kita tidak membutuhkan bupati maupun wakil bupati yang hanya bergerak sendiri, tetapi tugas pemimpin daerah adalah melakukan kolaborasi serta kerja sama lintas pihak. Contohnya dalam insiden pungli di Sayang Heulang, bagaimana peran Karangtaruna, kepala desa, UPT Pariwisata, camat, kapolsek, dinas pariwisata, kapolres, baru bupati/wakil bupati," kata Dedi Kurniawan menambahkan.

Menurutnya, tugas Bupati dan Wakil Bupati bukan untuk melakukan eksekusi sendiri, melainkan menugaskan elemen sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Jika ada yang kurang di sini, dukungan di sini, pendidikan di sini. Jadi, ingat bahwa bukan berarti harus langsung melakukan eksekusi sendiri, menunjuk-nunjuk sendiri, atau marah-marah di media sosial. Bahkan pemerintahan selevel RT pun memiliki tupoksi masing-masing.

"Melihat Gubernur Jawa Barat juga masuk ke sungai, hanya pada awalnya saja, semakin lama semakin sadar bahwa tugas seorang pemimpin adalah berkoordinasi dan berkolaborasi. Paling mudah menjadi seorang pemimpin, ada masalah dengarkan dari berbagai pihak, dengarkan dari sini, dengarkan dari sana, dengarkan ahli, lalu ambil keputusan, yang sulit adalah ingin berkuasa sendiri." katanya.

Oleh karena itu, pariwisata Garut Selatan merupakan keharusan yang harus segera diperbaiki infrastruktur pendukungnya, fasilitas umum dan sosialnya, serta karakter masyarakatnya sebagai pengemban wisata, karena jika dibiarkan akan timbul konflik sosial yang tidak menguntungkan bagi semua pihak.

Dedi menyebutkan, potensi wisata alam adalah satu-satunya aset yang tak ternilai, selama ada kehidupan pariwisata akan ramai. Oleh karena itu, harus dihargai, dijaga, dan dipelihara potensi alam yang diberikan oleh Allah. Wisata tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan rokok, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi berbagai kalangan seperti PO Wisata, Restoran, Jasa Wisata, kerajinan, kuliner, oleh-oleh, dan lain sebagainya.

"Maka dari itu, marilah kita menjaga tempat wisata di mana pun berada, bukan hanya pantai saja, agar menjadi berkah bagi seluruhnya," katanya. ***

TerPopuler