Iran mengklaim hantam jet F-35 AS -->

Iran mengklaim hantam jet F-35 AS

20 Mar 2026, Jumat, Maret 20, 2026

IRAN mengklaim telah memperluas serangan balasan terhadap Amerika Serikat danIsrael di tengah ketegangan yang terus memburuk sejak akhir Februari. DilansirAnadolu, militer Iran pada hari Kamis, 19 Maret, mengumumkan serangan pesawat tanpa awak terhadap Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel di Yerusalem.

Dalam pernyataannya, serangan tersebut dianggap sebagai respons terhadap kematian beberapa pejabat penting Iran. Militer Iran menyebut tindakan tersebut sebagai balasan "atas darah para pahlawan". Pernyataan ini merujuk pada kematian anggota Angkatan Laut Iran dalam insiden terhadap kapal perang IRIS Dena pada 4 Maret di selatan Sri Lanka, serta kematian Menteri Intelijen Ismail Khatib akibat serangan udara Israel awal pekan ini.

Mulai 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel menggelar operasi bersama melawan Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kematian lebih dari 1.300 orang di Iran. Sebagai respons, Teheran menyerang berbagai sasaran di Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang memiliki aset militer Amerika Serikat.

Sebuah pesawat tempur F-35 buatan Amerika Serikat dilaporkan mendarat darurat di pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah. Al Jazeera melaporkan, kejadian terjadi setelah pesawat menjalani tugas tempur di atas Iran.

Juru bicara Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyampaikan, "Kami mendapat laporan bahwa pesawat F-35 AS melakukan pendaratan darurat di bandara regional setelah menjalani misi tempur di wilayah Iran. Pesawat mendarat dengan aman dan pilot dalam keadaan baik. Kejadian ini sedang dalam penyelidikan."

Sementara itu, dilansir TRT World, sejumlah media Amerika Serikat termasukCNNmenyebut pesawat tersebut mungkin terkena tembakan yang diduga berasal dari Iran. Dua sumber tak dikenal juga mengatakan bahwa pesawat bernilai hingga 100 juta dolar AS itu kemungkinan menjadi korban serangan Iran.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, Amerika Serikat dilaporkan kehilangan sekitar 12 pesawat tak berawak MQ-9 Reaper. Selain itu, pejabat AS menyebutkan lima pesawat pengisi bahan bakar KC-135 mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran di sebuah pangkalan di Arab Saudi.

Pada kejadian terpisah pada 1 Maret, tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle jatuh akibat tembakan salah dari pesawat sekutu Kuwait. Paling sedikit 13 anggota militer Amerika Serikat dilaporkan meninggal sejak awal konflik, enam di antaranya dalam kecelakaan pesawat KC-135 dan tujuh lainnya akibat serangan Iran pada tahap awal perang. Sekitar 200 personel juga dilaporkan cedera di tujuh negara di kawasan Teluk. Di sisi Iran, otoritas kesehatan setempat mencatat paling sedikit 1.444 orang tewas dan 18.551 lainnya luka-luka sejak perang berlangsung.

TerPopuler