
-MEDAN.com -Angkatan bersenjata Iran mengancam akan meluncurkan serangan rudal ke kawasan pariwisata internasional. Tindakan ini dilakukan akibat kekecewaan karena tidak mampu menemukan target pejabat Amerika Serikat-Israel.
Namun, Iran telah kehilangan banyak pejabat militer. Beberapa jenderal Iran gugur dalam serangan Amerika Serikat-Israel.
Iran tampaknya mulai menerapkan strategi yang kasar.
Melalui media resmi pemerintah, Tasnim, juru bicara angkatan bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, mengeluarkan pernyataan tajam yang menyoroti pergerakan pejabat Barat.
Ia membandingkan gaya hidup pejabat Iran yang disebut 'tinggal di tengah rakyat' dengan pejabat lawan yang dikatakan menyembunyikan diri, bahkan di dalam bunker.
"Segera tiba waktunya ketika kami akan mengeluarkan Anda dari tempat persembunyian dan perlindungan Anda dengan penuh hinaan. Berdasarkan data yang kami miliki, bahkan pusat-pusat hiburan di seluruh dunia tidak akan bisa melindungi Anda," tegas Shekarchi, Jumat (20/3/2026).
Dengan terbuka, Shekarchi memberikan peringatan bahwa Teheran sedang merencanakan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil di luar negeri yang selama ini dianggap sebagai daerah aman.
Ancaman ini memiliki dasar yang kuat. Dalam tiga minggu terakhir, militer Iran mengalami kerugian besar akibat yang disebut oleh para analis sebagai 'kampanye pemenggalan kepala' (decapitation campaign) yang dilakukan oleh intelijen Israel (Mossad) dan militer Amerika Serikat.
Pernyataan tajam dari juru bicara militer Iran tingkat atas Shekarchi menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan analis keamanan global.
Iran diperkirakan kuat akan kembali menggunakan strategi lama, yaitu memanfaatkan jaringan militer yang mereka bentuk untuk melakukan serangan di luar wilayah Timur Tengah sebagai alat tekanan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Para pakar menggambarkan tindakan ini sebagai upaya Tehran untuk mendistribusikan perang, memaksa lawan-lawannya—khususnya Amerika Serikat dan Israel—untuk meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi yang sulit diprediksi secara logistik.
Artinya Iran akan beralih ke strategi terorisme global atau serangan lone wolf di wilayah-wilayah sipil internasional sebagai bentuk perlawanan, tulis skynews.
Para wisatawan dan penduduk dunia kini terjebak dalam ketegangan dua kekuatan besar yang tidak lagi memperhatikan batas-batas medan perang tradisional.
Badan intelijen Barat kini meningkatkan tingkat keamanan di kota-kota pariwisata utama dunia, mengantisipasi kemungkinan adanya sel-sel yang bersembunyi atau agen Iran melakukan tindakan balasan terhadap target yang dianggap sebagai wakil dari kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Teheran akan mengganti strategi terorisme global atau serangan lone wolf di wilayah-wilayah sipil internasional sebagai bentuk perlawanan.
Para pelancong dan warga dunia kini terjepit di antara ketegangan dua kekuatan besar yang tidak lagi mengenal batas medan perang konvensional.
Badan intelijen Barat kini memperkuat tingkat keamanan di kota-kota wisata utama dunia, mengantisipasi kemungkinan adanya sel-sel diam atau agen Iran yang melakukan tindakan balasan terhadap target yang dianggap sebagai wakil dari kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Merespons ancaman tersebut, unit intelijen dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) telah memberikan peringatan awal.
Meskipun serangan fisik yang besar di wilayah Amerika Serikat dianggap memiliki kemungkinan kecil, pihak berwenang tidak ingin mengambil risiko.
Taman dan tempat wisata, yang seharusnya menjadi area untuk melepas kejenuhan dan kebahagiaan, kini dihiasi oleh ketidakpastian dalam hal keamanan.
"Kami memastikan masyarakat tetap tenang tetapi tetap waspada. Fokus utama saat ini adalah mengurangi risiko di dunia siber sambil memperkuat kemampuan deteksi dini di lapangan," demikian isi laporan resmi DHS. Dunia kini menantikan apakah ancaman ini hanya sekadar perang psikologis atau awal dari gelombang teror global baru di tengah krisis Timur Tengah 2026.
Gempuran Iran
Dengan ancaman Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, Teheran mengirimkan gelombang keenam serangan rudal balistik sejak tengah malam dan memberikan peringatan kepada beberapa negara Eropa.
Beberapa serangan di Rehovot, Tengah Israel, diduga melibatkan penggunaan bom klaster yang menyebabkan kebakaran besar di sebuah rumah penduduk dan melukai dua orang tua.
Peningkatan tidak hanya terjadi di udara
Di Inggris, polisi menangkap dua orang yang diduga merupakan agen Iran saat mereka berusaha masuk ke pangkalan kapal selam nuklir.
Di Ceko, otoritas sedang menyelidiki kebakaran di perusahaan senjata LPP Holdings sebagai kemungkinan serangan teror setelah sebuah kelompok anti-Israel mengaku bertanggung jawab.
Peningkatan tidak hanya terjadi di udara
Di Inggris, polisi menangkap dua orang yang diduga merupakan agen Iran saat mereka mencoba masuk ke pangkalan kapal selam nuklir.
Di Ceko, pihak berwenang sedang menyelidiki kebakaran di perusahaan senjata LPP Holdings sebagai kemungkinan tindakan teror setelah sebuah kelompok anti-Israel mengaku bertanggung jawab.
Ukraina Turun Tangan di Timur Tengah
Peristiwa menarik terjadi dalam peta aliansi internasional
Ukraina, yang selama bertahun-tahun telah menghadapi serangan drone kamikaze Rusia, kini mengirimkan pasukan militer khusus ke lima negara di Timur Tengah: Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
Menteri Keamanan Ukraina, Rustem Umerov, mengatakan tindakan ini bertujuan untuk menjaga infrastruktur penting dari ancaman drone Iran.
"Satuan penangkal telah ditempatkan untuk menjaga keselamatan penduduk sipil dan fasilitas penting," tulisnya melalui akun X.
Netralitas Suisse dan Tindakan Keras Uni Emirat Arab
Dampak dari perang ini memaksa beberapa negara untuk mengambil sikap yang sangat tegas.
Pemerintah Swiss secara resmi menghentikan izin ekspor senjata ke Amerika Serikat, berdasarkan prinsip netralitas negara dalam konflik global.
Di Negara Uni Emirat Arab, polisi Abu Dhabi menangkap lebih dari 100 orang karena menyebarkan informasi "keliru" dan video terkait serangan Iran melalui media sosial.
(*/-medan.com)
Artikel telah tayang di wartakota