Hormuz Tertutup, Berapa Lama Cadangan Minyak Negara-negara Bertahan? -->

Hormuz Tertutup, Berapa Lama Cadangan Minyak Negara-negara Bertahan?

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026

Selat Hormuz, jalur laut penting bagi perdagangan minyak global yang terletak di bagian selatan Iran, dilaporkan secara resmi ditutup setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu (28/2).

Penutupan ini dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. "Saat ini terjadi penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC setelah adanya agresi terhadap Iran," ujar Jabari, seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan data dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), lebih dari 20 persen penggunaan minyak harian dunia, sekitar 18 hingga 20 juta barel per hari, melewati Selat Hormuz. Jalur ini menjadi jalur utama untuk ekspor minyak mentah negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi dan Iran. Selain itu, sebagian besar ekspor gas alam cair (LNG) dari Qatar juga melalui wilayah laut tersebut.

Penutupan Selat Hormuz berisiko mengganggu pasokan energi global dan dapat menyebabkan kenaikan harga minyak secara signifikan. Namun, berapa lama cadangan minyak yang dimiliki beberapa negara mampu bertahan?

Jepang Memiliki Cadangan Minyak yang Mampu Menyokong Selama 254 Hari

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, Jepang saat ini memiliki persediaan minyak yang cukup untuk 254 hari atau sekitar 8,5 bulan. Ia menegaskan pemerintah akan berusaha mempertahankan stabilitas pasokan energi nasional setelah penutupan Selat Hormuz.

Takaichi juga menyampaikan bahwa beberapa kapal tanker minyak yang sedang menuju Jepang berada dalam kondisi siaga di Teluk Persia, sambil memastikan keselamatan kru kapal tetap terjaga di perairan sekitar.

"Kami akan memastikan pasokan listrik yang tetap dan andal bagi negara kami. Tindakan yang diperlukan akan segera diambil," ujar Takaichi saat menjawab pertanyaan dari anggota Partai Demokrat untuk Rakyat, Satoshi Asano, dilansir dari The Mainichi.

Jepang dikenal memiliki ketergantungan besar terhadap pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, khususnya dari Iran. Hubungan diplomatik yang baik antara Jepang dan Iran menjadikan Tokyo memiliki kepentingan signifikan terhadap kondisi stabil di wilayah tersebut.

Cadangan bahan bakar di Australia cukup digunakan selama 36 hari

Menteri Energi Australia Chris Bowen menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kemungkinan kekurangan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan antara AS, Israel, dan Iran, karena persediaan saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan negara selama beberapa minggu mendatang.

Bowen mengatakan, Australia memiliki persediaan bensin selama sekitar 36 hari, solar selama 34 hari, dan bahan bakar pesawat selama 32 hari, angka tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.

"Tidak perlu terburu-buru pergi ke pom bensin dan mengisi bahan bakar," ujarnya kepada para jurnalis, dilansir dari Reuters.

"Saya mengerti kekhawatiran masyarakat, tetapi penting bagi mereka bahwa kita memiliki persediaan bensin yang memadai di Australia. Tidak ada ancaman langsung terhadap pasokan bensin di Australia," tambahnya.

Bowen menyatakan, meskipun harga bahan bakar minyak bisa terpengaruh oleh kenaikan harga minyak mentah, pihak pengatur akan mengambil langkah terhadap tindakan penentuan harga yang tidak wajar.

India Memiliki Persediaan hingga 45 Hari

Mengutip laporan The Hindu, India memiliki sekitar 100 juta barel cadangan minyak mentah yang bersifat komersial, yang disimpan dalam tangki penyimpanan, cadangan strategis di bawah tanah, serta di kapal-kapal yang sedang berlayar menuju negara tersebut.

Berdasarkan perusahaan analisis Kpler, angka tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama sekitar 40 hingga 45 hari jika pasokan melalui Selat Hormuz mengalami gangguan.

Sementara itu, India mengimpor sekitar 88 persen kebutuhan minyak bumi mereka, bahan baku untuk pembuatan bahan bakar seperti bensin dan solar, dengan lebih dari 50 persen pasokan berasal dari negara-negara Teluk dan melalui terusan sempit Selat Hormuz, yang kini mengalami gangguan akibat krisis di Iran.

Rekomendasi Indonesia Cukup untuk 20 Hari

Selanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar minyak nasional saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hari.

Pernyataan itu diucapkannya saat akan menghadiri rapat yang membahas perkembangan situasi geopolitik terkini di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (2/3).

"(Cadangan BBM) masih cukup, 20 hari," ujar Bahlil di Istana Negara, Senin (2/3).

Bahlil memastikan bahwa konflik tersebut hingga saat ini belum berdampak pada ketersediaan maupun penyaluran BBM bersubsidi di dalam negeri. Meski demikian, ia mengakui peningkatan ketegangan konflik berpotensi memengaruhi harga minyak global di masa mendatang.

"Sampai saat ini tidak ada kendala terkait BBM bersubsidi, namun harga global pasti akan mengalami penurunan ketika situasi geopolitik di Timur Tengah terus memburuk," katanya.

TerPopuler