
bengkalispos.com, PELAIHARI- Masyarakat di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), terkejut dengan kematian enam ekor sapi di sebuah perkebunan sayur di wilayah Danau Waringin, Desa Pemuda, Dusun 4, RT 12, Kompleks PTP.
Itu terjadi setelah beredarnya video rekaman 45 detik yang menunjukkan beberapa sapi sedang tergeletak tidak bergerak.
Sapi berkulit cokelat terang mirip dengan sapi Bali yang tubuhnya gemuk. Perutnya besar, tampak seperti sedang kembung. Berita menyebutkan bahwa ternak ini mati karena racun.
Mewakili Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan, Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wishnu Wardhani, Selasa (3/3), mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Ia juga mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Kasus ini dilaporkan pada hari Senin sekitar pukul 11.30 Wita.
"Benar, ada laporan dari masyarakat mengenai beberapa sapi yang mati. Petugas langsung menuju lokasi dan ditemukan sekitar enam ekor sapi milik Sapriani dalam keadaan mati," kata Benny.
Diduga pemilik ternak meninggal karena keracunan. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait jenis racun yang diduga menjadi penyebab kematian tersebut.
Beberapa saksi telah diperiksa. Termasuk AS dan S, warga Desa Pemuda, serta seorang pekerja dari Desa Sungairiam yang bekerja di kawasan perkebunan. Pemilik sapi dan kebun juga akan dimintai keterangan.
"Karena lokasi tersebut merupakan lahan perkebunan, kemungkinan ada penyemprotan rumput atau penghilangan akar pohon yang dilakukan, sehingga sapi mungkin memakan tanaman yang terkena bahan kimia. Segala kemungkinan masih kami selidiki," katanya sambil menyebutkan bahwa kerugian yang dialami pemilik diperkirakan sekitar Rp 120 juta.
Kepala Desa Pemuda Zainal Arifin saat dihubungi melalui telepon, Selasa, mengatakan sapi yang ditemukan mati berada di kebun warga di RT 12 Dusun 4 kompleks PTP.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kebun pada pagi hari Senin. "Kira-kira pukul 08.30 Wita, Aminal tiba di kebunnya dan pemilik kebun, selanjutnya, kaget ketika sampai di lokasi kebun dan melihat enam ekor sapi yang sudah mati," ujar Zainal.
Setelah tidak berhasil menemukan ketua RT, Aminal segera melaporkan ke kantor desa. Petugas desa langsung pergi ke lokasi tersebut.
Saat tiba di lokasi kejadian, aparat desa menemukan anggota Polsek Pelaihari serta pihak pengamanan PTP. Berdasarkan pemeriksaan, ternak tersebut milik warga Dusun 3, kawasan Danau Waringin.
Di kalangan masyarakat Tala, muncul perdebatan terkait hewan ternak yang dilepas liar oleh pemiliknya, yang menyebabkan kerusakan pada tanaman sayur dan kebun.
Kejadian ini pernah terjadi di Desa Pemuda. "Pernah ada dua kali keluhan semacam ini. Tapi itu sudah lama," katanya. Masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, satu kasus lainnya masih belum selesai karena tidak diketahui pemilik sapi yang merusak tanaman warga.
Berdasarkan laporan media ini, keluhan warga yang tanamannya rusak akibat perbuatan sapi pernah muncul di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari. Targetnya sama yaitu tanaman kelapa sawit yang baru ditanam mengalami kerusakan karena ulah sapi. Mediasi juga pernah dilakukan oleh pemerintah desa setempat terkait masalah tersebut.
Kepala Sektor Pelaihari Iptu Benny Wishnu Wardhani pernah menangani beberapa masalah yang muncul akibat ternak yang dilepaskan untuk mencari makan sendiri. Kejadian ini terjadi di beberapa desa.
Ia juga mengajak para pemilik ternak untuk lebih bertanggung jawab dalam merawat sapi.
"Jika meletakkan sapi di lahan milik orang lain, sebaiknya berkomunikasi terlebih dahulu dengan pemiliknya. Saat melepaskannya juga sebaiknya tetap mengikat agar tidak merusak tanaman. Hal ini penting agar tidak menimbulkan masalah baru," katanya. (roy)