Hujan Roket Mengguncang Galilea, Trump Klaim Iran Akan Menyerah: 300 Rumah Hancur -->

Hujan Roket Mengguncang Galilea, Trump Klaim Iran Akan Menyerah: 300 Rumah Hancur

13 Mar 2026, Jumat, Maret 13, 2026

Hujan Roket Menghujani Galilea Israel Saat Trump Mengklaim Iran Berada di Ambang Penyerahan Diri: 300 Rumah Rusak

NEWS.COM- Media Israel melaporkan bahwa jumlah orang yang cedera akibat serangan roket di wilayah Galilea, utara Israel, kini mencapai 80 orang.

Laporan media menyebutkan bahwa ratusan rumah di kawasan Galilea, Israel utara, mengalami kerusakan akibat serangan roket dalam serangan bersama yang dikaitkan dengan peluncuran rudal oleh Iran dan Hizbullah.

Kegagalan sistem pertahanan Israel memicu ketegangan antara pihak berwenang setempat dan militer Israel dalam menghadapi situasi keamanan.

Media Israel melaporkan bahwa sekitar 300 rumah rusak di Galilea akibat roket yang jatuh ke dalam sebuah bangunan, sementara layanan ambulans Israel mengungkapkan bahwa 80 penduduk Yahudi Israel terluka dengan berbagai tingkat cedera akibat peristiwa tersebut.

Media menyampaikan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari tiga gelombang roket berurutan yang menyerang wilayah utara Israel dalam waktu satu jam pada dini hari Jumat.

Pada saat yang bersamaan, laporan media Israel menyebutkan bahwa sebuah bangunan di wilayah Kiryat Tivon dekat kota Haifa mengalami kerusakan akibat terkena roket, tanpa adanya laporan korban cedera.

Media Israel juga melaporkan pada pagi Jumat bahwa rudal yang ditembakkan dari Iran yang mengarah ke Eilat dan Lembah Arava berhasil dihentikan, tanpa adanya laporan korban luka.

Perselisihan di Internal Israel

Dalam konteks yang relevan, Channel 12 mengungkap pertengkaran lisan yang intens yang terjadi pada hari Kamis antara pejabat lokal di utara Israel dan komandan Divisi Galilea di militer, Yuval Gaz.

Berdasarkan saluran tersebut, para pemimpin daerah menyampaikan kekesalan mereka terhadap cara militer Israel (IDF) menangani situasi keamanan.

Pejabat setempat Israel menuduh IDF memberikan informasi yang salah mengenai durasi bunyi sirene, yang berlangsung sekitar sepuluh menit, serta mengabaikan potensi peningkatan ketegangan.

Pejabat setempat menyampaikan kepada komandan militer bahwa kejadian tersebut "memperkuat narasi yang selama setahun terakhir dipromosikan bahwa Hizbullah tidak memiliki kehadiran di dekat perbatasan dan tidak mampu melepaskan rudal anti-tank."

Di sisi lain, saluran tersebut merujuk pada pernyataan pejabat dari Komando Utara Angkatan Darat yang menyebutkan bahwa "pertempuran saat ini bersifat pertahanan, sementara Iran tetap menjadi fokus utama dan bukan Lebanon."

Jumlah Korban dari Israel Sejak Awal Perang

Di tengah situasi yang berkaitan, Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa jumlah korban luka sejak awal konflik di Iran telah naik menjadi 2.745 orang, termasuk 85 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kementerian menambahkan bahwa di antara para korban luka, 11 orang dalam keadaan kritis, 10 orang mengalami cedera sedang, dan 64 orang menderita cedera ringan, ditambah satu orang yang sedang menjalani pemeriksaan medis.

Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit menerima sebanyak 179 korban luka, di antaranya 4 orang mengalami cedera sedang, 157 orang dengan kondisi ringan, dan 18 kasus kecemasan berlebihan.

Berdasarkan data dari Institut Studi Keamanan Nasional di Universitas Tel Aviv, sebanyak 14 warga negara Israel meninggal dunia sejak perang yang sedang berlangsung terkait serangan terhadap Iran, meskipun angka tersebut masih dipertanyakan karena adanya pembatasan informasi militer terkait operasi militer.

Peningkatan ketegangan ini terjadi di tengah perang regional yang dimulai pada 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Iran, sementara Teheran merespons dengan melepaskan rudal dan drone ke arah Israel.

Pada 2 Maret, Israel memperluas operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon, melakukan serangan udara terhadap wilayah pinggiran selatan Beirut serta daerah lain di bagian selatan dan timur negara tersebut, sebelum meluncurkan serangan darat terbatas ke wilayah selatan Lebanon pada keesokan harinya.

Klaim Donald Trump

Kian memburuknya kondisi yang dialami Israel akibat serangan Iran ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran hampir 'habis'.

Menyampaikan kepada para pemimpin G7 dalam pertemuan virtual pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa Iran "sedang berada di ambang menyerah," demikian laporan Axios pada hari Jumat, yang merujuk pada tiga pejabat G7 yang telah melihat percakapan tersebut.

TerPopuler