
Ringkasan Berita:
- Israel mengklaim melakukan serangan udara besar terhadap Teheran, dengan sasaran fasilitas rudal milik IRGC.
- Lokasi IRGC dan tempat kerja Kementerian Pertahanan Iran menjadi sasaran utama.
- Serangan merupakan bagian dari peningkatan ketegangan konflik sejak operasi AS-Israel pada 28 Februari.
NEWS.COM- Pasukan militer Israel pada hari Sabtu (21/3/2026) mengumumkan telah melakukan serangan udara besar-besaran terhadap ibu kota Iran, Teheran.
Israel menyerang instalasi produksi rudal balistik yang dimiliki oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.
Dalam pernyataan resmi, angkatan udara Israel menyebutkan bahwa operasi tersebut ditujukan pada lokasi-lokasi penting yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan komponen rudal balistik.
Salah satu tujuan utama dikenal sebagai pusat kompleks IRGC.
Di manakah lokasi tersebut berkontribusi signifikan dalam perkembangan sistem persenjataan tersebut.
Selain itu, serangan juga ditujukan pada instalasi yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan Iran.
Di tempat tersebut digunakan sebagai area produksi bahan bakar roket, menurutAnadolu Agency, Minggu (22/3/2026).
Tentara Israel juga menyatakan telah merusak beberapa sistem pertahanan udara yang dimiliki pemerintah Iran di berbagai lokasi di Teheran.
Serangan ini adalah bagian dari operasi militer yang lebih besar yang dilakukan oleh Israel bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, yang dimulai sejak 28 Februari.
Sebagai respons, Teheran telah beberapa kali melakukan serangan drone dan rudal terhadap Israel serta negara-negara Teluk yang memiliki instalasi militer Amerika Serikat.
Peningkatan ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran mengenai konflik yang lebih besar.
(*)