Kadin Pesawaran Minta Pemda Tingkatkan Infrastruktur Kakao untuk Pasar Global -->

Kadin Pesawaran Minta Pemda Tingkatkan Infrastruktur Kakao untuk Pasar Global

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Kadin Pesawaran Minta Pemda Tingkatkan Infrastruktur Kakao untuk Pasar Global
Ringkasan Berita:
  • Asosiasi Perdagangan dan Industri (KADIN) Kabupaten Pesawaran mendorong pemerintah daerah untuk serius dalam mengembangkan kakao agar dapat bersaing di pasar global.
  • Peluang ekspor terbuka setelah kakao dimasukkan ke dalam tarif nol persen dalam perjanjian ART 2026 antara Indonesia dan Amerika Serikat.
  • KADIN menginginkan peta lokasi produksi serta peningkatan kualitas, termasuk pasca panen, fermentasi, sertifikasi, dan bantuan modal bagi pelaku usaha.

lampung.co.id, Pesawaran–  Asosiasi Perdagangan dan Industri (Kadin) Kabupaten Pesawaran berharap pemerintah setempat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan komoditas kakao agar bisa bersaing dan stabil di pasar global.

Harapan ini muncul setelah kakao dimasukkan ke dalam daftar tarif nol persen dalam perjanjian ART 2026 antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Ketua Kadin Pesawaran Nurul Hidayah menyebutkan bahwa kakao adalah salah satu komoditas andalan wilayah yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menuju pasar ekspor.

"Kami memandang kakao sebagai peluang besar bagi Pesawaran. Ini menjadi kesempatan bagi petani dan pengusaha kakao untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan produksi," kata Nurul kepada Lampung, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi sentra produksi kakao serta kemampuan pelaku usaha yang siap dikembangkan untuk masuk ke pasar ekspor. Pemetaan ini penting agar dapat memastikan kesiapan, baik dari sisi ketersediaan bahan baku maupun kapasitas pengolahan.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas menjadi kunci agar kakao dari Pesawaran mampu memenuhi standar pasar global.

"Pasar internasional menawarkan kesempatan, namun kualitas tetap menjadi faktor utama. Kami mendorong peningkatan proses pasca panen, fermentasi yang optimal, serta pengemasan sesuai dengan standar yang berlaku," ujarnya.

Selain itu, pihak terkait juga harus memberikan pemahaman kepada petani dan pelaku usaha kakao tentang kesempatan ekspor yang ada. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pertemuan dan diskusi dengan kelompok tani serta UMKM pengolah kakao.

"Kami menyampaikan bahwa kesempatan ini harus dihadapi dengan kesiapan. Jangan sampai ada peluang, tetapi kita belum siap dari segi kualitas dan kelancaran pasokan," kata Nurul.

Kadin Pesawaran akan bekerja sama dengan instansi terkait dan lembaga pendamping agar pelaku usaha memahami prosedur sertifikasi yang diperlukan, termasuk persyaratan untuk masuk ke pasar Amerika Serikat.

"Kami berharap para pengusaha kakao tidak mengalami kesulitan dalam hal modal saat ingin memperluas pasar," tegasnya.

(lampung.co.id/Oky Indrajaya)

TerPopuler