Iran Menghadapi Dengan Kuat, Korban Jiwa Tentara Amerika Meningkat Menjadi 200 Orang di Tujuh Negara Timur Tengah
NEWS.COM -Iran membuktikan pernyataannya dengan tetap bersikeras menentang serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Sebaliknya, Iran tetap meluncurkan rudal dan pesawat tanpa awaknya ke berbagai target yang merupakan basis militer AS di berbagai negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, meskipun telah mengalami keruntuhan setelah ribuan misi tempur dari AS dan Israel.
Seorang perwakilan militer Amerika mengungkapkan bahwa jumlah pasukan Amerika yang gugur dan cedera selama konflik melawan Iran telah melebihi 200 orang, dengan distribusi di tujuh negara di wilayah tersebut.
Kapten Tim Hawkins, juru bicara utama Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), menyebutkan bahwa pasukan mengalami cedera di Bahrain, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Hawkins menambahkan bahwa beberapa anggota juga mengalami cedera parah, di mana laporan terbaru menunjukkan bahwa mereka yang terluka mengalami gejala cedera otak traumatis yang muncul terlambat (bukan secara langsung setelah pertempuran).
Hawkins menyatakan bahwa jumlah prajurit yang mengalami luka berat meningkat menjadi 10 orang, setelah cedera dua prajurit yang terluka pada awal perang direvisi klasifikasinya.
Pengumuman ini diungkapkan setelah juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan pekan lalu bahwa lebih dari 140 tentara mengalami cedera, dan sebagian besar telah kembali berdinas.
Laporan Khbrn menguraikan, tujuh anggota militer Amerika Serikat meninggal dunia akibat serangan Iran.
"Enam anggota tentara Amerika Serikat yang gugur terjadi akibat serangan pesawat tanpa awak terhadap pusat operasi taktis di pelabuhan Shuaiba di Kuwait pada 28 Februari," demikian laporan tersebut.
Seorang anggota militer Amerika Serikat lainnya meninggal akibat cedera yang didapatnya dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
"Laporan lain menyebutkan, enam anggota militer lainnya meninggal pekan lalu akibat kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar KC-135 di Irak," demikian laporan tersebut.
(oln/khbrn/*)