Harga Minyakita di Pati Tembus Rp22 Ribu, Bagaimana Bisa? -->

Harga Minyakita di Pati Tembus Rp22 Ribu, Bagaimana Bisa?

9 Mar 2026, Senin, Maret 09, 2026
Harga Minyakita di Pati Tembus Rp22 Ribu, Bagaimana Bisa?

JATENG.COM, PATI – Harga MinyaKita di Kabupaten Pati saat ini mencapai angka Rp22.000 per liter. Padahal jika sesuai HET, harga seharusnya adalah Rp15.700 per liter.

Dalih susahnya memperoleh MinyaKita di pasar tampaknya dimanfaatkan oleh pedagang untuk menaikkan harga.

Bahkan pihak Bulog menyebut, MinyaKita bisa mencapai Rp22.000 karena yang menyalurkannya adalah pihak swasta sehingga secara otomatis harga dari pedagang juga mahal.

Harga minyak goreng nasional merekMinyaKita di Kabupaten Pati, harga jual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

Selain harganya yang tinggi, pasokan minyak goreng yang didiskon seringkali sulit ditemukan di pasar.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024, HETMinyaKita ditetapkan Rp15.700 per liter.

Namun di lapangan, harga MinyaKita masih berada jauh di atas aturan tersebut.

Di beberapa pasar dan toko kelontong di Kabupaten Pati, minyak goreng tersebut dijual sekitar Rp19.000 hingga Rp22.000 per liter.

Novi, seorang pembeli dari Kecamatan Margorejo mengatakan, membeliMinyaKita seharga Rp19.000 per liter.

Bahkan mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh minyak goreng tersebut.

"Barangnya sulit ditemukan, langka. Kadang dalam seminggu hanya bisa mendapatkannya sekali," kata Novi sebagaimana dilaporkan dariKompas.com, Senin (9/3/2026).

Ia berharap pemerintah mengambil tindakan agar hargaMinyaKita kembali sesuai HET dan ketersediaannya lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Keluhan yang sama diungkapkan Ida, penduduk Kecamatan Tlogowungu.

Dia menyebut, harga MinyaKita di wilayahnya bahkan mencapai Rp22.000 per liter.

"Sekarang harganya Rp22 ribu. Padahal sebelum Ramadan sekitar Rp18 ribu. Selain mahal, juga sulit ditemukan," katanya.

Distribusi Pengaruhi Harga

Kepala Perum Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany mengungkapkan, harga yang tinggiMinyaKita di pasar dipengaruhi oleh penyebaran dari pihak lain.

Menurutnya, Bulog hanya menerima sekitar 35 persen pasokanMinyaKita, sementara sekitar 65 persen sisanya didistribusikan oleh distributor swasta.

Kami telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan. Bulog hanya menerima pasokan sebesar 35 persen, sedangkan sisanya berasal dari distributor.

"Jika mereka menjual dengan harga mahal, maka para pedagang juga akan menaikkan harganya," katanya.

Pihaknya menegaskan, MinyaKita barang yang dijual melalui jaringan kios binaan Bulog tetap mematuhi HET, yaitu maksimal Rp15.700 per liter.(*)

Sumber Kompas.com

TerPopuler