Istri Hamil 8 Bulan Nyaris Keguguran, Suami Selingkuh dengan Guru -->

Istri Hamil 8 Bulan Nyaris Keguguran, Suami Selingkuh dengan Guru

13 Mar 2026, Jumat, Maret 13, 2026
Istri Hamil 8 Bulan Nyaris Keguguran, Suami Selingkuh dengan Guru

-MEDAN.com - Seorang perempuan yang sedang mengandung delapan bulan membuat pernyataan mengejutkan dengan menuduh suaminya, seorang anggota militer, memiliki hubungan terlarang dengan seorang guru wanita.

Pernyataan itu diungkapkan secara terang-terangan dalam sebuah acara televisi ternama di Thailand.

Dikutip dari Mstar, Jumat (13/3/2026), perempuan yang dikenal dengan nama Tarn mengungkapkan bahwa kejadian yang dialaminya menyebabkan beban emosional yang besar.

Bahkan, keadaan ini hampir mengancam keselamatan bayi yang sedang ia kandung.

Dalam wawancara itu, Tarn mengungkapkan bahwa kecurigannya dimulai ketika suaminya yang sedang menjalani cuti dari tugas militer tidak kembali ke rumah seperti biasa.

Pada hari itu, pasangannya juga tidak bisa dihubungi sepanjang hari.

Keadaan itu membuat Tarn merasa cemas dan mencurigai.

Karena tidak menerima informasi dari suaminya, akhirnya ia memutuskan untuk mencari bantuan dari atasan suaminya di lembaga militer.

Berdasarkan penjelasan Tarn, setelah atasan suaminya berhasil menghubungi pria tersebut, akhirnya ia bisa berjumpa dengan suaminya.

"Setelah atasan suami saya berhasil menghubunginya, baru saya bisa berjumpa dengannya. Pada saat itulah saya mulai merasa curiga," kata Tarn dalam program tersebut.

Ketidakpercayaan itu semakin bertambah saat Tarn memeriksa ponsel suaminya.

Dari perangkat tersebut, ia menemukan obrolan yang penuh dengan nuansa romantis antara suaminya dan seorang guru wanita yang dikenal bernama Bee.

Tarn mengakui bahwa suaminya pernah mengakui telah berkhianat dengan perempuan tersebut. Pada waktu itu, suaminya juga berjanji untuk berhenti berhubungan dengan orang tersebut.

Namun, kenyataannya justru berbeda.

Setelah kejadian itu, Tarn menyadari bahwa suaminya masih menjalin hubungan dengan guru perempuan tersebut.

Bahkan, ia mengira hubungan keduanya terus berlangsung selama beberapa bulan setelah pernyataan tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Tarn menyatakan bahwa ia pernah meminta pasangannya untuk memilih antara keluarga atau perempuan itu.

"Ia memintanya untuk memilih antara keluarga atau perempuan tersebut, namun ia menolak mengambil keputusan," katanya.

Tarn juga menyatakan bahwa dirinya pernah mengancam akan mengambil tindakan hukum terkait masalah tersebut.

Namun, ancaman tersebut dianggap tidak diperhatikan oleh suaminya.

Tekanan batin yang dirasakannya karena masalah keluarga tersebut juga memengaruhi kesehatannya.

Tarn menyatakan bahwa ia pernah dirawat di rumah sakit setelah mengalami kondisi yang dikenal sebagai keguguran terancam.

Keadaan ini merupakan kondisi kesehatan yang bisa muncul selama kehamilan karena berbagai penyebab, termasuk beban emosional yang besar.

Menurut Tarn, selama ia menjalani perawatan di rumah sakit, suaminya tidak pernah datang mengunjunginya.

Ia bahkan menuduh suaminya masih menghabiskan waktu bersama seorang guru wanita yang diduga memiliki hubungan dengan dirinya.

Pernyataan itu menyebabkan kisah Tarn mendapatkan perhatian besar setelah dipublikasikan dalam acara televisi tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Tarn juga meminta pihak yang berwenang untuk mengambil langkah terhadap guru perempuan tersebut.

Ia menganggap tindakan yang dilakukan perempuan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang guru dan tidak layak dijadikan teladan bagi anak-anak.

Meskipun menyadari bahwa pengakuannya yang terbuka bisa berdampak pada karier militer suaminya, Tarn tetap menegaskan bahwa ia ingin memperjuangkan keadilan untuk dirinya sendiri dan anak yang akan segera lahir.

"Masih ada keinginan saya untuk menuntut keadilan untuk diri saya dan bayi yang akan lahir," katanya.

Sampai saat ini, pihak militer tempat suaminya bekerja belum memberikan respons resmi mengenai tuduhan yang disampaikan oleh Tarn.

Di sisi lain, pihak sekolah tempat guru perempuan yang disebut dalam pengakuan tersebut mengajar mengumumkan akan membentuk sebuah tim investigasi. Tim ini akan bertugas untuk melakukan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan yang disampaikan dalam pengakuan Tarn.

Masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya setelah ceritanya disampaikan melalui acara televisi yang diminati oleh banyak orang.

 

(cr31/-medan.com)

 

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini yang menyebar di Medan

TerPopuler