
bengkalispos.com,JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dalam kondisi negatif pada perdagangan hari ini, Rabu (4/3/2026). Beberapa saham seperti BUMI, BMRI, dan GOTO mengalami penurunan ke area merah hari ini.
Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka turun di angka 7.896,37. IHSG kemudian terus mengalami penurunan hingga 1,60% beberapa saat setelah pembukaan, berada di level 7.812,75.
Diketahui, 143 saham mengalami kenaikan, 450 saham mengalami penurunan, dan 114 saham tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp13.961 triliun.
Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan pada pagi hari ini. Harga saham BUMI turun sebesar 1,59% menjadi Rp248 per saham.
Kemudian saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mengalami penurunan pada pagi hari ini. Saham BMRI turun sebesar 2,16% menjadi Rp4.990 per saham. Demikian pula dengan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang merosot 1,72% ke posisi Rp57 per saham.
Saham-saham lain yang juga mengalami penurunan pada pagi ini adalah ANTM yang turun sebesar 3,4% menjadi Rp4.260, TINS yang melemah 5,88% ke posisi Rp4.000, serta AMMN yang turun 5,49% ke tingkat Rp6.450.
Tim Penelitian Phintraco Sekuritas sebelumnya menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan ketidakstabilan di pasar energi global, dengan negara-negara di Asia diperkirakan akan mengalami dampak terbesar.
Selat tersebut berperan sebagai jalur perdagangan minyak global, dengan sekitar 13 juta barel per hari melewati selat ini pada tahun 2025, atau mencerminkan sekitar 31% dari total aliran minyak mentah yang melalui laut.
Penguncian selat tersebut dalam jangka panjang diperkirakan akan menyebabkan kenaikan harga minyak bumi lebih lanjut, yang berpotensi meningkatkan tingkat inflasi dan memengaruhi kebijakan moneter bank sentral.
IHSG diperkirakan akan melewati level psikologis 8.000 dan dari MA200. Pembentukan histogram negatif oleh MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang cenderung turun di area pivot, menunjukkan kemungkinan penurunan IHSG masih akan terus berlangsung.
"Jika support IHSG di 7.860 tembus, diperkirakan akan mencoba support berikutnya pada kisaran 7.700-7.800," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
--
DisclaimerBerita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. bengkalispos.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.